Dear Masa Lalu,

Hi, apa kabar ? aku harap kamu baik-baik saja dan selalu sehat bahagia menjalani hari-harimu. Maaf kalau aku mengganggumu, jika kau punya waktu bacalah suratku ini. Aku nggak tau lagi bagaimana caraku menyampaikan perasaanku padamu, aku sudah mengatakan banyak hal,tapi kau masih saja mengabaikanku. Tak apa itu hakmu, itu pilihanmu. Dan aku rasa itu yang baik menurutmu. Tapi dengarkan aku kali ini saja,

Ingatkah kau ? bagaimana cara takdir mempertemukan kita ? dari awal sebelum kita memulai hubungan banyak hal yang harus kita lalui. Aku tau itu sangat rumit. Tapi aku menyerahkan kedalam tangan Tuhan dan terus berharap. Aku menyakinkan-Nya bahwa aku tidak akan menodai cintaku lagi dengan dosa. Dan aku percaya saat dia mengizinkan kita bersama, aku benar-benar yakin bahwa kaulah the last love in my life. Itu saat terindah yang pernah aku rasakan, dan tak pernah aku rasakan sebelumnya, dan saat itu pun aku bisa mengatakan kepada dunia bahwa aku adalah wanita yang paling bahagia didunia karena memilikimu. Aku percaya padamu dengan sepenuh hatiku, dan aku benar-benar yakin dengan cintaku. Aku jujur dan setia padamu.

Dan aku makin jatuh cinta padamu, itu bertumbuh setiap hari, bahkan rasanya aku tidak ingin berpisah denganmu, aku ingin menghabiskan waktu yang lama denganmu, tapi kau selalu meninggalkan aku sendiri dengan berbagai alasanmu. Kerja, razia, nggak punya sim, nggak punya celana, nggak punya jaket, nggak punya helm, pelayanan, sampai nggak ada uang. Aku nggak butuh itu semua, aku cuma butuh kamu, makanya aku secerewet itu, tapi kau tak pernah bisa mengerti, banyak hal yang ingin aku ceritakan dan aku ingin kau mendengarkan aku, merasakan penderitaanku dan setidaknya mendukungku, tapi kau sama sekali tak pernah melakukannya. Bahkan untuk minta bantuan padamu aku segan dan tidak berani. Padahal kau tau keadaanku. Mungkin sangat susah bagimu untuk sekedar menengok aku, atau mungkin kau takut rugi karena aku. Aku rasa kau salah dalam menilai diriku, aku bukan cewek matre. Aku sudah terbiasa hidup punya dan tidak punya. Karena aku juga tau bagaimana rasanya mencari uang, susah memang.

Aku selalu merasa kita baik-baik saja. Meskipun pikiranku selalu menilai kamu yang selalu tak pernah mau menghabiskan waktu denganku, tapi tetap saja aku percaya padamu. Hatiku pun selalu menangis merindukanmu. Hingga tiba saatnya badai yang kita anggap biasa saja menghantam kita lagi. Aku yang selalu memperkuat peganganku, aku tak sadar bahwa kau telah melepaskan genggamanku. Aku pun tak tau sejak kapan itu terjadi. Dan ketika aku menyadarinya, aku merasa apakah aku egois ? apa karna takut kehilangan, aku sendiri yang membuat kau jauh dariku ? dan membuatmu lebih memilih kebebasan dari pada cinta tulusku.

Advertisement

Aku ingin menangis ketika menulis ini, karena baru tersadar aku, bahwa selama ini akulah yang mencintai, aku yang berkorban, aku yang selalu berjuang untuk selalu membahagiakanmu, bahkan aku lupa untuk mencintai diriku sendiri ketika melakukan hal-hal yang mustahil dilakukan seorang wanita normal. Tapi percayalah aku melakukannya dengan hatiku dan aku senang melakukannya untukmu.

Aku yang salah, aku mempercayaimu mencintai jiwaku, tapi ternyata kau sama saja seperti mereka, mencintai tubuhku dan membuatnya seolah-olah akulah yang membuat kau menjadi orang berdosa jika terus bersamaku. Aku minta maaf, kalau selama bersamaku, aku tidak menjadi seorang pacar yang baik dan tidak pernah bisa membahagiakanmu seperti yang kau inginkan. Aku sudah melakukan sebisaku, semampuku, dan sudah ku upayakan yang terbaiklah yang akan selalu aku berikan untukmu.


Dan saat aku mencoba mengerti, ternyata ada jurang besar diantara kita, bukan soal jarak tempat tapi jarak hati. bahkan aku masih bisa mengatakan aku sangat mencintaimu saat kau melukai perasaanku, menghina aku, meremehkanku dan merendahkan diriku bahkan menghianati aku.


Entahlah perasaan apa yang aku punya terhadapmu. Aku juga tidak memahaminya. Aku tidak punya alasan untuk itu. Karena aku tak pernah mengkhianatimu dari awal sampai akhir. Sampai ku permalukan diriku di depan banyak orang dan teman-temanku, aku tak peduli apa yang mereka pikirkan, yang aku tau saat itu aku sedang berjuang mempertahankan hubungan kita. Bukan kah kau pernah bilang “bila di depan nanti banyak cobaan untuk kisah cinta kita, jangan cepat menyerah ?” lalu siapa yang menyerah, padahal belum melakukan perjuangan atau pengorbanan apapun ? tanyakan pada hatimu.

Kau pernah bilang aku nggak akan merasakan sakit seperti itu lagi, tapi ini lebih parah dari yang pernah aku rasakan sebelumnya, karena aku sudah cerita semua tentang hidupku sama kamu, itu jujur dan dibalik kejujuranku ada cinta. Kau bilang aku tidak menikmati proses, proses apa ? proses menyadari kau mencampakan aku, iya. Itu yang ku nikmati. Bahkan saat aku menangis di depanmu, kau bilang aku egois. Aku nggak tau saat itu aku sedang berhadapan dengan siapa. Apa kau tak menyadari janjimu sudah terbentang dilangit, dan kau tak pernah tepati itu.

Bahkan saat kau datang kembali, meminta maaf dengan gaya omongan kasarmu, dan mengakui perasaaanmu bahkan menyatakan bahwa kau mencintai aku dan membutuhkanku, itu meluluhkan hatiku, dan buat hatiku semakin kuat, dan ketika aku ingin memberimu kesempatan dan hubungan kita, aku pun menanyakannya padamu lagi, dan betapa hancurnya hatiku saat kau mengatakan bahwa kau hanya menganggapku teman ?bukan kah kau bilang kau ingin memulai awal yang baru, dan aku mengiyakannya, karena masih mencintaimu, itu nyata tanpa syarat, jika saja kau bisa melihatnya, tapi tak apa aku tetap menghargai keputusanmu.


Kau buat aku takut dengan duniaku sendiri, didepan mereka aku tertawa, didalam hatiku tak ada yang bisa membuat aku tersenyum apa lagi untuk tertawa. Aku tak mencari mereka yang bisa menghibur diriku atau sebagai tempat berteduh, aku terus membiarkan hujan ini membasahi tubuhku, aku terus berjalan sekalipun aku tau aku tak memakai sepatu.


Kau tau ini sangat dingin, tapi aku tak peduli. aku bukan ratu, aku seorang wanita aku harus berjuang untuk hidup dan kebahagiaanku sendiri. Aku bukan orang yang pantang menyerah, ayah dan ibuku tak membesarkan aku dengan istilah hidup seperti itu. Aku mengerti, aku harus berbenah, karna butuh waktu untuk benar-benar mengikhlaskan dan merelakanmu. Akhirnya ku bawa hatiku yang hancur itu kepada-Nya, yang aku tahu hanya dia perlindungan dan damai sejatera ku yang abadi.

Aku ingin sekali merayakan hari istimewamu di hari ulang tahunmu, dari tahun kemarin aku menunggu saat itu. Tapi ternyata aku tak pantas mewujudkannya untukmu, dan aku percaya, kau akan tetap bisa berbahagia, karena banyak orang yang menyayangimu. Doaku semoga kau selalu sehat dan panjang umur menyertai hidupmu, segala kebaikan hidup dan kebahagiaan akan melimpah untukmu, apapun yang kau kerjakan akan berhasil dan diberkatilah dirimu selalu. Aamiin.

Maaf aku nggak punya kado istimewa untukmu, aku hanya ingin memasak makanan kesukaanmu lagi. Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dalam hidupku untuk orang yang benar-benar aku cintai, kau tau itu, aku yakin. Walaupun kau tak pernah merasakannya. Aku selalu bertanya dalam hatiku, Apa mungkin kau pernah sangat terluka karena cinta makanya kau tak pernah mau mempercayai aku atau menerima aku sepenuh hatimu ? tapi setelah ini semoga kau dapat belajar sebenarnya cinta hanya butuh kejujuran, kepercayaan dan kebahagiaan total. Dan tidak ada yang lebih berharga dari itu selain kesetiaan. Karena cinta adalah keinginan untuk memberi sesuatu bukan menerima sesuatu, jadi manis dan pahitnya aku sudah terima. Aku sampai bangga dengan hatiku, dia terlalu besar dan sangat kuat sekalipun, dia sudah sering dikecewakan.

Mungkin ini sudah ending kita. Sekuat apapun kita bertahan kita sudah berakhir, jadi percuma, daripada aku terus berpikir ingin memperbaiki kita, aku tidak akan bisa. Jadi aku lebih memilih melepasmu. Aku sudah kalah ! Berat memang mengingat cerita yang aku kira sempurna. Walaupun begitu aku nggak akan berhenti percaya cinta, itulah yang membuatku hidup dan bahagia. Aku hanya ingin menepati janjiku, bahwa aku tidak pernah menyerah untukmu, aku sudah menguatkan hatiku, aku mengerti kapan harus berhenti,aku akan menunggu tapi nggak selamanya. mau bagaimana lagi, sekalipun kita tetap bersama kita nggak akan pernah bersatu, karena memang kau tidak pernah mencintai aku, apa lagi berpikir akan membahagiakan aku.

Maafkan aku karena aku sangat mencintaimu, penampilan fisikku memang tidak sesempurna seperti mereka yang kau inginkan, aku melakukan hal-hal bodoh, yang buat kau malu untuk bersamaku apalagi untuk memberi tau duniamu, ya mungkin aku masih labil dalam mengambil tindakanku, tapi aku tidak labil dalam mempertahankan hatiku, aku yakin dan akan terus mempercayainya. Maafin aku jika aku melakukan kesalahan padamu. Dan jika suatu hari nanti kamu sudah bahagia dengan pilihan yang kau inginkan.


Cukup ingat aku sebagai gadis yang duduk dipinggir jalan dan kau pernah menolongnya dengan memberinya sebotol air. Bersama dengan kejujuran aku mengakui aku pernah berharap lebih untuk hubungan kita, tapi sudah cukup bagiku mencintaimu dari jauh, dari pada aku bersamamu tapi cintaku bukan bahagiamu. Setiap yang terjadi selalu mampu mengajari, terima kasih pernah memberi arti dan semua pasti baik-baik saja walau kau dan aku bukan pasangan kekasih.