Ketika Tuhan menitipkan rasa yang bukan menjadi Hak untuk diriku. Aku bahkan tidak bisa mampu berbuat apa-apa ketika Tuhan menitipkan rasa ini. Bahkan meminta Tuhan untuk menjadikan aku dan kamu sebagai kita pun aku tak berani.

Entah apa yang direncanakan Tuhan, yang ku rasakan saat ini hanya ingin menangis dan menunggu takdir selanjutnya. Aku bahkan tidak pernah memintamu untuk menjadi bagian terpenting dalam hidupku. Lalu kenapa kau alih-alih menyapaku tapi kau malah berlari sangat jauh. Bagaimana mungkin aku mampu menghadapi ini sedangkan kau yang telah mengajariku selama ini.

Advertisement


Bukan inginku memaksamu, melainkan hanya ingin kamu mengerti bagaimana yang ku alami selama ini.


Aku selalu bertanya di dalam hati. Apakah hanya aku yang merasakan hal seperti ini ? Betapa beratnya jika hanya aku yang harus menanggung semua ini. Melihat sekitar yang selalu bahagia, membuat aku semakin sakit dan merana. Aku sudah berusaha untuk memendam perasaan sakit ini tapi tetap tidak bisa. Entah karena beratnya beban yang aku tanggung atau bagaimana, aku pun tak mengerti.

Tapi yang selalu aku kukuhkan dalam hati, aku tidak ingin mengusik kehidupanmu dengan yang lain. Aku akan tetap belajar untuk berdiri sendiri, dengan luka yang pernah kau torehkan dalam hati ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya