Resensi Film The Greatest Showman. Film Musikal yang Manusiawi

Film Musikal yang Manusiawi


Judul Film          : The Greatest Showman (2017)

Advertisement

Sutradara            : Michael Gracey

Skenario              : Jenny Bicks dan Bill Condon

Produser              : Laurence Mark, Peter Chernin, Jenno Topping

Pemain                 : Hugh Jackman, Zac Efron, Michelle Williams, Rebecca Ferguson dan Zendaya

Genre                   : Biografi, Drama, Musikal

Advertisement

Musik                  : John Debney dan Joseph Trapanese

Sinematografi     : Seamus McGarvey

Penyunting          : Tom Cross, Robert Duffy, Joe Hutshing, Michael McCusker, Jon Poll, Spencer Susser

Produksi              : Chernin Entertainment, Seed Productions, Laurence Mark Productions, TSG Entertainment

Distributor           : 20th Century Fox

Tanggal rilis        : 29 Desember 2017 (Indonesia)

Durasi                  : 105 Menit

Negara                 : Amerika Serikat

Bahasa                 : Inggris

Rating IMDb       : 7,6/10

Anggaran            : $84 Juta

Pendapatan kotor         : $420.5 Juta


Pada tahun 1800-an, P. T. Barnum merupakan anak seorang penjahit yang memiliki majikan kasar bernama Hallets. Ketika Barnum masih remaja, ia suka dengan anak Hallets majikannya, yang bernama Charity. Charity adalah seorang remaja perempuan yang cantik dan pintar. Anak majikannya itu juga suka dengan Barnum.

Namun, Barnum dan Charity harus berpisah dikarenakan Charity diutus sang ayah  untuk bersekolah yang lokasinya jauh dari Barnum. Kendatipun terpisahkan oleh jarak yang jauh, Mereka tetap berkomunikasi bertukar kabar dengan saling berkirim surat. Saat itu juga Barnum kehilangangan orangtuanya dan hidup sebatang kara.

Ketika Barnum sudah dewasa, Barnum bekerja sebagai akuntan di sebuah perusahaan ekspedisi dan menikahi Charity. Walaupun keduanya hidup sederhana, hidup mereka sangat bahagia lalu mereka dikaruniai dua orang putri yang cantik dan pintar seperti ibunya. Mereka memberi nama ke dua anaknya Caroline dan Helen.

Pada suatu hari, Barnum dipecat oleh perusahannya yang mengalami kerugian besar diakibatkan karena kapal-kapal ekspedisi perusahaan tenggelam dihantam badai. Dengan rasa terpaksa Barnum harus angkat kaki dari kantornya. Kemudian, ketika ia mengemasi barang-barangnya, Barnum membawa berkas yang berada di lacinya, berkas itu adalah milik kantornya.

Dan ternaya Barnum mencoba untuk Menggadaikan berkas tersebut. Dia berpura-pura memiliki kapal. Kemudian sertifikat kapal-kapal itu dijadikan jaminan pada bank. Kemudian Barnum membeli sebuah museum yang berisi benda mati eksotis yang mengisahkan sejarah purba dan Amerika. Ternyata, bisnis yang baru saja mulai ia rintis tidak berjalan sesuai harapan. Bahkan tidak ada pengunjung yang datang ke museum miliknyan itu.

Setelah berpikir keras, akhirnya Barnum menemukan sebuah ide baru dari putrinya. Mereka membutuhkan sesuatu yang hidup. Kemudian Mereka mengumpulkan orang-orang yang fisiknya dianggap "aneh" oleh orang-orang dan mengumpulkannya dalam sebuah pertunjukan yaitu sirkus. Mereka adalah Tom Thumb manusia dewasa yang memiliki tubuh kecil, wanita gendut berjenggot yang memiliki suaranya yang indah, manusia yang dipenuhi bulu, pria bertubuh sangat tinggi, dan masih banyak lagi orang-orang yang dianggap aneh bergabung dalam bisnis baru ini.

Setelah itu, Barnum menciptakan sebuah pertunjukan sirkus yang ditampilkan di museum miliknya. Lalu Barnum menampilkan aksi dari orang-orang yang dikumpulkannya itu. Ternyata pertunjukan yang dihadirkannya ini sesuai dengan harapannya. Barnum berhasil membelikan sebuah rumah mewah untuk istri dan anak-anaknya. Kehidupan ekonomi mereka akhirnya meningkat.

Pada sebuah pesta, Barnum bertemu dengan seorang yang baik hati bernama Philip Carlyle. Kemudian Barnum mengajaknya untuk bekerja sama. Lalu Philip menyetujuinya dan menjalin kerja sama untuk membuat sirkus milik Barnum semakin terkenal. Bahkan Carlyle membawa tim sirkus Barnum yang dipenuhi orang-orang yang dianggap aneh untuk memenuhi undangan Ratu Inggris ke Inggris.

Ketika sampai di Inggris, Barnum bertemu dengan sosok penyanyi populer bernama Jenny Lind. Seketika itu Barnum melihat peluang baru, Tanpa Basa-basi Barnum pun mengundang Lind ke Amerika untuk melakukan konser pertamanya. Mengejutkan, konser yang digelar oleh Barnum ini sukses besar dan kemudian Barnum dan Jenny Lind mengadakan tour Amerika.

Tak disangka, kedekatan keduanya Malah menjadi bencana setelah Lind mencium Barnum di atas panggung dan terliput oleh media. Tak hanya itu, Gedung sirkus Barnum pun dibakar oleh massa dan ternyata foto Barnum dengan Lind sedang berciuman yang beredar di media cetak terlihat oleh istrinya. Akhirnya Charity, istrinya Barnum, memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya. Hancurnya lagi, rumah mewah milik Barnum dan istrinya turut disita oleh bank atas kebangkrutannya.

Dalam pembuatan Film biografi memiliki tantangan tersendiri. Dikarenakan menceritakan kembali kisah hidup seseorang, film biografi haruslah memiliki inovasi agar tidak terkesan monoton. Melalui The Greatest Showman, kita ditunjukkan oleh konsep yang tak biasa, perpaduan antara biografi dan drama musikal.

Jika anda adalah orang yang tidak terlalu suka drama musikal, film ini akan terasa membosankan pasalnya alur cerita yang terlalu cepat dan mengakibatkan cerita ini biasa saja. Disamping itu, ada banyak nilai lebih yang terdapat pada film ini. Film ini didukung dengan aksi-aksi manusia unik dan lagu-lagu yang dinyanyikan para pemain membuat film terkesan lebih hidup. Semua lagu yang dinyanyikan oleh pemain tidak hanya terdengar pas di telinga akan tetapi juga mengandung lirik yang menjadi skenario antar karakter.

Film ini juga mengandung nilai-nilai kemanusiaan, salah satunya adalah toleransi perbedaan. Terdapat banyak pula nilai positif dalam film ini, tidak hanya kisah romantis, terdapat juga kisah bagaimana seseorang yang menggapai mimpi-mimpinya walaupun dunia memandangnya dengan sebelah mata. Lalu, film ini juga menyadarkan kita bahwa kekayaan harta tidak melulu menyalurkan kebahagiaan. Film ini sangat layak untuk ditonton. Anda tidak akan menyesal jika anda adalah seorang penyuka drama musikal.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE