Perjuangan Panjang Menemukan Skincare untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat

Skincare kulit sensitif

Semua wanita pasti menginginkan kulit yang sempurna. Namun, tidak ada satupun hal yang sempurna di dunia ini.  Salah satu permasalahan yang dihadapi para wanita terkait kecantikan adalah kulit sensitif. Kalau sudah seperti itu, sangat rentan berjerawat. Jerawat yang menghiasi wajah membuat wanita sangat risih, kadang bikin insecure sama diri sendiri.

Advertisement

Aku akan membagikan skincare yang digunakan untuk kulit wajah sensitif versi diriku sendiri. Kulit sensitif gampang banget berjerawat, ga pandang waktu dan situasi. Bisa timbul saat ada acara-acara yang butuh make-up atau timbul di bagian wajah yang sangat menganggu. Misal, di hidung. 

Kalau sudah seperti itu, ya mau gimana lagi. Dipaksain makin bikin breakout, apalagi dipaksain dengan make-up yang tebal. Semakin beranak-pinaklah jerawat. Lalu, hampir semua orang pernah mengalami jerawat di hidung. Ya `kan? Bener, sakit banget!

Disentuh pun, benar-benar sakit. Nggak bisa matang, hanya berwarna merah yang membenam di dalam kulit. Udah gitu, hilangnya lama banget. Ya, sering disebut jerawat batu. Mirip kaya batu, keras, bedanya hanya diwarna merah seperti bisul. 

Punya wajah yang sensitif membuatku banyak melakukan eksperimen. Dari mencoba berbagai macam skincare, sampai pantang makan-makanan yang berlemak. Ini adalah pengalamanku dua tahun yang lalu melawan jerawat di kulit yang sensitif.

Sebelumnya aku jelasin dulu kalau kulitku berwarna putih-kekuningan, berminyak di seluruh bagian wajah, dan pori-pori besar, serta ada bekas-bekas bopeng jerawat terdahulu. Wajahku nggak rata, dan masih punya bekas jerawat yang menghitam. 

Advertisement

Aku baru menyadari kulitku sensitif dua tahun yang lalu, karena waktu kuliah aku ga peduli sama muka. Mau berjerawat atau mulus aku bodoh amat. Aku pernah sih mikir kenapa jerawat di wajahku nggak bisa sembuh-sembuh. Tapi, hanya sekedar berpikir gitu saja, nggak pernah mau ngobatin.

Sampai akhirnya, kulitku breakout parah banget. Merah-merah di bagian pipi, kening dan dagu. Timbul jerawat-jerawat batu yang bersarang di bawah kulit. Waktu itu aku benar-benar panik, stres dan malu sama orang sekitar. 

Selama itu, aku nggak pernah sama sekali keluar rumah. Kebetulan, posisinya aku belum bekerja, baru selesai kuliah. Fresh Graduate masih semangat mencari kerja. Sempet konsul beberapa kali ke dokter nanyain masalah wajah. Dokter bilang kulitku ini sensitif. Nah, di situ aku langsung sadar dengan penjelasan dokter. Kalau kulit sensitif gampang terkena masalah kulit termasuk jerawat.

Dari itu, aku mencoba mencari-cari informasi tentang wajah sensitif dan cara menanganinya. Nonton video di Youtube tentang wajah sensitif dan berjerawat. Aku mencoba jenis skincare yang menurutku cocok banget. Serius, aku hanya pake feeling aja milih skincare. 

Rekomendasi skincare dari beauty vlogger di Youtube aku ikuti. Katanya, kulit sensitif itu nggak boleh pakai skincare yang mengandung alkohol. Aku mulai mencari-cari merk skincare yang tidak mengandung alkohol. Dimulai dari facial wash. Cetaphil.

Facial wash ini bener-bener bagus banget untuk kulitku. Biasanya, kalau habis mandi, wajahku merah-merah dan pori-pori membesar. Setelah menggunakan Cetaphil, kemerahan berkurang dan kulitku ga jadi kering. Beda banget sama facial wash yang mengandung alkohol. 

Lalu, penggunaan toner. Dulu aku ga pernah pakai toner. Rasanya ribet banget, terlalu banyak langkah buat mengurus muka aja. "Buang-buang waktu!" Tapi ternyata toner sangat penting untuk langkah pertama dalam dunia per-skincare-anUntuk mengangkat sisa kotoran yang belum bersih saat mencuci wajah, mencegah kulit kering, mencegah kulit berjerawat dan melembapkan kulit. 

Toner yang aku gunakan adalah Cosrx. Aku suka banget dengan toner ini, karena nggak berbau, cair seperti aquades biasa. Satu botol Cosrx aku pakai selama hampir enam bulan. Ini ampuh banget dan cocok untuk kulitku. Udah bagus, irit lagi. 

Lanjut, setelah penggunaan toner, aku menggunakan serum. Jenis-jenis serum banyak dijual. Namun, aku pilih Benton Snail Bee. Dari informasi yang aku dapat, serum ini bagus banget untuk jerawat, bahkan bisa untuk meratakan kulit yang bopeng. 

Terakhir, untuk pelembap wajah aku menggunakan Skin Aqua. Produk asal Jepang ini memang ramai dibicarakan. Ini sangat bersahabat untuk kulit sensitif sepertiku. Di samping melembapkan, Skin Aqua juga mengandung SPF. Jadi, sudah satu paket. Nggak perlu pakai SPF lagi. Karena biasanya, kulit sensitif juga nggak cocok pakai sunscreen. 

Nahitu dia beberapa skincare yang aku gunakan selama satu tahun selama breakout. Dua tahun terakhir ini, kulitku membaik dan bekas jerawatpun perlahan menghilang. Aku harap ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang baca. Tapi, kembali lagi setiap orang jenis kulitnya berbeda-beda.

So, berhati-hati dalam memilih skincare yang cocok untuk kulit sensitif. Yang punya kulit sensitif pasti tahu rasanya melindungi wajah dari kejaran jerawat membandel. Oh, iya jangan pernah lupakan makanan yang dikonsumsi karena sangat mempengaruhi kulit juga lo!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE