Ketika akan melakukan pembelian mobil, tentunya kita akan mencari informasi seputar kendaraan yang ingin kita beli, salah satu yang paling dicari adalah informasi seputar fitur keamanan yang terdapat di kendaraan tersebut. Biasanya, kita akan menemukan fitur keamanan yang dinamakan Airbag. Tentu tak semua pengendara mengetahui apa itu airbag dan dalam kesempatan kali ini, kita akan membahasnya lebih lanjut.

Advertisement

Airbag/Supplemental Restraint System (SRS) adalah perangkat keselamatan berupa suplemen untuk sabuk pengaman dengan pretensioner. Kedua fitur itu hanya berfungsi sekali pakai untuk menghindari penumpang dari kematian atau cedera serius di bagian kepala dan dada.

Airbag kebanyakan keluar dari setir namun bisa juga dari dashboard mobil. Ketika terjadi kecelakaan yang fatal, airbag dengan sendirinya akan keluar. Selain memiliki fungsi sebagai salah satu alat keamanan di mobil, airbag juga memiliki tujuan untuk dapat memperlambat gerak laju penumpang setenang mungkin dalam waktu sepersekian detik. Ada tiga bagian dari airbag dan kemungkinan hal yang bakal terjadi:


  1. Kantung udara itu sendiri terbuat dari kain nilon tipis yang terlipat di dalam kemudi atau dashboard, namun sekarang ini juga terdapat pada bagian kursi ataupun pintu.

  2. Sensor adalah perangkat yang memberikan perintah kantung udara agar mengembang. Proses ini akan terjadi ketika ada benturan atau menabrak dinding pada kecepatan 16 sampai 24km/jam.

  3. Sistem pengembangan airbag mereaksikan natrium azida (NaN3) dengan kalium nitrat (KN03) untuk menghasilkan Nitrogen. Kemudian ledakan Nitrogen mengakibatkan airbag mengembang seketika dengan kecepatan sekitar 300km/jam, proses ini akan memakan waktu sekitar 1/25detik.

Advertisement

Selain sebagai salah satu alat keamanan yang ada di dalam mobil dan dapat menyelamatkan nyawa pengemudi serta penumpangnya, ternyata kantong udara (airbag) ini juga memiliki potensi untuk menyebabkan kematian atau cedera yang serius. Maka dari itu, petunjuk penggunaan harus diperhatikan sekaligus dipahami dengan seksama.

Hal yang perlu diperhatikan adalah hindari memukul pada area komponen atau memodifikasi apapun yang berkaitan dengan airbag. Modifikasi yang dimaksud adalah mengganti kemudi, panel instrument, atau dasbor, mengubah bemper atau fender depan, mengganti suspensi kendaraan, dan menambah perangkat elektronik seperti radio dua arah. Hal-hal yang telah disebutkan di atas bisa mengakibatkan airbag tidak berfungsi dengan semestinya.

Saat airbag bekerja, kita juga harus memperhatikan hal ini, ada reaksi kimia yang terjadi dalam inflator mengisi airbag dengan gas tidak beracun sampai mengembung. Setelah kejadian itu ada kemungkinan terjadi suara bising dan serbuk putih yang menyebar. Bagian dari modul seperti hub roda kemudi, penutup airbag, inflator, airbag, atau jok menjadi panas selama beberapa menit. Salah satu platform penjualan mobil bekas, Contohnya seperti Carsome Indonesia menyarankan untuk jangan menyentuh komponen itu setelah airbag meletup. Selain itu jika sulit untuk bernapas di kabin yang tertutup, maka segeralah buka pintu atau jendela agar udara segar masuk, atau bila memungkinkan, tinggalkan kendaraan. Satu lagi hal lagi yang kalah pentingnya, segeralah mencuci bagian kulit yang terkena residu agar terhindar dari iritasi. Saran tersebut disampaikan oleh dari beberapa inspector Carsome yang telah berpengalaman dalam menginspeksi beberapa kerusakan yang biasa terjadi pada fitur sebuah mobil.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya