Tak Selalu Mulus, Peristiwa yang Terjadi Setelah Kematian Alexander the Great

Keluarga Alexander dan jenderalnya mempertaruhkan nyawa untuk mempertahankan kekuasaannya

Alexander the Great yang dikenal sebagai seorang jenius militer muda asal Makedonia ini merupakan salah satu tokoh pemersatu Yunani Kuno. Seorang jenius militer muda ini meninggal pada usia muda, 33 tahun. Setelah ketiadaanya ternyata masih banyak peristiwa yang terjadi. Penasaran nggak sih peristiwa apa aja yang terjadi setelah Alexander the Great tiada?

Advertisement

Lebih dari 140 tahun setelah invasi Persia ke Yunani, yang menewaskan ribuan orang dan menyebabkan Athena terbakar hebat, raja Makedonia yang bernama Alexander the Great mulai menyeberangi Laut Aegea dan menginvasi Persia, seperti yang dijelaskan World History Encyclopedia. 

Selama 10 tahun, Alexander the Great dan pasukannya memasang badan dan berbaris dari pantai Anatolia ke provinsi terjauh Persia di tempat yang sekarang menjadi Afghanistan modern. Tujuannya tidak lain tidak bukan adalah untuk melakukan penaklukan, berusaha untuk menemukan dan menangkap Raja Darius III, bahkan setelah sebagian besar pasukan Persia dikalahkan.

Meskipun Alexander the Great bermaksud untuk pergi ke tempat yang lebih jauh seperti ke India dan sekitarnya, tetapi wilayah yang sudah dimiliki Alexander merupakan kerajaan terbesar yang pernah ada di dunia pada saat itu. Namun, ketika dia kembali ke Babilonia setelah gagal ke timur, Alexander meninggal pada usia 32 tahun. 

Advertisement

Tidak diketahui pasti apakah ia meninggal akibat penyakit atau pembunuhan, tetapi yang diketahui adalah bahwa empat dekade setelah kematiannya, peperangan terus-menerus terjadi, karena hampir semua orang mencoba merebut sebagian dari kekaisaran, sebagaimana yang ditulis Historicaleve.

Karena Alexander the Great tidak pernah menunjuk penggantinya, jenderalnya yang bernana Perdiccas menjadi bupati atas saudara tiri Alexander, Filipus III. Dengan otoritas baru ini, Perdiccas membagi kekaisaran kepada rekan-rekannya.

Advertisement

Perebutan kekuasaan ini meluncurkan Perang Diadochi, tulis laman Lumen Learning. Selain itu, saudara tiri Alexander, Cynane, juga berusaha untuk merebut kekuasaan. Dia bersiap untuk memimpin pasukan ke Babilonia, di mana dia menikahkan putrinya, Eurydice II dengan Philip III (saudara tiri Cynane juga). Cynane dibunuh oleh seorang mantan temannya atas perintah Perdiccas, tetapi pasukannya tetap bersiaga untuk memastikan agar pernikahan itu berjalan dengan lancar.

Eurydice dan Philip adalah tokoh utama saat perang berlanjut, tetapi setelah Perdiccas tewas karena gagal mengalahkan Ptolemeus di Mesir, mereka berani kembali ke Makedonia dan mengambil alih kekuasaan. Karena ini melibatkan perang dengan Olympias, ibu Alexander the Great, membuat pasukan mereka menolak untuk berperang dan keduanya ditangkap dan dieksekusi.  

Mengutip laman History Of War, perang berlangsung selama hampir 50 tahun, hingga 281 SM, ketika Ptolemeus, Antigonus, dan Antiokhus adalah satu-satunya yang tersisa untuk melanjutkan sebagai penguasa di wilayah masing-masing,

Alexander the Great sangat terkenal karena keberhasilannya menaklukan banyak wilayah. Tetapi, ternyata hal ini juga menjadi boomerang saat dirinya meninggal di usia muda.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Killing my time with arts, literature, phraseology, visualization, and manipulate. https://ameliasolekha.blogspot.com/