Semua Orang adalah Guru Terbaik dalam Hidup: Peringatan Hari Guru Nasional

Tepat 25 November mendatangkan, Indonesia akan kembali merayakan peringatan Hari Guru Nasional. Hari Guru menjadi momentum yang mengharukan bagi semua orang. Sebab semua orang pasti mempunyai guru yang selalu membantu mereka dalam proses pertumbuhan, perkembangan, hingga pendewasaan diri. Kehadiran sosok guru dalam kehidupan setiap orang tidak hanya diartikan secara formal di lingkungan sekolah atau pendidikan. Akan tetapi, sosok guru juga dapat hadir dalam berbagai situasi dan kondisi di luar itu. Mereka dapat menjadi teman, sahabat, orang tua, dan lain-lain. 

Advertisement

Guru, kata yang berasal dari bahasa Arab yang berarti orang yang memberikan pengajaran mengenai kebebasan dari kesengsaraan (Malyana, 2020: 69). Arti itu mengisyaratkan, tugas dan kewajiban guru sangatlah berat karena membimbing anak didiknya untuk menemukan jalan yang benar. Hal serupa juga dikemukakan oleh Wicaksono (dalam Malyana, 2020: 69), guru adalah sosok yang penuh inspiratif bagi anak didiknya dengan harapan dapat menjunjung tinggi, mengembangkan, dan mengutamakan hal-hal yang menyangkut agama, budaya, dan ilmu.  Pendapat tersebut menyatakan, guru harus menjadi sosok panutan bagi anak didiknya sehingga guru harus selalu mengutamakan etika yang baik dalam saat bertutur dan bertingkah laku. 

Namun, seiring perkembangan zaman, arti guru mengalami perubahan. Arti guru lebih daripada itu. Guru diartikan sebagai sosok yang memiliki hati dan kepribadian yang mulia. Lantas, siapakah sosok di balik guru yang sebenarnya? Apa upaya yang harus dilakukan untuk menghargai guru?

Sosok guru bukan hanya sebutan bagi mereka yang terikat oleh profesi dalam dunia pendidikan. Semua orang layak disebut sebagai guru karena setiap orang pasti pernah memberikan pengajaran kepada orang lain. Pengajaran itu dapat melalui pelajaran dan pengalaman hidup, entah itu baik ataupun buruk. Setiap pelajaran dan pengalaman hidup yang diajarkan pasti mempunyai nilai-nilai berharga. Pengajaran tidak hanya diberikan oleh orang lain, tetapi juga bisa diberikan oleh diri sendiri melalui semua fase hidup yang pernah dilewatinya sepanjang hari. Sejalan dengan pepatah, pengalaman adalah guru paling berharga. Sejatinya, semua orang adalah guru terbaik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Advertisement

Sosok guru tidak serta merta hanya dijadikan sebagai inspirasi dan panutan. Melainkan juga harus dihargai keberadaannya dalam hidup. Berbagai bentuk penghargaan kepada guru dapat diberikan dengan cara. 

Pertama, selalu bersyukur atas hidup yang dijalani. Guru terbaik tidak akan pernah menyalahkan situasi dan kondisi yang ada, sekalipun dalam keadaan yang pahit. Sebab guru terbaik akan selalu menganggap, apa yang diterima dan dialami oleh dirinya sebagai batu loncatan untuk memperbaiki hidupnya di hari esok. 

Advertisement

Kedua, tidak menjadikan kegagalan sebagai bentuk kesalahan. Seorang guru pasti tahu, tidak akan ada keberhasilan yang diraih tanpa kegagalan. Sebab kegagalan menjadi sebuah proses untuk introspeksi diri terhadap perjalanan hidup yang dijalani. Sehingga, tidak perlu merasa khawatir dan takut akan kegagalan. Guru terbaik akan menyadari, kegagalan bukan berarti kekalahan, tetapi satu langkah menuju kemenangan. 

Ketiga, menghindari kata penyesalan. Berlarut-larut dalam penyesalan bukanlah hal yang baik karena seharusnya penyesalan diubah menjadi pelajaran. Penyesalan tidak akan mengubah apapun, apabila seseorang tidak melakukan tindakan yang mengarah pada perubahan. Guru terbaik akan mengetahui langkah apa yang seharusnya diambil ketika berada di posisi penyesalan. Guru terbaik juga akan mengetahui, akan selalu ada pesan dan hikmah di balik penyesalan. 

Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional pada 25 November mendatang, setiap orang harus belajar menjadi guru yang terbaik bagi dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum menjadi guru bagi orang lain. Apabila seseorang sudah berhasil menjadi guru untuk hidupnya sendiri, secara tidak langsung apa yang dialami dan didapatkan selama proses pembelajaran hidup akan dibagikan kepada orang-orang di sekitarnya. Agar orang lain dapat memetik hikmah hidup yang dibagikan. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE