Walk To Remember..

Sedalam nalar dalam memori yang sudah terlampau jauh terpendam lantas mengalir lewati hari-hari. Menyapa mu kembali kala jalan takdir pernah memalingkan jejak langkah kita pada titian hari yang meramu kisahnya kembali. Kita yang pernah lewati bentangan hari dengan pilur hati harap dan do'a-Nya. Kita yang pernah tak bersapa , menghilang lalu kembali.

Advertisement

Semesta meramu dalam tabir sepanjang jalan yang kerap dilewati dan terlewati. Disuatu pagi yang cerah, menyapa dalam hangat mentari sang fajar berdiskusi. Dalam angan dan kenang do'a sel aktif memoriku lekat terjaga dalam ingatan tentang mu, tentang kita. Kala keluguan masih saling merajai dalam simphoni hati. Embun itu begitu harunya pagi itu, terasa dingin menusuk jemari hati. Begitu banyak memori dalam nalar berkutat kearah mu.

Kau kerap hadir seakan nyata temani diri yang terjaga. Sapamu kerap temani kalbu menyapa ku kembali. Kau telah meninggalkan rasa terpendam tertinggal begitu nyata dan dalam didalam hati.

Sepanjang jalan kerap mengingatkan tentang cerita kisah kita. Jalan nostalgia tuk ingatkan jejak hati jejak langkah kita kembali. Nostalgia syahdu lagu kenangan menjadi sejarah tentang kita disuatu masa pada jamannya.

Advertisement

Kala kita berbincang kembali. Antara percaya dan tidak percaya, sebuah karunia terbaik dan terindah disepanjang jalan nafasku, jejak waktu yang Ilahi Rabbi semikan mengukir lukisan pertemuan dua hati dalam ingatan, dalam sapa hangat, dalam memori, dalam nostalgianya yang pernah sempat menetapkan kembali pijak hati kita bersatu kembali terasa seperti mimpi dalam nyata. 

Aku kembali menyapa belahan jiwa yang sempat menghilang terbang tinggi. Dan hati ini kau ketuk kembali dengan cara yang engkau sendiri masih sangat hafal dan memahami betul tentang kita yang pernah saling menetapi hati menjadi satu. Kau rengkuh kembali membuka kunci hati.. Kau, masih menjadi satu bintang harap yang kehadirannya tak pernah jeda kulangitkan kepada Ilahi Rabbi…

Kamu Dan Ombak

Kamu pengetuk pintu hati. Kamu Bintang hati. Namun kamu juga yang penuh teka-teki bermisteri melangkah pergi. Ragamu melangkah pada bentangan hari. Tetapi jejak hatimu tertinggal lekat disendi-sendi hati. Nyatanya hadirmu dalam hati kuresapi. Mungkinkah serupa dengan mu ?

Frasa dalam pena perihal kata-kata tuk beranjak memedamkan pijaran kalbu tuk mampu melupakan mu adalah perihal kata yang tak pernah ingin aku lakukan. Ku biarkan semua mengalir bersama do'a harap kepada semesta yang merangkainya.

Meluapkan sejuta kenang bersama desiran angin. Meluapkan penat bersama ombak di pantai yang lepas. Menyeru pada ombak-ombak yang bergemuruh. Sesak lepaskanmu dijeritnya hati. Kemanakah perginya hatimu yang pernah kembali?

Kamu Dan Ombak…

Masih tertinggal dalam ingatanmu kah jejak hati kita bersuara dideru nafas yang sama?

Masih lekat dalam ingatan doa mu kah tentang denyut degupan suara lirih hati saling memanggil tentang sebaris nama kita kembali.

Pada separuh jiwa yang melayang pergi. Pada luapan asa bersimpuh dalam simphoni.

Kamu dan Ombak

Kemanakah perginya hati ?

Kala mentafakuri diri. Masih tertinggal dalam ingatan benak hatimukah tentang kita disuatu masa pada jamannya yang pernah ada ?

Masih membekas dalam ingatan dalam pilur-pilur memori hati..

Terkadang sesekali dalam sendu rintik gerimisnya hujan, layakkah ku cemburui desiran jatuhnya angin dan hujan yang jatuh ke bumi, Ia ayalnya begitu sangat dekat kepadamu. Kala rindu yang menghujam. Tinggal bayang kenanganmu yang meresapi temani nafas hariku meniti hari. Kemanapun ku melangkah pergi, bayangmu selalu hadir, lagi dan lagi degup jantung hati belum lepaskanmu tuk pergi. Hadirnya bayangmu seakan nyata temani pijakkan hariku. Kehadiranmu dalam nyata masih menjadi satu harap diriku kepada Ilahi Rabbi. Keikhlasan ku menyeluruh dalam setiap bait-bait harap doa.

Sebelum dirimu benar-benar melangkahkan pergi meninggalkan hati, Izinkanlah tuk sebentar saja jejak langkah pijak hati pada jarak tempuh pertemuan hati kita kembali dalam artinya hadirmu dalam nyata kembali temani hari. Tuk sekedar mengenang semua kisah yang pernah kita lewati bersama pada satu jiwa. Sebaris nama dalam doa sepanjang nafas hati. Kenanglah kisah kita dikeabadian hati saat dirimu melangkah pergi .

 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya