Kamu adalah bagian hidupku yang masih kurindukan saat aku kesepian. Bukan karena aku menginginkanmu kembali tapi aku pernah mencintai dan patah hati sedalam-dalamnya saat denganmu. Aku mengingat kata pertama yang kuucapkan untukmu. Aku bahkan hafal bagaimana perjalanan hidupmu bersama kekasih-kekasihmu dahulu.

Kisah ini dimulai tanpa sengaja. Kamu meyakinkanku bahwa bersamamu akan baik-baik saja. Kamu bahkan bisa bersikap "manis" kepadaku hingga aku merasa "satu-satunya." Namun kini aku tak pernah lagi mengetahui bagaimana keadaanmu dengan kehidupan yang baru.

Advertisement

Delapan bulan yang kujalani bersamamu penuh dengan kekhawatiran. Saat itu aku bahkan melawan hatiku sendiri bahwa kebersamaan ini harus diperjuangkan meski sendirian. Padahal aku tahu bagaimana kamu tetap mencari meskipun ada aku. Namun lagi-lagi, kamu bersikap bersamamu adalah keputusan yang tepat. Saat bersamamu, sebetulnya aku menyadari bahwa hatimu tidak bersamaku.Kamu terlalu jauh untuk sekadar beriringan bersamaku. Sering aku menangis sendirian karenamu, tapi yang kutahu hati ini terlalu mencintaimu. Meskipun kata "terlalu" terkesan dipaksakan.

Kamu adalah pria yang paling menyakitiku sekaligus membuatku bahagia dalam waktu yang bersamaan. Aku melakukan segalanya untuk membuatmu tetap di sisiku tapi yang kudapat hanya harapan semu karena kamu tetap mengakhirinya denganku. Ya, itu adalah akhir yang selalu ku takutkan. Setelah perpisahan itu, setiap malam aku menangis sendiri. Aku menginginkan suatu saat kamu kembali atau kamu menyesal telah berpisah denganku. Kadang aku berharap kamu mendapat rasa sakit seperti yang kurasakan. Sulit bagiku setelah perpisahan itu. Aku hidup tapi hatiku mati. Aku bahkan tidak bisa mencintai lagi. Aku kehilangan kamu dan diriku sendiri.

Hampir 6 tahun berlalu tapi aku masih mengingatmu. Aku berharap kamu masih merindukanku. Aku berharap bahwa kisah yang kujalani bersamamu adalah kisah paling "keren" di hidupmu. Aku berharap akulah wanita hebat itu yang menerima hatimu sampai kapanpun. Akulah wanita yang menempati hatimu yang terdalam. Aku berjanji saat bertemu denganmu lagi akan menjadi wanita yang lebih hebat. Aku ingin kamu menangis diam-diam saat merindukanku. Karena terkadang aku pun seperti itu. Aku ingin semua orang tahu bahwa aku dan kamu pernah bersama meskipun sementara.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya