Horeee, akhirnya gue lulus juga! Mimpi buruk gue menjadi menjadi mahasiswa abadi di kampus nggak jadi kenyataan deh :)


Itu lah kalimat yang terlontar dari seorang mahasiswa setelah berjuang selama kurang lebih 3 s/d 4 tahun demi meraih kelulusan akademik. Ya, pada semester akhir mahasiswa seringkali menjadi momok yang membuat sebagian dari mereka harap-harap cemas karena teman seangkatan mereka sudah lulus bahkan berkarir, dan yang tambah dibuat susah tidur adalah adik kelas yang melangkahi kelulusan mereka :p

Advertisement

Ini merupakan cerita nyata dari penulis pribadi saat melewati gempuran semester akhir perkuliahan pada saat itu. Cerita ini terjadi pada tahun 2016 dimana penulis sedang menyusun skripsi, sebagian teman sudah melewati sidang skripsi dan hanya tinggal menunggu wisuda. Sementara penulis bahkan masih sulit untuk ketemu dengan dosen pembiming kala itu, sedangkan deadline hanya sekitar kurang lebih 2 bulan kalau mau wisuda bersamaan teman-teman angkatan.

Selama 2-3 hari penulis menyendiri dan berpikir untuk apa yang akan dilakukan saat itu, sampai penulis akhirnya berusaha untuk menghindari kegiatan yang tidak penting dan menyita waktu, seperti stop main sosmed, uninstall BBM, PATH, LINE, buka Instagram, FB, kecuali Whatsapp karena itu satu-satunya media untuk berinteraksi dengan teman-teman yang masih berjuang dan dosen pembimbing


Ketika pada saat itu buka Instagram rasanya tekanan banget karena ngeliat sebagian teman lu udah merayakan kelulusan mereka :')


Advertisement

Setelah kurang berinteraksi dengan dosen pembimbing selama itu, akhirnya beliau dengan senang hati untuk ditemui di tempatnya. Gue bernegosiasi agar diberikan kemudahan. "Oke, penelitian kamu saya tanda tangan ACC asalkan kamu bisa mempertanggungjawabkan pada saat sidang nanti," dengan sumringahnya gue mengiyakan amanah beliau.

Gue sidang tepat di saat hari tanggal lahir gue dan kelulusan itu merupakan kado termanis yang pernah gue terima selama ini. Gue bener-bener terharu dan setelah dinyatakan lulus gue mencoba mulai mengejar karir saat itu untuk ngebantu perekonomian keluarga. Mulai datengin event jobfair, perusahaan yang ngadain walk in, dan apply via situs online.


Event job fair selalu ramai :(


Begitulah persaingan dunia kerja coy! Jadi sebisa mungkin lu lulus jangan sekedar lulus. Tapi lu harus bener-bener punya keahlian khusus, karena yang berminat berkarir dengan yang sama dengan lu impi-impikan selama ini bukan 1-2 orang aja! Gue bolak balik datengin panggilan seringkali kalau nggak lolos di interview user, padahal nilai psikotest udah lumayan cukup bagus. Tapi bahkan seringkali juga sebaliknya gue lolos interview tapi nggak dengan psikotest-nya.

Dan hingga tiba akhirnya bulan November 2016 gue diwisuda, dengan status fresh graduate dan sebagian teman-teman lu udah menjadi karyawan corporat, setiap ditanya mereka kerja diamana, ya pede aja bilang gue baru lulus kemarin, karena nggak ada yang salah sih dengan terang-terangan lu bilang begitu. Hehe.

Ya, setelah diwisuda mulai kembali aktif gue menjadi seorang jobseeker dengan status fresh graduate non-pengalaman. Sebenernya penulis pernah bekerja buat sebuah event penghimpunan dana setiap bulan ramadhan. Tapi itu hitungannya cuma semacam jadi volunteer gitu.


Perbaiki CV dan buat semenarik mungkin di mata rekrutmen, karena CV lu bukan sekedar dilirik tapi jadi perhatian HRD!


Ya, mungkin waktu itu gue berpikir ada yang salah saat gue apply lamaran ke perusahaan-perusahaan. Gue perbaiki CV gue, gue buat semenarik mungkin sepeti dari referensi-referensi yang ada di internet, dan booom! Wadaw.. sebagus-bagusnya dan semenarik apapun CV lu tapi lu masih sering gagal di psikotest dan interview :D


Temen seperjuangan jobseeker seangkatan lu udah kerja sebagian dan akhirnya lu berjuang tanpa teman nyari-nyari kerja.


Gue tuh bingung coy, gue dan temen2 itu lulus dari jurusan Manajemen Perbankan Syariah, yang mana oriented mereka setelah lulus ya dunia perbankan, atau lembaga keuangan non-bank atau non-profit. Tapi doa dan kerja keras mereka kebanyakan Tuhan berkehendak lain, sebagian dari mereka ada yang bekerja untuk retail, guru, food & beverage tapi ya nggak sedikit yang bangun usaha sendiri.

Ya rejeki udah ada yg ngatur sih, mereka beradaptasi dengan karir mereka yang berbeda dengan jurusan perkuliahan dengan baik. Gue seneng kalo temen-temen gue udah punya kerjaan karena itu artinya doa kita sama-sama dikabulkan. Pun itu udah berbulan-bulan pasca kita wisuda bareng, salah satu temen gue yang udah kerja sebagai tenaga ngajar ngabarin gua kalo dia resign dari pekerjaannya karena gak sesuai keinginan hati.


Setelah enam bulan, akhirnya gue berkarir juga :')


Secara singkat di bagian penutup dari cerita gue ini, selama kurang lebih enam bulan gue diwisuda, gue dapet pekerjaan di salah satu bank syariah. dan yang lebih bersyukurnya lagi posisinya dekat dari rumah gue. Setelah melalang buana ke daerah perniagaan yaitu Sudirman, Kuningan, & sekitar DKI, gue justru dapet karir yang dekat dari rumah gue di kota Depok. Gue baru sadar selama ini emang gue kurang minta sama yang diatas untuk ngabulin permohonan gue karena usaha yang gak dibarengi dengan doa itu akan sulit diperoleh hasilnya.

Pun itu gue dapet dari grup Whatsaap di angkatan kuliah gue. Ya itu emang penting, asal kalian tahu, bangun relasi selama kuliah, aktif berorganisasi, dan selalu terlibat kegiatan kampus meskipun menurut kalian itu sepele. Tapi dampak yang akan diberikan kita gak pernah tau, jadi buat kalian yang saat ini masih kuliah manfaatin sebaik mungkin masa-masa perkuliahan kalian demi meniti masa depan sendiri.

Gue yakin pasti kalian yang baru lulus tapi belum bekerja seringkali kalian minder dan nggak tau mau jawab apa ketika kebiasaan orang kita yang selalu kepo dengan urusan pribadi kita "Sekarang udah kerja dimana, mas?"

Setiap ada yang nanyain itu jawab aja minta doanya aja, karena gue pribadi merasakan itu. Mungkin secara nggak langsung dia akan mendoakan kalian dan dampaknya akan kalian rasakan setelahnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya