Sebelumnya, pernahkah kalian mendengar 2 kisah pendek ini ?

Kisah pertama dari sosok Ibu

Advertisement

Seorang Ibu yang sudah lama tak berjumpa dengan anaknya yang pergi merantau, memberi pesan singkat seperti ini :

"Nak, sudah lama kau tidak telpon, sibuk ya. Sudah lama juga tidak kirim uang, apa banyak cicilan yang belum lunas ? Mama senang kau sudah punya istri cantik, rumah mewah, mobil bagus dan anjing import. Katanya anjingmu dikasih rumah yang indah, makanan yang enak dan jika anjingmu sakit kau bawa ke dokter dan menunggunya sampai larut malam. Nak, jika Mama lahir kembali Mama ingin menjadi anjingmu agar bisa bersamamu."

Kisah lain berasal dari isi perasaan sesosok Ayah.

Advertisement

Seorang Bapak yang sedang sakit terbaring diatas kasurnya. Anaknya yang sudah lama pergi merantau akhirnya pulang untuk menjenguknya. Namun sang Ayah berkata seperti ia tidak mengenal si anak. Ia mengira si anak adalah anak dari temannya. Ia berkata kalau anaknya itu tidak mungkin mau pulang karena yang anaknya tau hanya mengirim uang, uang dan uang. Ternyata selama ini ketika si anak berkata pada Ayahnya bahwa ia tidak bisa pulang karena masih sibuk dengan pekerjaannya, Ayahnya selalu bilang pulanglah kalau kau sudah sempat. Pada akhirnya si anak menyaksikan ungkapan jujur dari Ayahnya kalau sang Ayah sebenarnya sangat merindukan kepulangannya namun tak berani untuk memintanya pulang karena takut mengganggu pekerjaannya. Ia baru menyadari bahwa yang Ayah dan Ibunya butuhkan bukan hanya uang. Namun kehadirannya disisi mereka lebih berarti dari apapun.

Bagaimana perasaan kalian setelah membaca kisah diatas ?

Apa ada rasa sesak di hati saat membacanya ? Terbayangkah jika Mama kalian yang berkata seperti itu ? Jangan sampai itu terjadi yah kawan. Ubahlah keadaan sebelum semuanya sudah terlambat untuk diperbaiki. Di postingan kali ini akan membahas tentang 2 malaikat tak bersayap yang sudah merawat kita semenjak kita lahir hingga sedewasa sekarang.

Ingatkah kalian ? Orang tua kita selalu berusaha untuk memberi apa yang kita butuhkan ? Ingatkah kalian ? Orang tua kita selalu sabar mengajari kita untuk menjadi seorang pribadi yang baik ?

Ayahโ€ฆ Ayah selalu bekerja keras untuk mencari nafkah supaya dapat menghidupi keluarga. Ayah dengan tegas mengajari kita untuk menjadi pribadi yang kuat. Mungkin diantara kita memiliki sesosok Ayah yang tak banyak bicara. Namun percayalah kawan, yang didalam hati dan pikirannya adalah kita.

Ingatkah waktu kecil Ayah mengajarkan kita untuk belajar naik sepeda? Atau waktu kita ingin minta makan KFC, Ayah langsung membelikannya untuk kita ? Atau saat kita minta mainan yang kita suka, Ayah langsung membelanjakan uangnya untuk memenuhi kemauan kita ?

Ingatkah dengan lelucon Ayah yang selalu berhasil membuat kita tertawa ? Ingatkah dengan candaan โ€“ candaan kecil yang sering kita lakukan bersamanya? Ingatkah saat kita menonton pertunjukkan dan dia menggendong kita diatas pundaknya supaya kita bisa melihat pertunjukkan dengan lebih jelas ?

Setelah memori masa kecil kalian mulai terputar, sekarang pikirkan pertanyaan โ€“ pertanyaan ini.

Pernahkah kalian mendengar keluhan kalau Ayah capek mengurus kita? Capek bekerja untuk kita ? Capek menggendong kita kesana kemari ? Capek untuk bermain bersama kita ?

Tentu tidak. Karena dia tidak akan tega membiarkan anak kesayangannya tau betapa lelahnya dia bekerja seharian. Tanpa kalian sadari pun sebenarnya Ayah selalu menyisakan waktu untuk bermain bersama anak โ€“ anaknya walau baru saja selesai bekerja.

