Hai Ibu? Apa kabar? Masih ingatkah denganku? Wanita yang sempat bersama anakmu yang pernah merajut mimpi bersama anakmu? Ingatkah dengan aku wanita yang hati dan mimpinya hancur berantakan karena engkau? Ups, ingat kah?

Advertisement

Yah, hal itu yang pertama kali ingin aku sampaikan kepada mu kalau ada takdir kita untuk bertemu.

Aku tidak dendam dengan sebuah perpisahan pahit yang harus aku rasakan, cuman ada beberapa hal yang seharusnya ibu tau bagaimana rasanya jadi aku

Hai Ibu, Ingatkah dengan aku? Wanita yang pernah engkau titipkan pesan kelak suatu saat jika aku menjadi istri dari anakmu, kamu berpesan tentang semua yang harus aku lakukan sama halnya dengan apa yang kau berikan untuk anakmu, sayangnya semua sudah berakhir.

Advertisement

Hai Ibu, Ingatkah dengan aku? Wanita yang pernah tertawa bersamamu? Wanita yang pernah menceritakan semua mimpi dan perjuangan nya kepada mu?

Hai Ibu, ingatkah dengan aku? Wanita yang mimpi dan hatinya hancur berantakan akibat ulah anakmu dan anda? Tidak ingin tahu kah anda kabar wanita ini saat ini?

Hai Ibu, ingatkah dengan aku? Wanita yang sekarang sedang mencoba bangun dari keterpurukan kesedihan?

Aku tidak menyalahkan atas semua yang terjadi hanya saja menyayangkan kenapa?

Ibu, kita sesama wanita ibu tidak bisa merasakan sakit yang aku rasakan ini?

Kenapa Ibu tidak peduli atas apa yang aku rasakan ini? Padahal aku sudah mengangap ibu seperti ibu ku sendiri saat itu tapi kenapa ibu sebegitu teganya sama kau? Kenapa?

Kenapa Ibu tidak mencoba untuk mengerti atas kondisi yang aku alami saat itu? Kenapa Ibu hanya memikirkan keinginan ibu sendiri tanpa memikirkan hubungan aku dan anak ibu yang sudah terjalin 4 tahun lamanya sampai kita merancang mimpi indahnya pernikahan? Kenapa?

Kenapa Ibu dan Bapak malah menyuruh dia untuk melupakan aku? Kenapa? Padahal ibu sendiri tahu bagaimana rasanya sebuah perpisahan? Kan ibu juga merasakan hal yang sama yang aku alami ini tapi kenapa ibu tidak bisa merasakan betapa sakitnya ditinggalkan orang yang kita cintai tanpa alasan yang logis dan dia meninggalkan aku atas dasar IBU.

Disini aku tidak sepenuhnya menyalahkan ibu atas semua yang terjadi, tetapi juga anak ibu yang menurutku PENGECUT karena dia tidak bisa memperjuangkan orang yang sudah menemaninya selama ini selama dia merancang mimpi berjuang bersama.

Sebenarnya kalau aku berjodoh dengan anak ibu pun aku tidak akan mengambil sepenuhnya anak ibu, karena aku tau tugas seorang anak lelaki untuk meyayangi IBU IBU IBU lalu istrinya, sepenuhnya anak ibu masih lah tetap anak ibu sekalipun dia sudah berkeluarga, tapi yah sudahlah percuma juga ibu tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun dari kami.

Terimakasih Ibu sudah sempat menerimaku untuk mendampingi anak ibu berjuang walaupun ibu sendiri yang menyuruh untuk melupakan aku, semoga kelak kita bertemu disaat aku sudah mapan dengan pekerjaanku karena dulu ibu sempet malu kan mengakui pekerjaan ku hanya seorang pendidik?

Semoga kelak ibu bisa merasakan sakitnya apa yang aku alami ini, walaupun sebenarnya ibu sudah pernah mengalaminya, sayangnya ibu tidak peka dengan apa yang aku alami.

Semoga kelak kita bertemu lagi dengan keadaan aku yang telah jauh lebih bahagia dengan hidupku setelah perpisahan itu, karena aku percaya Allah akan menggantikan semua rasa sakit dan tangis aku ini dengan kebahagiaan yang luar biasa.

Terimakasih untuk IBU yang pernah akan menjadi IBU mertua ku semoga ibu tidak lupa denganku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya