Wah, buat kalian yang suka menonton anime pasti sudah tidak asing lagi nih dengan sosok Makoto Shinkai beserta jejeran film masterpiece-nya! Nah, kabar baiknya, kini Makoto telah kembali setelah tiga tahun terakhir tidak merilis karya, yakni melalui film barunya yang berjudul Suzume no Tojimari atau biasa disebut Suzume.
Tak jauh dari tema film Makoto yang sebelumnya, Suzume juga melibatkan konflik berupa bencana alam serta depopulasi. Pada film sebelumnya, yakni Weathering with You (Tenki no Ko), Makoto telah mengangkat bencana banjir bandang dengan menenggelamkan Tokyo sebagai komplikasi film. Kini, Makoto mengangkat isu gempa dalam Suzume no Tojimari, dan faktanya, Jepang memang menjadi salah satu negara dengan gempa bumi signifikan terbanyak di dunia. Dalam hal ini, Jepang menempati nomor urut ke-4 setelah Iran dengan jumlah 94 gempa dalam empat windu terakhir. Hal yang demikian tentunya berhasil menuai pujian bahwa Makoto tak pernah kehilangan kepekaan dirinya akan masalah sosial di negaranya. Sungguh menarik, bukan?
Latar tempat yang diambil film Makoto seperti Your Name dan Weathering With You, cenderung hanya berfokus pada satu wilayah saja. Sementara di film kali ini, Suzume no Tojimari,  kamu akan melihat beberapa tempat. Bahkan, Makoto sendiri menyebutkan bahwa filmnya kali ini merupakan sebuah road movie. Melalui Suzume, Makoto Shinkai ingin mengajak para penontonnya untuk berpetualang ke berbagai tempat menarik di Jepang. Menariknya, beberapa latar tempat yang diambil pun berdasarkan pada kota asli atau tempat yang benar-benar ada di Jepang, seperti Tokyo, Pelabuhan Saganoseki, Prefektur Miyazaki, Kastil Ozu, Telaga Otani, Jembatan Akahashi, dan detail kecil lainnya yang tak kalah indah dipandang. Apalagi, rangkaian film Makoto Shinkai memang sudah terkenal dengan visual animasinya yang memanjakan mata.
Cerita berawal dari seorang lelaki bernama Shota yang kebetulan berpapasan dengan Suzume dan menanyakan tentang keberadaan sebuah pintu. Pintu ini merupakan portal yang digambarkan sebagai ancaman sekaligus solusi yang dihadapi warga Jepang selama ini, yaitu munculnya gempa di berbagai titik. Oleh karena itu, Makoto menempatkan pintu ini di berbagai macam latar tempat dan Shota lah yang bertugas untuk menjaga puluhan pintu tersebut, demi mencegah terjadinya gempa dahsyat. Scene terjadinya gempa digambarkan dari adanya cacing super besar yang perlahan jatuh di suatu desa setelah muncul dari pintu tersebut. Usaha mereka untuk menutup dan mengunci pintu inilah yang menyebabkan suasana menjadi tegang, diiringi dengan soundtrack yang tentunya tak kalah mendebarkan.
Perjalanan Shota ditemani oleh Suzume, yang ternyata juga memiliki rahasia yang perlu ia ungkap di balik portal tersebut terkait masa lalunya. Namun, terjadi sebuah kesalahan, dimana salah satu segel dari dua portal utama telah berhasil lepas dan melarikan diri sebagai kucing yang mampu berbicara. Suatu hal yang menjadi iconic di film ini adalah ketika Shota tiba-tiba dikutuk menjadi kursi kuning yang hanya tersisa tiga kaki, menyebabkan terselipnya scene komedi yang berhasil menggelitik penonton, bahkan tak sedikit yang hingga tertawa terbahak-bahak.
Akan tetapi, di balik itu semua, Makoto ingin menyampaikan bahwa perjuangan untuk menjadikan segalanya kembali ke keadaan semula memerlukan pengorbanan yang sangat besar, yang mana akan dibahas dalam film Suzume no Tojimari ini.
Nah, bagaimana nih? Sudah cukup tertarik untuk menonton Suzume no Tojimari?
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”