Mari Sama-sama Mengakui, Bahwa Awalnya Mencintai Diri Sendiri itu Susah Sekali

susahnya self love

Adakah sesuatu hal yang ingin kau pertahankan? Ataukah justru kau memilih untuk melepaskannya? Ada satu momen dimana kita berjalan tak tentu arah. Tidak sesuai dengan langkah yang kita inginkan, hingga akhirnya mencoba untuk melepaskan beban yang terasa berat.

Advertisement

Namun, kehidupan tak sebaik itu. Ada pertemuan dan perpisahan, ada pilihan yang begitu rumit tuk dipilih, dan sebuah keputusan yang menanti di depan kita. Bagiku, kehidupan itu seperti sebuah buku. Memiliki sebuah cerita di setiap lembar dengan berbagai macam konflik yang saling terkait. Kita tidak pernah tahu, cerita seperti apa yang ada di dalam buku, tanpa melihat dan membacanya. Tidak semudah itu dengan menilai dari sempul buku, namun ada setiap cerita yang tersimpan di sana.

Sebuah cerita dimana tak setiap orang memiliki cerita yang sama. Aku tidak pernah tahu, apakah jalan yang aku ambil, keputusan dan langkah yang telah aku lalui; benar atau salah. Yang kutahu, aku masih terjebak dalam langkah itu. Aku selalu menghindar, mencoba untuk melarikan diri, dan menutup mata; seolah semua tak pernah terjadi, karena aku takut. Takut pada diri sendiri. Takut pada sesuatu yang telah aku putuskan. Entahlah, mungkin rasanya begitu sulit untuk bisa memaafkan diri sendiri, dan menerima apa yang ada pada diri.

Salah satu kutipan dari Suga:

Advertisement


“Loving myself might be harder. Than loving someone else. Let’s admit it”-Suga


Mencintai diri sendiri itu memang sulit, bahkan untuk mencoba menerima rasanya begitu menyesakkan. Ada rasa ingin menyerah dan menorehkan ke belakang; namun, aku sadar itu bukan langkahku. Terlalu banyak hal yang telah dilalui; menerima banyak keinginan dan tuntutan dari orang lain, tanpa pernah mencoba untuk melangkah pada apa yang kita inginkan. Aku baru menyadari bahwa langkah yang kita lewati mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita. Berjalan di tempat yang bahkan hanya karna tuntutan semata.

Advertisement

Rasanya benar-benar melelahkan, ingin menyerah pada mimpi yang ingin diraih. Merajut kembali dari awal, memulai untuk memutuskan sesuatu hal yang kita inginkan, melangkah di jalan yang seharusnya kita lewati dan menerima diri kita yang sebenarnya. Terbelenggu oleh sesuatu hal yang tidak diinginkan itu benar-benar menyakitkan. Takut untuk melangkah, seakan terjebak dan akhirnya menyalahkan diri. Sebelum kita mencintai orang lain, mari kita mencintai diri sendiri, mencoba memaafkan segala hal yang ada pada diri kita. Pada awalnya mungkin terasa sangat sulit, mencoba menyalahkan bahwa semua yang telah kita lalui nanti; namun, kita harus percaya bahwa kita bisa.

Mengerahkan segala hal, mencoba banyak hal. Setelah kita sudah mengerahkan segala semuanya, aku berharap tak pernah ada lagi penyesalan. Setidaknya aku pernah mencoba untuk melakukannya, baik itu berhasil atau gagal.


“May be there’s no answer. May be this isn’t the answer either. It’s just that loving myself. Doesn’t require anyone else’s permission”-Answer:Love Myself (BTS)


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

mencoba untuk menulis kembali Love Yourself, Love Myself

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE