Bidang keuangan, apa yang terlintas dalam pikiran anda jika mendengar kata tersebut? Apakah seorang yang selalu menghitung uang setiap harinya? Ataukah para auditor yang setiap harinya memeriksa pemasukan dan pengeluaran sebuah perusahaan? Ternyata dalam bidang keuangan masih banyak lagi profesi-profesi lainnya, tidak semuanya berhubungan langsung dengan uang dan hitung-hitungan.

Salah satu contohnya dapat dilihat dari sebuah sosok yang biasa dipanggil Febri ini. Wanita 29 tahun yang sudah memiliki beberapa pengalaman dalam bidang tersebut saat ini telah memegang profesi sebagai Manager BMD (Business Marketing Development). Ia dapat dibilang sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk menceritakan karirnya saat ini.

Advertisement

Lahir dan besar di Tasikmalaya, ia sekolah SD sampai SMA di sekolah negeri disana. Walaupun sering berpindah antar sekolah namun masih dalam satu domisili yaitu Kota Tasikmalaya. Setelah itu ia berpindah untuk kuliah di Jakarta, yaitu Universitas Persada Indonesia Y.A.I. dengan jurusan Accounting yang sudah mengarahkannya pada bidang keuangan. Setelah mendapatkan sarjananya, ia bekerja sebagai auditor dalam sebuah perusahaan selama 3 tahun. Namun di awal tahun keempat, ia memutuskan untuk melanjuti pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Setelah 2 tahun, iapun berhasil mendapatkan gelar S2-nya di Binus International dengan jurusan Business Management.

Barulah setelah lulus dari sarjana yang kedua, ia mendapatkan pekerjaan di perusahaan Heliantono dan rekan yang beraviliasi dengan Randall Parker International London-Base sebagai salah satu bagian dalam Business Project/Business Marketing Development. Kesehariannya dapat dibilang untuk mencari klien baru yang akan bekerja sama dengan perusahaannya, mempertahankan klien yang sudah ada, dan lain sebagainya.


Kabar baik pun baru terdengar malam 31 Januari kemarin, yaitu ia diangkat menjadi manager team tersebut. Saat ini sudah dapat dibilang ia mencapai posisi yang cukup baik di perusahaannya tersebut.


Advertisement

Beliau yang bercita-cita menjadi dokter saat masih usia belia, berhasil menjadi “dokter uang”, kalau yang dikatakan oleh beliau, di usianya yang sudah matang ini. Jika ditanya mengapa ia berpindah minat, jawabnya adalah “Karena waktu aku nyoba belajar biologi, nggak suka… aku lebih suka ngitung uang, lebih suka meriksa pemasukan dan pengeluaran gitu deh.”

Sejak ia mengetahui bagaimana profesi auditor tersebut dari seorang temannya, ia langsung meminati hal tersebut dan menggeserkan minatnya pada bidang keuangan. Oleh karena itu, minatnya selaras dengan profesinya saat ini. Ia memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat insani beliau agar tidak bosan selama belajar dan bekerja.

Dari karir beliau, kita dapat belajar bahwa untuk memilih karir dan jurusan kuliah harus sesuai dengan minat insani kita. Jika tidak, maka belajar dan bekerja akan menjadi neraka bagi diri kita sendiri. Oleh karena itu, sejak dini kita harus mulai mengeksplorasi diri dan mengetahui apa yang di minati. Seperti beliau, ia mengetahui mengenai bidang keuangan saat di SMA, masih untung karena belum masuk kuliah.

Coba bayangkan, jika ia sudah terlanjur masuk Fakultas Kedokteran namun ternyata tidak suka dengan biologi, apa yang dapat Ia lakukan? Pindah mungkin dapat dilakukan, namun rugi dari segi uang. Jadi, kalau bisa ketahuilah minatmu dari sekarang sehingga tidak mengalami perpindahan jurusan saat sudah di universitas.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya