Aku tahu, dari awal aku harus menerima segala kemungkinan. Disaat kamu bilang bahwa orangtua kalian sudah bertemu dan membicarakan tentang pernikahan, disaat itu juga aku sudah mempersiapkan segala kemungkinan. Kemungkinan yang terburuk, kamu lebih memilih dia daripada aku.

Aku tak mengerti, jika ada orang yang kamu sayangi dan menyayangi kamu, kenapa kamu lebih memilih orang yang tidak kamu sayangi? Aku rasa kamu cukup dewasa untuk hal ini. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Aku sadar diri, mungkin menurutmu dia jauh lebih baik dariku.Tapi, apakah cintanya juga jauh lebih baik dariku? Sakit sekali. Itulah yang aku rasakan saat ini.

Advertisement


Berulang kali kamu menyakitiku, berulang kali juga aku memaafkanmu. Tapi untuk kali ini, bahkan rasa sakit itu tidak bisa membuatku mengeluarkan air mata. Aku terpaku. Diam. Jantungku serasa berhenti. Air mataku pun tidak keluar. Yang aku ingat saat itu, aku hanya terus menerus menyebut nama-Nya. Berharap diberi kekuatan untuk melewati ini semua.

Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..


Orang yang aku sayang semenjak lima tahun lalu, yang (katanya) juga masih menyayangiku sampai saat ini, nyatanya akan menikahi wanita lain dalam waktu dekat. Wanita yang baru bersamanya beberapa bulan. Wanita yang tidak mengenalmu seperti aku yang sangat mengenalmu.

Advertisement


Aku selalu berharap dan berharap, bahwa jodoh yang diberi Allah untukku, adalah kamu. Dan ternyata, Allah telah menjawab doa ku. "Bukan dia orangnya" . Mungkin jika aku bisa menebak, itulah yang Allah katakan.


Aku berdoa setiap hari, bersikeras seakan memaksa-Nya untuk menyatukan aku dan kamu. Tapi hanya Dia lah yang pandai membolak balikan hati manusia. Sekeras apapun aku berdoa, jika bukan kamu orangnya, maka aku dan kamu tidak akan pernah bersama sampai kapanpun. Aku percaya, Allah sangat menyayangiku. Sehingga Dia tidak ingin aku larut dalam harapan yang semu, yang kamu berikan selama ini.

Allah menyayangiku, karena mungkin bersamamu, bukan yang terbaik untukku. Allah menyayangiku, karena bersamamu mungkin menjauhkanku dari-Nya. Entahlah. Aku tidak bisa menggambarkan rasa sakit ini. Mungkin nggak akan ada yang bisa mengerti. Hanya Allah dan aku yang tahu hati ini.

Aku hanya berharap, semoga kamu tidak menyesali semua keputusan yang sudah kamu ambil. Akan selalu ada tempat untukmu di hati ini. Meski sebentar lagi kamu akan jadi milik wanita lain seutuhnya.

Aku mencintaimu dari lubuk hati yang paling dalam.

Selamat menempuh hidup baru. Semoga bahagia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya