Aku habisakan sisa waktuku sore ini untuk berjalan-jalan. Pantai, tujuanku sore ini untuk sekedar melepaskan beban pikiran, serta kejenuhan yang sudah mulai menjamur rasanya. Hilir mudik angin sudah bisa kurasakan saat kaki ini baru memasuki halaman parkir.

Suara deburan ombak pun sudah bisa aku dengarkan. Hawa sejuk dan perasaan tenang yang saat ini kurasakan. Ku langkahkan kakiku dengan pelan mengikuti irama deburan ombak. Sambil menikmati pemandangan pantai yang menuju lautan luas, serta memandangi langit biru nan cerah berhiaskan awan-awan yang sedang menari di sana. Seperti biasa, kaki ini selalu ku biarkan melangkah kemana hati ingin singgah. Kumpulan batu-batu besar dibalik pepehonan yang kali ini menjadi tujuan hatiku singgah.

Dari sini aku bisa melihat hamparan laut lepas, kapal-kapal besar dan juga kecil yang berlalu lalang. Beberapa orang yang memancing, atau bahkan sama sepertiku, hanya sekedar menikmati akhir penghujung waktu sorenya di hari ini. Di sini aku merasakan bebas yang sesungguhnya, di antara luasnya hamparan laut yang menyatu dengat langit. Laut luas, langit yang mulai berubah menjadi merah kejinggaan, suara deburan ombak serta suara hilir mudiknya angin-angin. Selalu bisa membuatku merasa tenang, tentram, serta mampu melupakan segala keluh kesahku akhir-akhir ini walau hanya sejenak.

Ya, senja pun tiba, waktu yang ditunggu-tunggu oleh para penikmatnya, seperti aku misalnya. Senja yang selalu membuatku bersyukur kepada Sang Pencipta akan hidup yang ku jalani sekarang karena masih diberi umur untuk bisa menikmati ciptaaNya. Sesaat namun mengesankan, itu yang selalu ku suka dari senja, dan yang pasti selalu aku rindukan hadirnya. Belajar dari senja ia tidak pernah menyesal meski harus tampil hanya sesaat. Bahkan ia selalu hadir setiap hari mesiki ia tahu hadirnya tidak pernah bisa meninggalkan bekas dan hanya dalam waktu yang singkat. Sama sepertiku yang akan selalu hadir meski kamu tidak pernah menyadari kehadiranku. Yang akan selalu mendoakanmu meski kamu tidak mengetahuinya.

Berbicara tentang kamu, kamu adalah seseorang yang selalu membuat hari-hariku berwarna. Yang membuat aku merasa tenang dan lupa akan keluh kesahku jika sudah bersamamu. Kamu yang selalu kurindukan untuk segera aku temui. Kamu yang selalu membuatku mengingat Allah SWT agar terus bersyukur. Karena-Nya telah mempertemukanku dengan sosok mu. Sosok yang mengajarkan banyak hal terhadapku terlebih tentang ketulusan, keikhlasan, serta kesabaran. Dan kamu juga sosok yang mampu menggeser luka masa lalu yang selalu berdiri di depan pintu hatiku. Karena dulu aku pernah berfikir tidak akan pernah lagi membuka hatiku untuk orang lain. Tapi hadirmu merubah segalanya.

Advertisement

Hingga pada akhirnya dirimu juga sama membuatku berfikir untuk tidak akan membuka hati lagi kepada orang lain. Sementara kamu dengan mudahnya memberikan hatimu untuk dia bahkan mereka orang-orang yang selalu ingin kamu dekati atau yang mendekati mu. Sampai dertik ini pun kamu akan selalu menjadi alasan mengapa aku selalu merindu, serta alasanku bertahan dalam ketidak pastian. Karena aku yakin sesuatu yang indah telah menanti di ujung sana dan rinduku akan menemukan titik untuk bertemu.


Bicara soal rindu.

Rindu hadir karena jarak yang memisahkan.

Sedangkan rindu akan hilang, jika kita menghabiskan waktu bersama orang yang kita rindukan.

Itulah alasan mengapa aku selalu merindukanmu.

Meski baru kemarin atau beberapa saat lalu kita bertemu.

Namun, karena kita sedang terpisahkan oleh jarak.

Dan yang selalu aku inginkan kita bisa selalu bersama, menghabiskan waktu dengan melakukan banyak hal.


Senja bisa hadir setiap hari dan selalu pasti kehahadirnya. Namun, dalam durasi waktu yang singkat. Sedangkan kamu, bisa kutemui dalam durasi waktu yang cukup lama. Namun, tidak bisa setiap hari dan tak bisa aku tentukan kapan hari pastinya kita bertemu. Itulah mengapa senja dan kamu sama. Selalu ku rindukan kehadirnya, karena kehadiran kalian tidak menetap melainkan hanya sesaat.