Pagi itu,,,, derasnya hujan membangunkanku dari lelapnya tidurku

Perlahan kubuka mataku, namun telingaku sudah lebih dulu tergoda dengan senandung yang hujan ciptakan.

Advertisement

Aku beranjak dan membuka jendela kamarku, dinginnya pagi itu menerobos masuk dan semakin membuatku begitu ingin menikmatinya. Kupandangi satu demi satu tetes hujan yang turun. Wahh… indahnya

Dedaunan yang kembali memancarkan warna alaminya setelah sekian lama menyimpan kerinduan datangnya hujan, menggoyangkan tubuhnya ke sana kemari oleh sentuhan derai rintik hujan.

Bagaimana bisa hujan selalu menciptakan kerinduan?

Advertisement

Tentang hujan pagi ini, aku menitipkan sepotong rindu kepadamu yang pergi membawa hati.

Bagaimana semua menjadi begini? Seperti hujan yang berkali-kali turun demikian hatiku yang begitu gigih lagi-lagi mencari bayangmu. Bayang yang ku harap sesaat saja muncul diantara ribuan tetes hujan itu. Hai kamu yang di sana, bagaimana kabarmu? Ada apa dengan diammu? Terpikirkah engkau di sana denganku? Ahh….tanyaku selalu tak berjawab.

Baiklah… kukatakan aku baik-baik saja… yang nyatanya selalu terhanyut dalam rindu yang kadang kala tak karuan. Ada banyak cerita yang ingin kusampaikan, ada banyak moment yang ingin kuciptakan denganmu, ada banyak makanan yang ingin kulahap bersamamu, ada ribuan tempat yang ingin kujelajahi bersamamu, dan terlebih lagi ada banyak tanya yang menanti jawab darimu.

Namun waktu masih saja membiarkanku menunggu. Menunggu bersama harapan yang tak tahu kapan berujung. Sudah berapa musim yang berlalu, hujan kali ini sudah kali ke berapa kunikmati. Entahlah, rintik hujan semakin deras, semakin mencipta rindu yang kian candu. Tak terpikirkah olehmu tentang penantian sesosok manusia ini yang terhanyut dalam belenggu tentangmu.

Belum cukupkah kamu berkelana dan kembali saja? Bagaimana aku bisa berhenti menunggumu setelah dirimu mengambil rasa begitu saja dariku? Bagaimana rindu semakin tak karuan setelah hatimu menjadi milikku?

Waktu perlahan berlalu, rintik hujan semakin tipis dan perlahan berhenti. Kutatap alam dari sudut jendelaku. Begitu sejuk dan bersemangat melalui hari untuk mencipta cerita disetiap detik waktu. Imajiku masih saja tertata rapi padamu. Memantapkan hati untuk terus bersabar dalam menantimu.

Biarlah aku menunggumu,

Juga menunggu jawab dari diammu jikalau waktunya sudah tiba

Aku akan setia menunggu, seperti hujan yang pasti akan turun kembali walau ku tak tau waktunya dengan pasti.

Kuyakin, kelak hujan tidak lagi bercerita tentang kerinduan padamu, tapi akan ku gantikan dengan seribu kenangan saat hujan bersamamu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya