Siang hari mampirlah aku dan saudaraku ke perpustakaan untuk mengisi waktu sebelum jam masuk sekolah anak kelas XI dimulai, berjalan sambil mencari buku novel berpapasanlah dengan cowok lagi main bukunya hampir jatuh aku senyum lucu melihat tingkahnya.

Dia duduk di kursi perpustakaan dengan temannya, aku dan saudaraku juga duduk baca buku pas depan mereka dan sesekali aku lihat dia yang tepat didepanku. Lonceng jam masuk sekolah pun bunyi kami bergegas ke kelas kami. Jam sekolah berakhir aku ke toilet dekat kantin, lalu aku menghampiri saudaraku yg sedang menunggu di kursi kantin sambil melihat ke arah kantin ternyata ada cowok yg diperpustakaan tadi melihat ke arah saudaraku, aku hanya tersenyum.

Advertisement

Tak terasa kami sudah kelas XII masuk pagi hari yang cuacanya bersahabat dan ikut upacara bendera, setelah aku lihat ternyata dia cowok yang pernah berpapasan dengan aku di perpustakaan yang aku tidak tau namanya, aku kagum sama dia dan aku senang dia melakukan tugasnya dengan baik.

Berjalan turun tangga mau pulang aku berdiri sambil menunggu saudaraku turun, aku lihat cowok itu lagi berdiri menunggu temannya yang lagi di toilet. Dan aku melihat dia tersenyum ke arah bawah temannya datang mereka pun pergi.

Jujur entah kenapa aku selalu senang setiap bisa melihat kehadirannya walau aku tidak tau siapa dia bahkan namanya saja aku tidak tau, aku menyukainya dalam diam dan berharap dia bisa jadi milikku.

Advertisement

Jam olahraga selalu menjadi favorit bagiku, ambil nilai bola kaki giliran aku masuk gol. Cowok itu lagi melihat kami dengan temannya dari atas, aku mulai berfikir apa mungkin aku terus berharap sama dia dan capek juga suka terus sama orang dalam diam aku cuma cewek biasa gak berani cari perhatian sama dia saat ini juga aku sudah berhenti berharap.

Minggu kedua kami jam olahraga lagi selesai sudah ambil nilai kami bebas mau main apa, aku ajak teman yang lain untuk main basket ya kami lempar bola sana sini masuk ke ring cetak nilai dan selesai juga permainan kami.

Tiba-tiba ada seseorang yang mulai mendekatiku aku kaget ternyata orang itu dia yang aku harapkan, aku malu lalu aku berjalan pergi meninggalkannya dan dia juga binggung.

Singkat cerita waktu pun berjalan cepat hingga kami semua sudah lulus sekolah.

Terimakasih sudah menyukaiku.

Sunset bagiku, kau yang selalu ingin aku lihat dan pada akhirnya kau pergi setelah memberikan aku semangat tiap harinya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya