Hujan sore ini sepertinya membuka pikiranku. Pikiran yang selama ini tidak pernah sama sekali aku pikirkan.

Aku mempunyai 3 orang temen dari kecil. Kita semua perempuan, dari kecil kita dekat, sempat terpisah karena masa sekolah SMK yang berjauhan, tetapi setalah lulus beberapa 3 tahun terakhir ini kita suka bertemu, walaupun tidak terlalu sering, karena terhalang kesibukan masing-masing.

Advertisement

Kita sudah begitu dekat, bahkan sudah seperti layaknya keluarga. Hampir semua keluarga dari kita juga sudah dekat. Orang tua kita pun sudah saling kenal, tapi tidak bisa dipungkiri, terkadang ego yang sulit dikalahkan membuat perselisihan kecil, tapi setelahnya kembali seperti awal.

Jika sedang menghabiskan waktu bersama, waktu terasa cepat berlalu. Ada saja yang kita bicarakan. Tertawa, sedih, kesal, semua diungkapkan. Sampai di umur 23, aku merasa bahwa ini adalah sahabat sesungguhnya, tak ada yang ditutupi, semua diungkapkan tanpa rasa malu.

Sampai suatu ketika, masing-masing dari kita dipertemukan oleh Allah SWT jodoh kita masing-masing, Alhamdulillah pasanganku cocok dengan sahabat-sahabatku, begitu juga yang lain. Aku berpikir selain mempunyai sahabat, aku juga akan memiliki suami, jadi aku tidak pernah kesepian lagi. Kalau dulu hanya ada sahabat, mereka memang selalu ada tapi saat kita di rumah. Kita pasti masih merasa sendiri. Walaupun ada orang tua dan adik di rumah, pasti kita juga tidak seterbuka saat bersama sahabat-sahabat kita.

Advertisement

Setalah menikah semuanya memang berubah. Alhamdulillah semua menjadi lebih baik, punya suami yang menyenangkan, walaupun kadang berantem-berantem nggak jelas abis itu ketawa lagi. Aku dan sahabat juga sering sharing tentang pernikahan, saling berbagi ilmu juga, tapi seiring berjalan waktu kita tinggal berjauhan.

Dan pada hari ini saat hujan turun, di saat pikiran tenang & ingin menghubungi sahabat di salah satu media chatting, saya baru menyadari, kemana perginya salah satu seorang sahabat saya, kenapa tiba-tiba dia menjauh dari lingkaran persahabatan ini? Tanpa ada kabar dan kejalasan.

Dalam hati saya bertanya-tanya,

APAKAH SEMUDAH ITU SESEORANG MENINGGALKAN ORANG YANG DIA SAYANG?

APAKAH SEMUDAH ITU SESEORANG YANG SUDAH PULUHAN TAHUN LAMANYA BERPISAH?

APAKAH SEMUDAH ITU PERGI TANPA MENINGGALKAN ALASAN & MEMBIARKAN ORANG LAIN MATI DENGAN RASA PENASARAN?

DAN APAKAH AKU SEBURUK ITU SEHINGGA KAMU TIDAK MAU LAGI DEKAT DENGAN KU?

Kamu sebut aku sahabat, kamu sebut aku saudara, kamu bilang tidak ada rahasia di antara kita. Apakah semua itu hanya ucapan yang kamu tiru dari Serial TV?

TIDAK CUKUPKAH PULUHAN TAHUN KITA BERSAMA & PANTASKAH APABILA KITA BELUM SALING MENGERTI SAMPAI SAAT INI

Perih rasanya.

Ku cerikatakan kemarahanku pada suamiku & suamiku hanya menjawab, yas udahlah mungkin memang ini waktunya kalian saling mengerti, mungkin saat ini kalian butuh waktu sendiri. Kalian bilang kalian akan selalu ada di saat apapun, di saat apapun bukan berarti kalian harus saling bertemu, mungkin dengan cara ini kalian akan ditunjukan seberapa kuat dan siapa yang paling setia di antara kalian. Kamu nggak ada gunanya marah, itu hak setiap orang, kamu tidak usah memaksa dia harus terus bersahabat denganmu kan.

Ya begitulah jawablah, sungguh menenangkan, dan pada saat itu juga aku baru menyadari, sahabat sebenar-benarnya adalah suami ku, teman hidupku. Apapun yang tejadi di luar sana, semuanya aku ceritakan padanya. Apapun yang aku rasakan semua aku ceritakan padanya, dan dia pun siap menerima semuanya.

Mungkin saat ini masaku dan sahabat-sahabatku telah selesai dan sekarang waktunya aku menjadi sahabat bagi suamiku sendiri tiada lagi yang lain.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya