Kamu datang di hidupku, membuatku ingin sembuh dari luka yang setia memeluk..

Sebelumnya, aku tidak pernah ingin berharap pada seseorang, karena telah banyak harapanku yang dihancurkan oleh kehilangan yang tak mampu aku hindari. Sebelumnya, aku merasa bahwa aku tak pantas disayangi. Dengan semua sifat yang aku punya yang membuatku merasa begitu buruk, bahkan untuk sekedar memeluk. Sebelumnya, aku begitu terluka. Oleh janji-janji yang tak pernah ditepati, oleh harapan yang kubuat sendiri.

Advertisement

Hingga suatu hari, kamu datang. Memberiku sebuah kehangatan, dengan candamu, dengan tawamu, dengan semua cerita hidupmu yang tak sempurna. Kamu membuat hatiku yang sebelumnya terkunci rapat, mulai terbuka perlahan. Kamu membuatku ingin sembuh dari semua luka yang begitu setia memelukku. Kamu, membuatku ingin mengikhlaskan semua kehilangan yang begitu erat kugenggam. Kamu, membuatku mengerti bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa dipaksakan, terutama hati.

Kamu membuatku jatuh cinta, dengan segala ketidaksempurnaan yang kamu punya..

Seiring waktu berlalu, hatiku mulai luluh. Dengan segala perhatian yang kamu berikan, dengan segala pelajaran hidup yang kau ceritakan. Kamu membuatku merasa diinginkan, merasa dibutuhkan. Sebuah perasaan yang sudah lama tak aku rasakan. Ya, aku mulai jatuh cinta. Aku mulai berharap kalau semua ini memang nyata. Aku mulai berharap kau juga merasakan hal yang sama. Dengan segala ketidaksempurnaan yang kamu punya, aku ingin kau tetap ada di hidupku, mengisi ketidaksempurnaanku. Aku mulai ingin memilikimu dengan utuh. Aku mulai berharap, terlalu banyak. Aku mulai tak menyadari bahwa aku bisa terluka lagi, aku tak peduli.

Advertisement

Hingga akhirnya, aku terluka. Kamu tak sebaik yang aku kira. Kamu hanya berpura-pura..

Seseorang pernah berkata, saat kamu jatuh cinta kamu tak akan bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang akal bulus. Matamu akan terbutakan oleh kata-kata dan laku mesra, walau terkadang itu hanya pura-pura. Pada akhirnya, aku kembali terluka. Luka yang lebih dalam, luka yang entah kapan akan tersembuhkan. Ya, kamu tak sebaik yang aku kira. Kamu meninggalkanku tanpa pernah meminta maaf. Kamu bilang kalau sedang tidak ingin memikirkan cinta, saat kau berhasil membuatku jatuh cinta. Dan semua hal yang kita lewati kemarin adalah hal yang sia-sia. Kamu hanya mencari teman untuk berbagi cerita. Dan aku, terluka.

Aku akan pergi, menyembuhkan lukaku sendiri..

Cinta memang kadang tak semanis yang kita kira. Cinta kadang tak harus sesuai yang kita idamkan. Karena ketika realita tak sesuai cerita, pada akhirnya kamu akan terluka. Dan tak ada yang bisa menyembuhkan lukamu, selain dirimu sendiri. Begitu pula, aku. Setelah semuanya terasa seperti mimpi, kini aku harus kembali pada kenyataan bahwa kamu bukan yang terbaik. Rasanya seperti diajak terbang tinggi, kemudian kamu lepaskan genggaman tanganmu dan aku terjatuh pasti. Jatuh berantakan, dan kini aku berjuang mengumpulkan serpihan hatiku yang tak akan kembali utuh. Aku harus berjuang, sendirian.

Tuhan sedang mengajarkanku lebih dewasa, untuk memilih hati yang akan menemaniku hingga ujung usia..

Aku percaya segala hal yang terjadi dalam hidup adalah rencana Tuhan yang terbaik. Terkadang Tuhan membuat hatimu patah berkali-kali untuk membuatmu mengerti bahwa cinta sejati harus diuji. Terkadang Tuhan membuat air matamu terus terjatuh agar kamu lebih dewasa menghadapi hidup yang tak mudah. Semua ada waktunya, waktu untuk bahagia dan waktu untuk terluka. Percayalah, setelah semua yang kamu alami, Tuhan akan memberikan bahagia. Kamu hanya perlu kuat menghadapi semua ini dan tidak menyalahkan diri sendiri. Saat kamu mencintai dengan begitu baik namun pada akhirnya tetap dilukai, berarti dia bukan seseorang yang pantas menerima kebaikan yang kamu punya. Saat kamu mencintai dengan begitu dalam, namun dia tetap memilih pergi. Yakinlah bahwa dia sedang menyia-nyiakan seseorang yang mampu mencintainya dengan sempurna.

Tetaplah bahagia, seberapa pun banyak luka yang datang memeluk..

Terima kasih pernah menjadi bagian dalam cerita hidupku, memberi pelajaran berharga bahwa kehilangan adalah bagian dari hidup yang tidak bisa aku hindari. Semoga kelak kau menemukan cinta yang baik yang mampu menyayangimu lebih dari aku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya