Allah SWT menciptakan alam semesta, langit dan segala isinya, bumi dan segala isinya, dan segala apapun yang kita ketahui dan yang tidak kita ketahui, semua itu tak lain adalah agar kita senantiasa bersyukur dan selalu mengingatnya.
Cobalah tadahkan wajahmu ke atas. Lihatlah langit yang membentang luas tanpa batas. Dapatkah juga kamu mengukur antara dirimu dan segala sesuatu yang ada di langit? Masih ingat kan? bahwa dulu  ketika waktu sd, kita di kenalkan dengan benda benda langit. Di sana, terdapat bintang, bulan, matahari, meteor, planet, dan masih banyak lagi. Dalam ilmu agamapun di jelaskan juga bahwa di langit terdapat para malaikat yang menjaganya.Â
Sekarang cobalah tundukan kepalamu kebawah. Apa yang kamu lihat di bawah? Mungkin, jika sa'at ini kamu sedang rebahan di kasur yang kamu lihat adalah Sprai. Jika kamu sedang di taman, mungkin yang kamu lihat adalah taman. Jika kamu sedang berada di warung, kafe/ restaurant, yang kamu lihat adalah lantai. Namun bukan itu maksudku. Yang aku maksud adalah pada bumi yang kamu pijak.
Fikirkan, kira kira apa saja yang di hasilkan dari bumi?. Tentu sangat banyak bukan, mulai dari benda dan barang apapun di sekeliling kita, semua itu asal mulanya dari bumi. Seperti contohnya ada yang dari tanaman, tumbuhan, emas, tembaga, batu bara dll. Yang semua itu bersumber dari bumi.
Allah SWT menciptakan semua itu bukan tanpa sebab dan manfaat, tentu banyak sekali manfaatnya. Mulai dari hujan yang turun dari langit, matahari yang memancarkan sinarnya, dan segala apapun benda di dunia ini, pasti dapat di ambil manfa'atnya.
Lihatlah juga segala keindahan yang ada di alam jagat raya ini. Pada di kala malam, bintang yang gemilang, bulan yang bersinar. Di kala siang langit yang cerah membiru. Pada saat dirimu melihat pegunungan, bukit, pantai, lembah, tentu sangat indah bukan. Dan apakah hanya itu?. Tidak. Masih sangat banyak tentang cipta'an Allah SWT, dan segala keindahannya yang kita tidak akan pernah selesai jika membahasnya. Semua itu adalah tanda kekuasa'an dan ke'agunganya.
Teruntuk kamu, jika sa'at ini sedang merutuki hidup, berhentilah. Hidup ini sangat di sayangkan apabila terus terusan engkau salahkan. Coba belajarlah  pada orang orang yang lebih sengsara dari dirimu. Pada mereka yang miskin namun masih memberi, pada mereka yang sering gagal namun masih tetap berjuang. Pada mereka yang berulang kali jatuh dan bangkit.
Janganlah bandingkan hidupmu dengan orang orang yang lebih darimu. Mereka yang bergemilang harta, belum tentu bahagia. Mereka yang serba bisa, belum tentu merasa puas akan dirinya. Mereka yang terlihat mempesona, belum tentu banyak yang suka.
Sejatinya, siapapun kita sa'at ini adalah sama. Kita sama sama mempunyai kekurangan dan juga kelebihan. Sama sama memiliki tantangan, ujian, coba'an. Kita hidup menjalankan perannya masing masing. Namun, kita tidak sama dalam hal bentuk macam kelebihan, ujian, dan tantangannya. Mengapa Allah SWT ciptakan kita berbeda dalam  kelebihan, kekurangan, dan ke'adaanya? Semua itu tak lain adalah agar kita saling melengkapi.
Coba bayangkan jika kita semua di ciptakan secara sama, sama sama berjualan, lalu siapakah pembelinya?. Kita semua dokter, lalu siapa pasienya?. Sama halnya juga seperti tangan kanan dan kiri. Keduanya berbeda. Dari segi letak, bentuk susunan jari, dan keguna'an. Apa jadinya jika jika tangan kita berada di kanan semua? Atau apa jadinya jika kita hanya memiliki satu tangan. Ketika tangan sebelah terluka, pasti bergunalah tangan sebelahnya untuk mengobati.Â
Jangan pernah merasa sendiri, yakinlah Allah SWt selalu menemani. La tahzan innallaha ma'ana. Jangan bersedih, sesungguhnya Allah SWT selalu bersama kita. Mintalah petunjuk dan segala kemudahan terhadap Allah SWT jika kamu sedang kesusahan. Yakinlah, pasti Allah memberikan jalan. Karena, sejatinya yang mengatur scenario hidupmu adalah Allah SWT.
Jangan terlalu berharap terhadap bantuan manusia. Sebab hanya Allah lah yang dapat menjamin. Sayyidina Ali pernah berpesan, yang kurang lebihnya maknanya seperti ini, sesuatu hal yang paling menyakitkan adalah ketika berharap pada manusia. Sebab, memang berharap pada manusia adalah akar dari rasa kecewa dan sakit hati.
Selalulah berfikir positif, dalam segala apapun. Sebab, terkadang kesusahan dan kesulitan yang kita alami berasal dari fikiran kita sendiri. Yang membuat kita tidak dapat menikmati hidup ini. Bukalah matamu, lihatlah segala apapun yang dapat kamu lakukan yang tidak dapat orang lain lakukan. Ingatlah tentang segala apapun yang kamu miliki yang orang lain tidak memiliki. Terimalah, nikmatilah, manfa'atkanlah dan syukurlah.Â
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”