Apa kalian percaya dengan cinta pada pandangan pertama ? Aku percaya. Karena aku sudah mencintai Ibuku sejak pertama aku melihatnya ๐Ÿ™‚

Ibuโ€ฆ Ibu adalah wanita terkuat yang pernah kita jumpai selama kita hidup. Ibu telah melawan rasa sakit yang sungguh luar biasa saat melahirkan kita. Saat kalian sedih, tanpa mengatakan apapun Ibu langsung akan mengerti perasaanmu. Apa kalian menyadari kalau Ibu sering kali berbohong ? Ibu selalu bilang, kalau ia tidak lapar. Ibu selalu bilang kalau ia tidak lelah. Semua itu ia lakukan demi kalian, anak yang sangat ia sayangi. Ia berkata ia tidak lapar supaya makanan yang tadinya ingin dia makan, diberikan saja untuk kalian makan. Ia berkata ia tidak lelah supaya tetap bisa menemani kalian bercerita.

Ingatkah kalian, saat kalian sedang sakit, siapakah yang selalu ada disisi kalian dan merawat kalian dengan penuh kesabaran? Ingatkah kalian, saat kalian ingin memakan makanan kesukaan kalian, Ibu langsung memasakkannya untuk kalian? Ingatkah kalian, saat Ibu menemani disamping kalian hingga kalian tertidur ?

Akuilah. Tak memandang sudah seberapa dewasa pun kalian saat ini, disaat kalian merasakan sesuatu yang tidak enak, pasti kalian akan mencari sesosok Ibu untuk menjadi sandaran kalian. "Kasih Ibu.. Kepada beta.. tak terhingga sepanjang masa.. Hanya memberiโ€ฆ Tak harap kembali.. Bagai sang surya.. menyinari dunia.."

Sekarang, pikirkan 1 pertanyaan ini. Renungkan.

Apa yang sudah kalian lakukan untuk kedua orang tua kalian ?

Adakah yang sudah kalian beri pada mereka? Adakah yang sudah kalian lakukan untuk membahagiakan mereka? Adakah yang sudah kalian lakukan untuk membalas apa yang selama ini sudah mereka berikan pada kalian? Jika belum, setidaknya jangan membuat mereka kecewa. Jangan membuat hati mereka terluka atau bersedih.

Dengarkanlah perintah mereka. Walau terkadang agak keras sekalipun, percayalah itu semua demi kebaikan kalian dimasa depan. Tidak ada orang tua yang gak kepengen anaknya menjadi anak yang membanggakan kedepannya kan? Hargailah mereka. Kalian tidak pernah tau keadaan sesulit apa yang sudah mereka lewati demi kalian. Berilah mereka hanya air mata kebahagiaan. Air mata yang hanya menetes karena bangga saat kalian berhasil kelak ๐Ÿ™‚

Pada sisi lain,

Kalau sekarang kalian adalah anak yang merantau jauh untuk mengejar kesuksesan demi orang tua, janganlah lupa untuk menelpon mereka. Kabar dari kalian akan sangat berarti bagi mereka. Percayalah, mereka pun terkadang pasti berpikir ingin menelpon hanya untuk sekedar menanyakan kabar kalian tapi takut mengganggu kesibukan kalian diluar sana. Mereka selalu merindukan kalian.

Ayah akan sangat merindukan sosok putri kecilnya.. sosok putra kecilnya.. yang dulunya selalu bermain bersamanya namun sekarang harus pergi jauh untuk menggapai mimpinya.

Ibu akan merindukan anak โ€“ anaknya yang dulunya selalu manja padanya.. namun sekarang harus pergi jauh untuk memulai hidup yang mandiri.

Ingatkah saat kalian saling berbagi cerita dulu ? Ingatkah saat kalian duduk manis mendengarkan cerita dari Ayah ataupun Ibu kalian ?

Pulanglah jika kalian ada waktu untuk pulang. Kehadiran kalian adalah segalanya bagi mereka. Jangan sampai terjadi seperti 2 kisah diatas yah kawan. Janganlah kita hanya sibuk dengan urusan kita sendiri namun lupa kalau mereka juga semakin tua..mereka membutuhkan kalian hadir disisi mereka, merawat mereka, menemani masa tua mereka.

Ubahlah keadaan sebelum terlambat. Sayangi orang tua kalian selagi mereka masih ada didunia ini. Sayangilah 2 malaikat tak bersayap yang Tuhan hadirkan dihidup kita ๐Ÿ™‚

Kawan.. kebahagiaan itu bukan hanya tentang kesehatan, kekayaan, kekuasaan, tapi ketahuilah, hal yang paling membuat kalian bahagia itu sebenarnya melihat kedua orang tua kalian tersenyum, dan alasan dibalik senyuman lembut itu adalah.. kalian ๐Ÿ™‚

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya