Halo sayang, kau mungkin kaget aku kembali mengisi malamku guna membuang diksi untukmu. Jangan marah jika masih kupanggil sayang. Terus terang perasaan sayang ini masih sama seperti yang terasa dua tahun lalu. Meski sakit begitu dalam menghujam akar hatiku, aku bangkit, enggan terpuruk lebih jauh mendapati hidup ini tanpa kamu.

Bagaimana kabarmu? Bahagiakah kau dengan kekasihmu yang baru? Aku berharap kau bahagia dan menikmati hari-harimu. Aku mungkin sudah tak ada lagi dalam benakmu. Apalagi ini sudah cukup lama. Bermula dari penghianatanmu, lalu aku beranjak pergi dan hilang darimu karena sakit hati. Waktu tampaknya berhasil membuatmu benar-benar melupakanku dan membuat hubunganmu dengan kekasihmu yang baru kian dekat, sepertinya kian cinta, terekat, dan takkan mungkin terpisahkan lagi.

Aku kembali hanya ingin menyampaikan hal penting ini. Tentang impian-impianku yang pernah kusebutkan padamu. Kau ingat? Kita sempat sepakat akan meraihnya bersama-sama. Tapi karena sudah tanpamu, kini kusadar harus meraihnya sendirian.

Aku akan khusyuk pada pekerjaanku. Teleponku akan selalu berdering karena urusan pekerjaan. Tak ada lagi yang mengalihkan pikiranku dari pekerjaan yang ternyata kucintai juga ini. Tak ada lagi telepon dari nomormu yang membuat pekerjaanku menjadi terbengkalai. Makan dan tidurku kembali teratur. Tak ada hari yang runyam karena semalaman menangis, gelisah karena tak mendapat kabarmu.

Sayang, kini aku bertekad bangkit dari patah hati dan bersumpah akan meraih semua cita-citaku. Tabunganku akan cukup lalu aku akan keluar negeri sendirian dan bebas berkenalan dengan semua orang baru. Beberapa mungkin akan berkesempatan jatuh cinta padaku. Aku akan punya peluang untuk berkencan dan mengenal lebih banyak pria di luar sana. Percayalah, akan ada beberapa yang terlihat lebih baik darimu. Malah, sangat baik. Aku akan mempelajari lebih banyak karakter.

Advertisement

Ada banyak tempat yang akan kudatangi dan wawasanku penuh. Aku akan mendatangi beberapa suku dan menari dengan gembira bersama mereka. Tak ada yang menghambatku karena aku bebas melakukannya sendiri. Semakin hari, aku akan semakin kuat.

Kini aku sadar, jika dalam jalan meraih cita-cita ini terealisasi bersamamu, pasti akan ada banyak sekat dan aku terkekang olehmu. Oh sayang, aku masih muda dan teramat sangat belia. Benar, dua manusia berbeda takkan selaras pada segala hal. Begitu pun antara aku dan dirimu.

Sayang, kutelaah kembali cita-cita yang sudah lama kutulis dalam Deretan Mimpi Sepanjang Usia. Ternyata memang sebagian besar mimpi tersebut tak begitu ideal dicapai dengan bergantung padamu. Tak adil juga rasanya jika seperti kupaksakan dirimu mengikutiku. Kini kusadar, kau punya mimpi sendiri dan aku pun akan lebih leluasa dan fokus meraih mimpiku sendiri.

Advertisement

Aku merasa akan lebih mandiri. Duniaku luas tanpamu. Ada ayah dan ibu serta saudar dan sahabat yang ternyata perlu mendapat dampak kebahagiaan atas pencapaianku. Setelah kau pergi, pada masa terpurukku karena patah hati, di situ aku menelaah dan melihat bahwa masih banyak orang yang perlu kubahagiakan dan bisa membahagiakanku. Bukan berhenti di kamu.

Kendati kuharus menerima kenyataan tak akan jatuh cinta sama seperti padamu, aku percaya naluri kasih sayangku akan meluap suatu waktu. Ini hanya terpedam oleh rasa sakit dan patah hati pasca mendapati penghianatanmu. Ini hanya rasa terkejut yang panjang dan dalam.

Kita tidak akan kembali bersama sayang. Aku tau dan kau pasti yakin itu. Tapi kita pasti tak sengaja bertemu di suatu waktu di masa depan. Aku berjanji pada pertemuan itu, aku akan terlihat sangat baik, dewasa, dan mapan. Aku akan terlihat lebih layak dari sekarang. Aku akan tersenyum padamu dan merangkulmu dengan perasaan yang lapang. Kita mungkin akan menyeruput teh sambil bercerita banyak.

Saat itu, aku pasti akan sangat bersemangat menceritakan segala pencapaian yang ternyata bisa kuraih tanpamu. Bukan dengan nada dan rasa balas dendam. Tapi lebih kepada perasaan syukur dan terimakasih. Aku akan menyampaikannya padamu pada pembicaraan yang bersahabat.

Dan kau, lakukanlah hal-hal yang membahagiakanmu. Biar saat bertemu pada kesempatan itu, kita akan berbincang dengan perasaan menang, terimakasih, dan penuh syukur.