Tentang Seni Mencintai Diri Sendiri yang Perlu Kamu Miliki. Demi Hidup Lebih Waras Lagi

seni mencintai diri sendiri

Saat ini beberapa orang sangat terobsesi menjadi perhatian publik agar memiliki tempat tersendiri di masyarakat. Hingga tak sedikit orang yang mengorbankan kepentingan diri mereka sendiri demi pandangan baik orang lain tentang mereka. Contohnya adalah memaksakan hal-hal yang tidak seharusnya dipaksakan, seperti, mengikuti gaya orang banyak, memaksakan diri untuk selalu terlihat kekinian, dan mementingkan kepentingan orang lain dibanding kepentingan pribadi.

Advertisement

Beberapa orang lupa tentang apa yang terbaik dan yang seharusnya dilakukan untuk diri mereka. Lama-lama orang melupakan hal penting lain yang harus dilakukan, seperti self-love. Self-love atau mencintai diri sendiri, merupakan sebuah perlakuan dari diri kita terhadap diri kita sendiri berupa menerima, memaafkan, menghargai, dan memahami kita itu seperti apa, baik fisik maupun bagian dalam dari diri kita.

Self-love sering dihiraukan demi perhatian publik, padahal self-love adalah sesuatu yang sangat penting dan mengambil peran yang besar untuk kebahagiaan seseorang. Beberapa orang terlalu merutuki kekurangannya sampai lupa untuk mencintai diri sendiri. Padahal mencintai diri sendiri adalah hal yang penting karena kita bisa hidup lebih positif.

Dengan mencintai diri sendiri kita tidak melulu menuntut diri kita untuk menjadi sama dengan nilai orang lain, kita bisa lebih memahami apa yang sebenarnya diri kita butuhkan dan mengenyampingkan hal-hal yang tidak terlalu penting untuk dilakukan.

Advertisement

Mencintai diri sendiri bukanlah hal yang sulit, karena diri kita sendirilah yang tau apa yang terbaik untuk diri kita. Dengan memikirkan hal-hal positif yang akan kita lakukan merupakan salah satu awal dari perlakuan mencintai diri sendiri. Contohnya adalah mengingat hal-hal dari dirimu yang kamu cintai maupun kamu banggakan. Hal-hal apa saja yang membuat dirimu terlihat menonjol, seperti keahlianmu di suatu bidang sehingga kamu bisa mengasahnya dan mulai mengerti cara menghargai diri sendiri.

Selain itu, mencintai diri sendiri juga bisa dimulai dengan hal kecil yaitu melakukan sesuatu yang membuat hidup kita lebih teratur, seperti merapikan tempat tidur, lemari pakaian, melakukan olahraga ringan, serta mengerjakan pekerjaan kecil yang walaupun tidak memiliki dampak apa-apa, namun akan berdampak positif pada ketenangan kita terhadap diri kita sendiri dan diri kita di masa depan. Karena seperti apa yang orang-orang sering katakan, mulailah sesuatu dari hal yang paling kecil, meskipun tidak langsung terlihat tapi bisa membuat hidup kita membaik.

Untuk pembaca yang berkeyakinan terhadap Tuhan, kita bisa mendekatkan diri kita pada Tuhan. Dengan mengenal Tuhan kita bisa mengenal diri kita lebih baik, karena akan ada rasa tenang dalam diri kita. Seperti menghabiskan diri di Masjid, Gereja, maupun tempat peribadatan lainnya sesuai dengan kepercayaan kita. Karena jika hubungan kita dengan Tuhan baik, maka kita juga akan memiliki hubungan yang baik dengan makhluk-Nya.


Selain itu, cara lain untuk memulai mencintai diri sendiri adalah dengan melakukan kegiatan yang membuat kita mengenal diri kita sediri lebih dalam. Misalnya dengan melakukan me-time.


Me-time adalah aktivitas yang dilakukan oleh diri sendiri untuk menikmati hidup dengan menghabiskan waktu kita sendirian. Beberapa orang sangat sering melakukan kegiatan ini, beberapa beranggapan kalau me-time adalah bentuk dari memberi hadiah pada diri kita setelah hal-hal yang telah dilalui. Seperti membeli barang yang kita sukai, menghabiskan waktu di suatu tempat yang membuat kita merasa senang maupun terhibur, atau hanya menghabiskan waktu di kamar dengan buku favorit kita atau makanan-makanan yang ingin kita makan. Intinya, me-time merupakan segalanya yang bisa kita lakukan dengan diri kita sendiri karena me-time adalah segalanya tentang kebahagiaan.

Namun, beberapa orang masih menyalahartikan self-love dengan selfish. Padahal keduanya adalah dua hal yang berbeda. Selfish jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti egois atau dapat disimpulkan dengan perlakuan yang hanya mementingkan diri sendiri dan merugikan orang lain. Tentu saja hal ini jauh berbeda dengan self-love yang notabenenya sikap mencintai diri sendiri namun tidak egois.

Perbedaan lainnya antara self-love dan selfish yaitu, selfish merupakan tindakan yang dilakukan karena rasa takut akan tertinggal dari orang lain, dan perasaan ingin lebih unggul serta tidak memikirkan posisi orang lain demi keuntungan dirinya sendiri. Sedangkan self-love, merupakan tindakan yang dilakukan untuk kebaikan diri sendiri serta orang lain atau membuat orang lain tidak merasa rugi dengan perbuatannya.

Singkatnya, self-love adalah sikap mencintai diri sendiri namun masih mempertimbangkan orang lain sebelum bertindak. Tapi walaupun terdengar negatif, terkadang selfish merupakan keharusan dan bisa menjadi salah satu bagian dari cara mencintai diri sendiri atau self-love. Contohnya adalah saat kita berada dalam situasi yang merugikan kita, seperti berada dalam lingkungan yang toxic atau lingkungan yang memiliki pengaruh buruk untuk hidup kita. Ada kalanya kita harus menjauh walaupun mereka membutuhkan kita, tapi dalam hidup, kita harus bisa mensortir yang masuk dan keluar maupun yang tetap tinggal.

Selain beberapa hal di atas, ada satu hal penting yang harus dilakukan, yaitu dengan tidak membandingkan diri kita dengan orang lain. Semuanya akan kacau saat kita mulai mencari kekurangan kita dengan melihat kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Padahal, setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, seperti yang dibahas di atas, dengan menghargai apa yang kita punya, mengenal hal-hal yang menjadi keunggulan kita, tentunya akan mengurangi rasa minder terhadap diri kita sendiri.

Karena dengan melihat standar orang lain tidak akan membuat kita bahagia. Jadi, mulailah mencintai diri sendiri dengan menghargai kemampuan yang kita punya, karena self-love dimulai dari cara kita berpikir tentang diri kita dan bagaimana kita menghargai diri kita sendiri.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Saya adalah seorang mahasiswa jurusan Mass Communication di Universitas Bina Nusantara. Hobi saya menulis dan membaca. Role model saya dalam menulis adalah Kim Hanbin.

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE