Lama aku tak mendengar kabar tentangmu. Ada rasa yang sebenarnya ku sembunyikan. Ku harap angin malam tak menyampaikanya padamu. Entahlah kenapa aku menjadi sangat merindukanmu malam ini. Aku akui kamu sudah berhasil mambuatku mengenangmu seperti janjimu di awal kita bertemu.

Ya Allah baru kali ini aku merasa begitu merindukan seseorang. Dia adalah orang yang satu bulan yang lalu selaluku ajak untuk bertengkar. Selalu mem-bully-ku dan selalu perhatian juga padaku, selalu mengigatkan jika aku belum makan. So sweet, heee.

Dia adalah orang yang mencoba membuatku bahagia dengan caranya sendiri yaitu mendekatiku dengan cara menggangguku. Orang yang selalu mencoba melibatkan aku dalam semua aktiviastnya meski hanya namaku yang sering diplesetkan dan namaku selalu disebut meskipun aku tidak ada di dekatnya.

Sebelumnya kuucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya telah datang kedalam hidupku walau singkat.

Kamu berhasil membuatku menemukan kembali rasa yang telah lama hilang dalam diriku. Aku merasa spesial diperhatikan olehmu. Jika bukan karena sebuah tugas kita tidak mungkin bertemu. Yahh aku akui, aku terlambat menyadari kode-kode yang kau berikan padaku.

Dan aku mulai sadar ketika kau mengatakan, berbahagialah kau jika sikapku seperti ini hanya untuk orang-orang spesial, karena biasanya aku adalah orang yang cuek.

Kata-katamu spontanitas menyadarkan aku siapa aku dan siapa kamu, aku juga menyadari saat itu aku telah terjebak dalam permainan mu. Aku telah masuk dalm lubang yang awalnya aku jauhi. Namun ketika aku sadar nyatanya kau telah membuat banyak kenagan yang hingga akhirnya sulit untukku lupakan.

Aku tidak berharap bahwa nantinya aku akan berakhir denganmu. Hanya saja aku menyukaimu itu saja. Aku berharap mendapatkan orang yang lebih taat darimu, yang bisa menuntunku ke janahnya. Tapi jika orang itu adalah kau. Itu tak masalah juga untukku.

Kita memang tidak akan bertemu lagi selepas ujian. Ku harap aku bisa melupakanmu secepatnya, sebenarnya inilah yang aku takutkan ketika aku menyukai seseorang, inilah yang ku katakan padamu diawal, jangan mendekat jika kau tak serius.

Aku adalah tipe orang yang susah sekali move on dengan hal seperti ini. Jika aku mencintai maka aku sulit untuk melupakan orang tersebut. Butuh berbulan–bulan, atau bahkan tahun untuk menghapus jejak yang tersimpan di relung hati.

Inilah yang aku takutkan. Tapi nyatanya kau tak percaya dan dengan mudahnya kau masuk kedalam hidupku dan kau buat sesuatu itu benar-benar terjadi, kemudian dengan enteng kau mengatakan pada ku, “aku hanya ingin menjadi orang yang selalu kau ingat.”

Iya benar, dan sekarang apa yang kau katakan itu terjadi padaku, aku mengigatmu di senja yang kosong dipenuhi awan kelabu, aku mengigatmu ketika hujan. Kau berhasil, ku ucapkan selamat atas keberhasilan itu.

Aku di sini bersama sajak-sajak yang tak putus-putusnya bercerita tentang kau. Aneh, iya memang aneh, apa yang kau sebut dengan rasa itu teryata muncul ketika aku menyadari bahwa kita sudah tak berjalan di jalan yang sama. Kita telah kembali pada aktivitas kita masing-masing.

Kembali sebagai orang yang sebelumnya tak pernah saling kenal. Kita benar-benar kembali ke dalam dunia masing-masing dan sampai detik ini aku tak penah melihatmu lagi.

Ya Allah aku mohon buanglah rasa yang tak patut ini, aku malu padamu aku menghianatimu berualang kali, aku datang padamu mengadukan orang yang jelas-jelas berbeda jalanya denganku. Smpuni aku, aku harap malam ini adalah malam terakhirku mengigatnya.

Biarkan ini hanya menjadi cerita aku, dia dan Engkau. Wahai Allah yang mampu membolak-balikan hati, tetaplkanlah aku pada jalan ini meski hingga akhirnya seluruh manusia akan membenciku namun jika ini adalah jalan menuju surga yang kau janjikan maka tetapkanlah aku, kuatkanlah aku menapakinya.

Dan untukmu yang pernah hadir kemudian pergi tanpa pamit. Pergilah aku sudah ikhlas toh jika memang kita jodoh kita akan bertemu lagi, entah kapan dan mungkin tidak akan..hee

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya