#RemajaBicaraKespro-Aku Sudah Menstruasi? Duh, Sudah Jadi Dewasa!

Menstruasi bukan hanya darah yang keluar dari vagina, tapi juga tentang tanggung jawab dan menjaga diri

Enak nggak sih menjadi seorang dewasa? Waktu kecil aku berpikir kelak ketika dewasa kita bisa melakukan apa pun yang diinginkan tanpa dikekang orang tua. Tapi aku lupa tentang tanggung jawab. Ya, ketika dewasa kita bisa memutuskan aktivitas apa yang akan dilakukan dengan sendiri, tidak sama ketika waktu masih anak kecil yang sangat bergantung pada orang tua. 

Advertisement

Nah Sobat, aku mau membahas mengenai menstruasi. Menstruasi bukan juga tentang darah yang keluar dari vagina setiap bulannya. Menurutku ada beberapa hal yang perlu perempuan pahami mengenai menstruasi yaitu tentang tanggung jawab dan menjaga diri. Apakah kalian merasa menstruasi itu sebagai titik awal, "Oke, gue udah dewasa"? Hehe adakah yang berpikir seperti itu? 

Sewaktu menstruasi pertama, sebelumnya aku kurang paham mengenai menstruasi. Di area celana dalam ada bercak cokelat kehitaman, tidak tahu apa. Kenapa kalau keluar dari dalam tubuh kenapa warnanya seperti itu ya? Aku tidak terlalu banyak memikirkan. Hingga suatu saat ibuku sedang mencuci pakaian dan memanggilku. 




"Sini lihat deh! Ada bercak di celana, kamu sudah menstruasi?"


Advertisement

Sontak aku kebingungan dengan pertanyaan ibu. Aku tidak bisa memberikan jawaban yang tepat. Sebelum bertanya, ibu mungkin sudah tahu dan berpengalaman. Beliau mengatakan bahwa itu adalah menstruasi. Pikiran dan perasaan campur aduk, jadi apa yang harus dilakukan setelah ini? Kalau kalian ada di posisiku saat itu, bingung nggak sih? Ibu menjelaskan secara singkat dan sederhana bahwa aku telah mengalami menstruasi dan perlu menjaga kebersihan. 

Ada hal yang unik ketika pertama kali ibu memberitahu bahwa aku telah mengalami menstruasi. Ibu menyuruhku menandai tanggal saat itu juga di kalender dengan menggunakan lipstick, hehe. Aku lupa kenapa menggunakan lipstick. Tanggal tersebut menjadi patokan apakah setelahnya telat menstruasi atau tidak. Dan juga menjadi kenang-kenangan mengenai hari pertama aku tahu menstruasi. 

Setelahnya, aku belajar menjadi cewek yang mandiri dan dewasa, tapi tetap butuh sosok yang menjaga aku. Ibu bilang akan memberitahu ayah bahwa aku sudah menstruasi. Hmm, aku merasa malu karena kenapa ayah harus tahu? Akhirnya aku paham bahwa ayah harus tahu anak perempuannya sudah beranjak dewasa. 

Aku melewati masa pubertas dan ada tanggung jawab baru yang harus dilakukan. Ketika dahulu mencuci baju dilakukan oleh ibu, sekarang aku mencuci baju sendiri. Begitu pun hal-hal lain juga yang baiknya aku kerjakan secara mandiri.

Menjadi seorang dewasa membuatku bertanya-tanya, "Enak nggak sih? Kok jadi nggak percaya diri?" Tetapi itu adalah persepsi dari diri sendiri. Ketika sedang mengetik ini aku kuliah dan masih belajar menjadi seorang cewek yang pemikiran dan sikapnya dewasa. Bukan hal yang aneh jika kita merasa sedih atau senang, kita perlu mengelola perasaan itu dengan baik. 

Seorang perempuan mengalami menstruasi dan itu bukanlah suatu hal yang tabu. Memberi tahu orang lain bahwa kita para cewek sedang menstruasi membantu mereka memahami kita di saat ada hal yang memang perlu dipahami dan aku belajar bahwa ini melegakan.

Dari pandangan cowok pun baiknya menjadi sosok yang menjaga dan melindungi cewek. Ayah melakukan ini padaku. Nah, hal yang aku ceritakan di atas adalah pengalaman pertamaku menstruasi. Pasti kalian punya pengalaman juga dan bisa kita ambil hikmahnya. 

Belajar mengenai reproduksi adalah penting. Ini berarti juga kita belajar memahami diri sendiri dan orang lain. Jika teman cewekmu sedang kesal tidak ada hujan tidak ada angin, siapa tahu dia sedang PMS. Maka dari itu, yuk! Kalian bisa cari tahu hal-hal yang berhubungan dengan seksualitas dan kesehatan reproduksi di doktergenz.hipwee.com.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE