Kami selalu bertiga Dita,Ratna,dan Vinka. Kami dipertemukan dalam penggemblengan siswa baru (MOS) saat pertama masuk Lovasco High School. Sebenernya bukan mauku berteman dengan mereka, karena pada awalnya aku menilai mereka sombong dan tidak bersahabat, namun keadaanlah yang menjebak kami.
Ternyata dugaan awalku keliru, mereka bukan anak-anak yang angkuh, mereka asik dan bersahabat, walau sedikit bawel dan over. Bahkan aku semakin lama aku berteman, aku semakin merasakan kenyamanan bersama Ratna dan Dita. Begitu pun pengakuan mereka kepadaku, mereka juga senang berteman denganku. Ya, kamilah Firefly Girls yang akan selalu bersinar ditengah gelap.
Diantara kami, Ratna yang paling ceria, namun jahil. Pada beberapa kejadian menurutku spektakuler, ia akan berteriak histeris sesukanya. Tidak peduli di dalam kelas, atau pelajaran guru killer sekalipun, ketika ia happy maka ia akan berteriak histeris.Ketawa sejadi-jadinya.Â
Sementara itu, jika Firefly Girls disebut sebagai geng yang usil, maka otaknya ada pada Ratna. Ibarat perangkat computer, Ratna adalah motherboard-nya, Dita sebagai software program dalam computer, dan Vinka bisa dibilang sebagai mouse yang bisa di suruh ke sana kemari.
Loverdosis. Akhirnya aku meyimpulkan sendiri bahwa ken juga mengidap penyakit yang diderita oleh dua sahabat Vinka, Ratna dan Dita yaitu loverdosis. Ratna terlalu mencintai Syam, saat itu. Bagus juga sih, itu artinya dia tidak main-main dengan perasaan cewek, dia sungguh-sungguh dengan cintanya. Loverdosis akibatnya berbahaya. Orang yang menderita penyakit ini bisa berbuat nekat, dan membahayakan orang lain. Upss!
Sebuah persahabatan manis terusik oleh kematian sosok pujaan hati. Vinka dan Dita berusaha menghibur Ratna yang kehilangan Syam Alfredo yang begitu tiba-tiba. Keduanya tahu Ratna terserang virus loverdosis. Dia berubah menjadi sosok yang depresi, bahkan menganggap roh Syam memasuki tubuh kucing anggora peliharaan ikon dalam boyband Candle Boys itu.
Syam sebenarnya masih hidup,Vin cetus Ratna
Tadi maksud kamu gimana Syam masih hidup? cetus Vinka
Iya vin. Syam benar-benar masih hidup. Dan sekarang arwah Syam bersemanyam dikucing angora yang dipelihara oleh ibunya Syam. Aku mau Syam dijadiin temenku, karena ke mana pun aku pergi aku ingin selalu bersamanya cetus Ratna
Oh my God! Benar kan dugaanku, Ratna sudah mulai gila karena memikirkan Syam. Mungkin anak ini memang belum siap kehilangan orang yang dicintainya. Andai saja dia paham, bahwa hidup di dunia adalah menjalani rangkaian kehilangan. Dari kehilangan nenek, orang tua, sahabat, pacar, tetangga, teman sekolah,bukankah kita bisa kehilangan mereka saat waktu tidak memungkinkan lagi untuk bersama.
Sebuah perjuangan panjang dua sahabat menyelamatkan korban loverdosis dan perjuangan berat menghadapi cemohoh beruntun dari girlband saingan mereka yaitu Young Girls untuk terus bertahan di Lovasco High School.
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”