Stop Insecure Dengan Tubuhmu! 2 Gangguan Makan Ini Bisa Datang Kapan Saja

Gangguan makan adalah hal yang umum terjadi. Banyak faktor dan penyebabnya, Anorexia dan Bulimia adalah gangguan makan yang paling sering diderita oleh masyarakat.

Kemajuan teknologi ini juga sangat memudahkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang bukan? Kita bisa melihat hidup orang lain melalui platform media sosial yang ada. Rasanya dunia ini seperti dilipat dan dijelajahi dalam hitungan detik. Di masa pandemi ini intensitas kita dengan penggunaan gawai semakin meningkat. Kita bisa melihat unggahan kerabat rekan, sahabat bahkan kerabat kita sendiri. Umumnya, unggahan maupun postingan yang ada di sosial media hanya menunjukan sisi terbaiknya, tanpa mengetahui proses dan usaha apa saja yang harus dilakukan untuk menghasilkan pencapaian tersebut.

Advertisement

Namun perlu diingat, penggunaan sosial media ini memiliki 2 dampak positif dan negatif. Tergantung bagaimana diri kita menyikapi persoalan tersebut. seringkali para wanita menjadi tidak percaya diri, merasa tidak puas kepada diri sendiri, hingga munculnya rasa insecure ketika melihat salah satu rekan maupun idola mereka mengunggah postingan dengan penampilan terbaik dan memiliki badan yang ideal, terlebih lagi stereotipe memiliki badan langsing sangatlah lekat di benak kita. Mengapa aku tidak bisa seperti dia ya? apa yang kurang? Pertanyaan tersebut sering muncul di dalam pikiran kita. Sebenarnya kita juga tidak bisa mengelak fakta bahwa manusia adalah makhluk visual, menyukai keindahan. Banyak orang memiliki obsesi untuk memiliki bentuk tubuh seperti model, padahal hidup ini bukan hanya tentang penampilan saja. Banyak hal yang lebih penting untuk diprioritaskan daripada obsesi menjadi sempurna.

Dengan adanya obsesi untuk memiliki postur tubuh yang diimpikan, seseorang akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Banyak sekali akibat yang disebabkan oleh obsesi tersebut, seperti kekhawatiran berlebihan yang dapat menyebabkan gangguan makan. Ada 2 jenis gangguan makan yang sering kita dengar adalah Anorexia Nervosa dan Bulimia.

Apa itu Anorexia Nervosa?

Advertisement

Anorexia Nervosa adalah penyimpangan maupun gangguan pola makan yang ditandai dengan ketakutan berlebihan saat adanya penambahan berat badan, mempertahankan atau mengurangi berat badan dengan cara menahan rasa lapar tujuannya agar memiliki postur tubuh yang ramping maupun langsing.

Terkadang penderita juga membatasi jumlah makanan secara ketat, sengaja melewatkan jam makan, dan penderita selalu mengkhawatirkan berat badan. Dampak buruk yang terjadi jika seseorang menderita Anorexia Nervosa adalah adanya penyusutan pada tulang, kekurangan mineral, detak jantung tidak stabil, nafas menjadi lebih pendek, gangguan pertumbuhan badan serta penderita Anorexia Nervosa berkepanjangan dapat menimbulkan gangguan makan yang lain yaitu Bulimia.

Advertisement

Apa itu Bulimia?

Bulimia, berbeda dengan Anorexia. Jika seseorang menderita Anorexia masih bisa mengontrol pola makannya, berbeda dengan penderita Bulimia. Penderita Bulimia Bisa mengonsumsi makanan dengan jumlah besar dan adanya keinginan mengeluarkan makanan tersebut dengan cara memuntahkan kembali. Bulimia juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan kimiawi di dalam tubuh.

Efek yang diderita oleh penderita Bulimia adalah adanya pembengkakan pada kelenjar ludah, jaringan parut di jari tangan, gigi menjadi terkikis dan menguning karena intensitas muntah yang menyebabkan banyaknya asam lambung di mulut, terganggunya pencernaan karena efek samping obat pencahar.

Nah, untuk mencegah kedua gangguan makanan tersebut kita harus mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan gangguan makan seperti Anoreksia dan Bulimia.

1) Faktor Sosiokultural

Disebabkan oleh stigma masyarakat bahwa wanita yang cantik memiliki tubuh langsing, Pria yang gagah adalah pria yang tinggi dan berotot.

2) Faktor Psikologis

Terkadang setiap individu memiliki kecemasan yang berbeda, sehingga kecemasan tersebut dapat memicu gangguan makan

3) Faktor Biologis

Terjadi ketidakseimbangan dalam otak yang mengontrol nafsu makan setiap individu dan adanya pengaruh genetik (salah satu anggota keluarga ada yang memiliki riwayat gangguan makan)

4) Faktor Keluarga

Disfungsionalnya peran keluarga dalam membentuk karakteristik, menyebabkan adanya konflik batin pada individu.

Setelah mengetahui faktor diatas kita juga harus bisa mencegah maupun meminimalisir gangguan makanan dengan cara belajar untuk mencintai kurang dan lebihnya diri sendiri, bersikap realistis terhadap gambaran media tentang standar bentuk badan ideal. Jika ingin memiliki tubuh sehat lakukan olahraga dan mengkonsumsi makanan yang sehat, lakukan secara wajar dan jangan berlebihan. Kurangi intensitas penggunaan media sosial jika dirasa sosial media dapat memicu kecemasan pada diri anda. Lakukan komunikasi yang baik dengan teman dan keluarga agar lingkungan kita mengetahui apa yang terjadi pada diri kita.

Jika anda merasa gejala dan faktor diatas cukup menjadi hipotesa awal bahwa anda menderita gangguan makan segera lakukan pengobatan medis maupun psikis. Yuk kurangi rasa insecure mu dengan bersyukur! Selagi kita diberi kesempatan untuk hidup, jangan sia-siakan hal tersebut ya nikmati dan bahagia selalu.

DAFTAR PUSTAKA

Krisnani, H., Santoso, M. B., & Putri, D. (2018). GANGGUAN MAKAN ANOREXIA NERVOSA DAN BULIMIA NERVOSA PADA REMAJA. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 399. https://doi.org/10.24198/jppm.v4i3.18618

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE