Selamat pagi ibu,

Ini adalah surat dari gadis kecilmu yang kini sudah dewasa

Advertisement

Gadis kecilmu, yang dulu perengek dan pemarah,

Tapi kini lebih senang tersenyum dan berbagi.

Advertisement

Aku sendiri lagi pagi ini bu,

Mereka mengacuhkan dan mengucilkanku.

Tapi aku masih tetap bisa tersenyum,

Karena sebagaimana ibu tahu, sudah biasa aku berteman sepi.

Pengalaman masa kecilku yang silam telah mengajariku banyak hal bu,

Telah membuatku mengerti bagaimana cara terbaik untuk bertahan,

Bagaimana cara untuk tetap bahagia meski banyak yang ingin melihat air mataku jatuh.

Ah, bukankah aku sudah berjanji pada ibu, untuk tidak pernah menangis karena hal kecil dan sepele.

Maka, hari ini lihatlah bu, gadis kecilmu telah tumbuh dewasa.

Sudah bisa menyeka peluhnya sendiri,

Telah percaya penuh pada kuasa Tuhan.

Telah mampu tersenyum pada siapapun yang menekannya.

Dan telah terbiasa memaafkan tanpa diminta.

Disini, tepatnya di dalam diriku sendiri, hatiku telah diliputi kedamain bu,

aku akan menjadi apapun yang pernah kuimpikan

Aku akan sampai di tempat-tempat impian yang pernah kusebut bu.

Mereka yang menekanku, kelak akan tertekan sendiri.

Mereka yang mengabaikanku, kelak akan terabaikan dari kehidupan itu sendiri.

Dan mereka yang berusaha menjatuhkanku, kelak akan jatuh sendiri.

Aku akan tegar disaat yang lain terlempar bu, aku akan menjadi yang paling gigih berjuang tapi paling jarang mengeluh.

Aku akan jadi anakmu yang membanggakan

Aku akan berbuat baik di setiap tempat dan tersenyum disetiap kondisi.

Sebagaimana pesanmu tempo hari dan kucoba amalkan setiap hari.

Agar sampai kapanpun, kau tetap bisa menaruh bangga pada anakmu ini bu.

Aku mencintaimu bu, ayah. Maka sudah kewajibanku untuk terus menjadi lebih baik dan lebih bersemangat setiap harinya. (Tisna)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya