#CatatanAkhirTahun – Siapkan Diri Untuk Menghadapi Senang dan Sedihnya Hidup di Tahun 2022

Persiapkan diri sebaik-baiknya dalam menyambut tahun 2020!

30 Desember 2021, dua hari sebelum berakhirnya tahun ini.  Tahun yang membawa perubahan bagi kita semua. Ada banyak peristiwa yang kita alami. Senang, sedih, bosan, bahagia, marah, kecewa, dan perasaan-perasaan lainnya tentu menjadi warna bagi hari-hari kita.Tahun ini kita senang karena mungkin dari kita semua ada yang sudah mendapat jodoh, ada yang diterima di suatu kantor, atau mungkin bahagia karena mendapat beasiswa.

Advertisement

Disisi lain kita sedih karena mungkin dari kita ada yang kehilangan orang terkasih, tertimpa musibah bencana alam, atau mungkin ditipu oleh orang tak bertanggung jawab. Yah, hidup itu memang seperti roda, selalu berputar. Kita kadang ada diatas, dimana kita tidak bergesekan dengan keras dan panasnya jalanan. Di lain waktu kita pun akan bergesekan dengan keras dan panasnya jalanan, dalam hal ini adalah ujian kehidupan.

Baik saat kita sedang diatas maupun dibawah semua itu tentu ada maksud dan tujuannya, karena senang dan sedihnya kita adalah skenario Tuhan Yang Maha Kuasa.Ketika kita mendapatkan kebahagiaan dalam bentuk materi, atau mungkin prestasi itu tidak berlangsung selamanya. Pada suatu masa uang yang kita punya akan habis, prestasi yang kita banggakan tahun ini, tahun depan orang lain lah yang memegangnya. Kebahagiaan tidak ada yang kekal di dunia ini.

Begitupun ketika kita ditimpa kesedihan dan kesusahan. Misal kita ditimpa penyakit, itu pasti ada obatnya, walaupun proses penyembuhannya sangat lama. Namun selama kita mau berusaha untuk berobat dan berdoa, pasti pada akhirnya akan sembuh juga. Ketika kita ditinggalkan oleh orang terkasih, kita pun merasa sedih. Namun, seiring berjalannya waktu rasa sedih itu menghilang, bersama dengan masa lalu yang kita lewati.

Advertisement

Ketika Tuhan memberikan kita kebahagiaan, Tuhan sebenernya ingin tahu apakah hambanya akan b ersyukur dan taat kepadanya, atau malah terlena. Kalau hamba itu tetap bersyukur dan taat, niscaya ketika Tuhan memberinya musibah, ia sabar, tidak mengeluh dengan keadaan karena ia sadar bahwa senang dan sedih yang ia alami adalah kehendak Tuhan. Dan ia yakin bahwa kehendak Tuhan adalah yang terbaik dan pantas untuknya. Ia sadar bahwa Tuhan memberikan yang ia butuhkan bukan yang ia inginkan.

Lain halnya dengan orang yang ketika diberikan kebahagiaan ia malah terlena, sombong dengan apa yang didapatnya. Ketika ia memiliki banyak harta, ia pamer. Karena ia merasa bahwa uangnya banyak, atau prestasinya banyak ia merasa tidak akan mengalami kesusahan. Ketika Tuhan memberinya kesusahan yang memb uat hartanya habis, ia mengeluh, marah-marah kepada Tuhan seolah-olah Tuhan adalah pelayannya, padahal ia adalah hamba yang seharusnya taat kepada Tuhan, dan mungkin sampai dititik ia putus asa dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Tentu kita semua tidak ingin menjadi seperti orang yang kedua kan? Maka dari itu kita harus sadar bahwa kita hanyalah manusia, yang takdir baik dan buruknya telah diatur. Maka untuk menghadapi tahun 2022 yang tinggal hitungan hari ini, kita persiapkan diri untuk siap menerima apapun yang akan terjadi pada kita. Kita bisa membuat resolusi dari A-Z, namun itu adalah keinginan kita. Keinginan kita tak selamanya menjadi kebutuhan kita, dan yang mengetahui kebutuhan kita adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka di 2022 kita persiapkan diri kita. Kita tatap hari-hari kita dengan optimis dan tanamkan pada diri kita masing-masing, apapun yang terjadi nanti itu adalah keputusan dari Tuhan yang terbaik buat kita, serta kita siap bersyukur ketika senang, dan bersabar ketika susah.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Suka ngemil bawang goreng.

Editor