Street Library : Upaya Penumbuhan Budaya Berliterasi

Hi peeps! Kalian pasti udah tau dong kalau Indonesia saat ini berada di Era Revolusi Indsutry 4.0?

Revolusi Industry 4.0 merupakan sebuah proses perubahan bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan, kendaraan otonom, dan internet saling memengaruhi lho dalam kehidupan manusia. Di era revolusi ini, semua kegiatan manusia bisa dilakukan dengan melibatkan teknologi yang memberikan sebuah kemudahan bagi manusia dalam menjalankan aktivitasnya seperti mencari sebuah informasi melalui internet.  Kita harus bisa beradaptasi dengan adanya perkembangan teknologi ini  agar tidak ketinggalan zaman nih!!!. Tapi, semua informasi yang ada di interent belum tentu bener lho kefaktualannya sehingga berpikir kreatif, cerdas, selektif  dan inovatif dalam mengolah sebuah informasi menjadi sebuah faktor yang penting dalam mengikuti perkembangan zama di era Revolusi Industry 4.0 melalui membaca dan mengakses sumber informasi yang ada sebanyak mungkin. Kita tidak boleh menelan mentah-mentah informasi yang ada. Be selective!. Membaca merupakan sebuah hal yang cukup penting dalam proses pencarian sebuah informasi yang akurat. Dalam membaca, dibutuhkan sebuah minat agar kita semua  rajin dan gemar dalam membaca, khususunya dilakukan sejak dini. Dengan membaca, kita akan mendapatkan insight baru, membuka wawasan, dan meningkatkan kreativitas. 

Kalian tau gak sih peeps kalau Indonesia merupakan  salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam serta sumber daya manusia?. Keberlimpahan SDA dan SDM yang ada membuat Indonesia menjadi negara maju (Developed Country) berpeluang cukup besar. Namun, sampai saat ini Indonesia masih menjadi negara yang berkembang (Developing Country) karena dipicu oleh kurangnya minat SDM yang ada dalam membaca atau berliterasi. Padahal, tingginya minat baca setiap individu akan berpengaruh pada wawasan, perilaku, dan mental individu itu sendiri.  Menurut UNESCO, minat baca warga Indonesia masih berada pada posisi kedua dari bawah di tingkat dunia. Hal tersebut menunjukkan bahwa hanya sekedar 0,001 persen (1.000 orang di Indonesia) hanya 1 orang yang rajin membaca. Selain kurangnya minat baca, rendahnya literasi di Indonesia juga disebabkan oleh belum meratanya fasilitas perpustakaan yang layak karena sulitnya akses layanan perpustakaan di beberapa wilayah. 

Masyarakat Indonesia sangat membutuhkan sebuah layanan perpustakaan demi memenuhi kebutuhan segala informasi yang ada dan menumbuhkan minat baca di Indonesia. Dengan demikian, perpustakaan dan masyarakat dapat berkolabrasi satu sama lain untuk mewujudkan  Indonesia Berliterasi. Namun, di era sekarang hubungan masyarakat dengan perpustakaan belum erat. Masih ada sekata diantara keduanya. Sehingga perlu adanya sebuah saarana yang dibangun untuk menciptakan hubungan kerja sama yang erat antara perpustakaan dan masyarakat. Hal tersebut bisa dilakukan dengan mendirikan sebuah Street Library yang diharapkan dapat membantu masyarakat yang belum bisa mengakses perpustakaan dalam mencari sebuah informasi serta bahan bacaan. Oleh karena itu, budaya berliterasi di Indonesia seyogyanya sudah menjadi perhatian khusus semua kalangan baik masyarakat maupun pemerintah.

Gimana nih peeps, dari pembahasan diatas sudah dapat motivasi kan untuk rajin membaca? Kita sebagai penerus bangsa harus gemar nih dakam berliterasi. Membaca itu gak ada ruginya kok malahan kita dapat insight baru. Yuk sama-sama belajar dan berposes!. 

ADVERTISEMENTS

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Aku Dita Aprilia, biasa dipanggil Dita. Aku anak ke dua dari dua bersaudara. Usiaku 19 tahun. Aku sedang menempuh pendidikan S1 jurusan Pendidikan Luar Sekolah di Universitas Negeri Surabaya semester 3. Motto hidupku adalah You dont have to be the best, you just have to be the most consistent and stay true to yourself. Tetap melangkah, abaikan omongan orang, dan tetap fokus.