Tulisan ini saya dedikasikan untuk mereka semua yang sudah tak beribu, yang ibunya sedang melawan sakit keras, semoga mereka tetap bahagia menyambut hari Ibu​.

Dan untuk Mama Mil yang masih sehat di rumah, selamat hari ibu Mama..

Advertisement

Sudah tidak terhitung entah sudah berapa kali aku mengucapkan “selamat hari ibu” dan itu kulakukan hanya dengan memandang wajahmu lewat sebuah gambar Mama. Apa kabar di sana Ma? Mama bisa lihat aku? Aku sudah sebesar ini sekarang Ma, aku sudah setua ini. Ma, bisa berikan aku waktu meski cuma 3 detik saja?

Aku ingin bertanya Ma “sesakit apa dahulu sewaktu Mama berjuang agar aku dapat menghirup udara di dunia?. Pertanyaan ini sederhana sekali Ma, dan itupun aku tak pernah ingat untuk bertanya kepadamu sewaktu engkau masih ada bersamaku. Waktu itu aku masih terlalu kecil untuk mengerti banyak hal, Ma, dan maafkan anakmu karena waktu itu aku terlalu sibuk dengan duniaku sendiri, maafkan anakmu karena waktu itu aku tak menyadari bahwa Mama ternyata tidak lama lagi meninggalkan ayah, aku dan adik-adikku.

Ma, seribu penyesalan selalu menggerogoti hatiku tiap hari. Aku menyesal karena sebelum mama pergi, aku belum bisa jadi anak yang bisa diharapkan. Aku menyesal karena sebelum mama pergi, aku tak pernah memperhatikan kesehatan Mama, aku menyesal karena sebelum Mama pergi, aku yang waktu itu seharusnya sudah berdiri sendiri tetapi masih bergantung hidup padamu, aku menyesal karena sebelum mama pergi aku masih merenggek meminta uang saku padahal seharusnya aku sudah bisa mencari uang sendiri.

Advertisement

Banyak kesalahan yang kulakukan, Ma, teringat jelas bagaimana wajah kecewamu sewaktu mendengar kuliahku hancur, suaramu bergetar menahan tangis diujung telepon ketika mendengar aku berurusan dengan polisi, mengahabiskan uangmu untuk hal yang sama sekali tak berguna. Ma, bagaimana aku melanjutkan hari-hariku dengan menanggung rasa bersalah ini?

Seandainya Tuhan mengizinkan aku untuk bisa berbicara denganmu walau hanya tiga detik saja, aku ingin meminta kembalikan aku jadi buah hatimu yang dahulu, aku ingin memperbaiki semuanya setidaknya sebelum kau benar-benar meninggalkan kami untuk selamanya. Ma, aku bahkan tak sanggup melihat mereka yang masih bahagia bersama Mama mereka. Aku pengecut Ma, aku iri melihat mereka.

Aku iri ketika teman-temanku beramai-ramai mengucapkan selamat hai ibu dan berfoto selfie dengan Mama mereka. Aku iri melihat mereka yang masih bebas memeluk Mama mereka kapan saja mereka mau, aku iri melihat mereka membuat video bareng Mama mereka. Ma, bolehkah aku memeluk Mama mereka? Untuk mengobati sedikit rindu ini untuk Mama.

Segala kesedihan ini aku tak pernah membagikanya kepada orang lain, aku takut mereka megejekku Ma, sudah setua ini tetapi tetap saja masih mewek ketika ingat mama. Aku teralu keras menunjukkan sikap sok dewasaku Ma. Bahkan setiap adik-adik merindumu dan menangis di depanku, aku berpura-pura menguatkan mereka dengan mengatakan “Mama sudah bahagia di sana, kita berdoa saja semoga mama tinggal bersama Tuhan di Surga”.

Ma, jika aku boleh jujur hatiku sangat hancur saat harus berpura-pura kuat seperti ini. Aku hancur saat tengah malam aku kadang melihat ayah sesenggukan dalam doanya. Sebenarnya, aku hancur saat di dalam rumah makanan kami tidak terurus, pakaian kami berserakan di mana-mana, aku hancur saat aku membawa teman-temanku di rumah, dan pertanyaan pertama mereka “mamamu di mana?” Aku bingung menjawabnya, dan yang kulakukan selanjutnya adalah menunjukkan rumahmu yang berada di tepat di belakang rumah kita.

Ma, aku tahu di sana kau sudah bahagia, aku mengucapkan ini bukan karena aku putus asa, atau pura-pura percaya untuk sekadar menguatkan hati yang terluka, sama sekali bukan Ma. Aku percaya wanita sebaik Mama, tidak mungkin Tuhan tak mengizinkamu untuk tinggal bersama-Nya di Surga. Aku tahu senyum Mamaku akan selalu merekah seperti sinar mentari yang selalu menyemangitiku setiap hari.

Aku tahu malaikat sudah jatuh cinta dengan wanita secantik Mama, dan mereka pasti ingin tinggal bersama Mama di sana. Ma, hari ini adalah hari ibu, mereka bilang cara paling gampang untuk bisa memeluk orang yang sudah jauh berada dari kita adalah dengan doa. Aku tahu, aku tak bisa berdoa dengan baik Ma, karena sebaik apapun aku rangkaian kata-kata indah itu, tetap saja tak bisa menjangkau waktu agar bisa didengar oleh telingamu.

Tetapi aku percaya, Mama selalu ada di dekatku, seperti dahulu Mama selalu siap 24 jam untuk memberiku asi, tak peduli meski mengantuk malam hari menyerang Mama, saat mendengar tangisku Mama sigap membuatku tenang. Aku percaya hari inipun Mama demikian, Mama mengerti segala hal tentangku, seperti Mama selalu mengerti ketika menghadapi Ayah. Ma, akhirnya dari semua kegundahan yang ada aku ingin mengucapkan “selamat hari ibu” wanita terhebatku. Di foto mama yang kini ku genggam erat, Mama cantik sekali. Terima kasih wanita cantikku, wanita yang memperkenalkan aku pada dunia dahulu, meski kini ruang dan waktu membatasi kita, aku percaya di sana Mama selalu mendoakan kami.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya