Ketika aku telah mengikhlaskan apa yang telah pergi meninggalkanku, ketika aku telah merelakan kepergian seseorang yang sangat berarti bagiku, ketika itu pula aku yakin bahwa akan ada yang datang untuk menggantikan yang telah pergi.



Akhirnya keyakinanku tidak hanya menjadi sebatas keyakinan. Keyakinanku dijadikan kenyataan oleh Tuhan. Dan kini hadirlah sosok pengganti dia. Sosok orang baru yang tulus kasihnya melebihi dia, sosok yang tidak terpaut jauh fisiknya dari dia, namun sosok yang terpaut jauh dari dia perihal kesabaran dalam menghadapi segala sifatku. Orang baru ini memang memiliki kesabaran yang besar, kemarahan yang hampir tidak ada, dan cinta kasih yang begitu tulus ku rasa..



Sekarang aku bukanlah aku yang dulu, jika aku yang dulu selalu egois selalu mengedepankan ego dan menuruti segala kegengsianku, jika aku yang dulu selalu memendam amarah tanpa ada kemauan untuk menceritakan apa yang hati tidak suka, namun sekarang berubah menjadi aku yang lebih berpikir panjang sebelum mengambil suatu keputusan dan melakukan suatu hal, sekarang menjadi aku yang selalu terbuka dengan pasangan untuk membicarakan hal-hal dari yang kecil hingga besar yang barangkali ada suatu hal yang tidak disukai oleh hati. Karena aku tidak ingin kebodohan dan kesalahanku di masa lalu membuat orang yang saat ini bersamaku pergi meninggalkan ku seperti cerita cintaku yang lalu.



Hari demi hari telah ku lewati bersama dia orang baru. Kenyamanan mulai aku rasakan seiring berjalannya waktu. Meski aku merasa perasaanku telah terfokus hanya pada satu orang baru namun aku tetap tidak bisa memungkiri kalau dia orang lama masih sering hadir difikiranku meskipun hanya sekilas saja.

Advertisement



Aku sadar bahwa perihal melupakan, kita memang tidak akan pernah bisa benar benar lupa. Karena sejak dulu kala pada diri kita selalu ditanamkan pelajaran pelajaran untuk selalu mengingat. Melupakan juga bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengubah ingat menjadi lupa.



Namun meskipun aku belum lupa setidaknya aku sudah berusaha untuk tidak mengingat. Aku mencoba untuk menjalani hidupku yang sekarang bersama orang baru yang kini menjadi alasan kebahagiaanku. Aku tidak ingin membuatnya kecewa. Aku tidak ingin membuatnya merasa aku tidak menghargai keberadaannya. Maka dari itu perlahan aku mulai belajar untuk tidak hanya tidak mengingat masa lalu, namun aku juga ingin benar benar melupakan masa lalu beserta kenangan indah yang pernah ada di waktu dulu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya