Kegagalan, apa masih ada orang yang belum pernah mengalaminya? Tentunya kegagalan bukan lagi hal yang langka, semua orang pernah mengalaminya. Namun, setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menanggapi hal tersebut. Ada yang menanggapinya dengan cara positif namun tidak sedikit juga yang menanggapinya dengan cara negatif. Teman-teman, kegagalan adalah hal yang wajar. Kamu masih baik-baik saja. Seperti aku, aku pernah dan bahkan sedang mengalaminya, namun aku masih baik-baik saja.

Kita semua perlu tahu bahwa kegagalan merupakan salah satu cara Allah untuk mengatakan, "Bersabarlah, Aku punya sesuatu yang lebih baik untukmu," Jadi, apa yang perlu dikhawatirkan? Kegagalan memang bukan hal yang kita inginkan, dengan kata lain, kita menginginkan sesuatu tapi realita tidak sesuai dengan ekspektasi, bukan begitu?

Advertisement

Tenang saja, Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 216, yang potongannya berupa, “Bisa saja kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan bisa saja kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”.

Banyak orang yang berputus asa ketika menghadapi sebuah kegagalan,  bahkan sampai stress. Ketahuilah tidak ada guna kita meratapi kesedihan atau kegagalan atau kegaulan tersebut. Hal itu membuat kita sakit-sakitan. Cobalah, bangun dan jalani saja. Aku tahu, ianya amat berat, rasanya hampir setiap langkah diiringi dengan tangisan, rasanya tidak ada yang menarik untuk dilakukan. Sayangnya, hal itu salah, itu sama saja kamu menyerah. Padahal kegagalan adalah awal dari kesuksesan lho.

Yakinlah, kamu pasti bisa melewati masa-masa sulit itu. Setelah kamu melewatinya dengan sabar, Allah berikan yang lebih baik untukmu, kemudian membuatmu bersyukur dan begitu seterusnya. Itulah bukti bahwa Allah sayang sama kamu dan juga aku. Ingat, ujian Allah merupakan proses dalam mendidik manusia untuk menjadi leih baik.

Advertisement

Kamu tahu 'kan kisah Fir’aun di zaman Nabi Musa? Kamu juga tahu  betapa zalimnya Fir’aun yang mengaku diri sebagai Tuhan, membunuh bayi-bayi, menyiksa orang-orang, tapi Allah masih sayang dengan dia.

Buktinya Allah menegur dia dengan mendatangkan Nabi Musa. Sedangkan kita? Kita tidak seperti Fir’aun, jadi jangan diragukan lagi kasih sayang Allah untuk kita. Allah datangkan ujian sebagai bentuk teguran untuk kita mendekat padaNya.

Kegagalan merupakan ujian dari Allah, bayangkan kalau Allah tidak menguji kita, apa mungkin dengan mudahnya kita berdoa dan sujud padaNya dengan penuh pengaharapan dan air mata yang deras? Ketahuilah, hal itu yang amat  dirindukan Allah dari kita.  Allah suka kita mendatangiNya dengan rasa hinadan penuh pengahrapan terhadapNya. Namanya juga manusia, kalau nggak ada keperluan, nggak datang. Maka dari itu, salah satu mengapa Allah memberi kita dan menghadirkan ujian dalam hidup kita termasuk kegagalan yang kita alami, itu tandanya Allah sayang. Jadi bersyukurlah, masih ada kesempatan untuk berromansa dengan Allah.

Jadi, kegagalan bukan untuk diratapi. Tapi untuk diambilhikmah dibaliknya. Coba saja, kamu perbanyak husnodzon dengan Allah, pasti kamu akan mendapatkan banyak hikmah atau pesan cinta dariNya. Yakinlah, ada sesuatu yang indah di depan sana yang sudah lama Allah siapkan untuk kita sebagai hadiah dari kesabaran kita dalam menghadapi ujianNya. Jangan khawatir, kita baik-baik saja. Hanya saja Allah ingin lebih dekat dengan kita. Sebab, Allah rindu dan sayang sama kita.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya