Kesempatan mengenalmu mungkin sulit untuk dideskripsikan. Demikian juga saat saya kehilanganmu saat ini. Tetapi tenang saja saya masih bisa mengontrol dan sangat bisa mendeskripsikan bagaimana keadaan diri saya sekarang. Saya tidak pernah menyesal jika kita pernah bersama karena saya percaya segala sesuatu yang terjadi ada alasannya.

Saya pernah bermimpi, berharap dan berkhayal bahwa kita akan tetap bersama sampai nanti, tetapi semua harapan saya tidak bisa terwujud. Sempat sedikit kecewa tapi saya meyakinkan diri bahwa tidak semua hal dapat saya dapatkan termasuk dirimu.

Advertisement

Terima kasih untuk setiap kejujuran yang kamu berikan. Maaf saya belum bisa menjadi wanita yang kamu inginkan mungkin saya terlalu sibuk dengan diri dan masa depan saya. Tetapi terima kasih untuk perpisahan ini, semuanya mengajarkan kepada saya untuk bersyukur atas setiap hal yang saya dapatkan.

Maaf jika setiap janji yang pernah saya katakan untukmu belum terpenuhi, kita sudah terlanjur untuk mengatakan selamat tinggal. Kamu juga tidak perlu merasa terbeban jika janjimu belum terpenuhi karena kamu tidak pernah janji apa-apa pada saya. Saya ingat kamu pernah berkata kepada saya bahwa kamu berjanji kepada Tuhan bahwa kamu tidak akan menyakiti saya. Janjimu itu pada Tuhan kan? Bukan pada saya. So, saya tidak pernah mendengar janji itu, saya hanya mendengar cerita itu. Jadi tidak perlu merasa bersalah kepada saya, milikilah rasa bersalah itu pada sosok yang pernah kamu buat janji padanya.

Terima kasih untuk mulut dan hati yang pernah mendoakan saya. Terima kasih untuk setiap dukungan dalam perjalanan study saya saat ini. Semua memang hanya akan jadi kenangan. Tidak akan pernah terulang lagi dan saya sedang belajar untuk bangkit dari semua itu. Saya ingin bangkit untuk menata diri dan masa depan saya. Saya ingin mempersiapkan diri untuk menjadi sosok yang lebih baik dari sekarang.

Advertisement

Saya memang tidak bisa menyalahkan siapa-siapa untuk setiap kejadian yang sudah terjadi, untuk perpisahan yang sudah kita putuskan. Kamu berhak berhenti kapan saja kamu mau. Kamu berhak memutuskan dengan siapa kamu bahagia. Saya tidak akan lagi memaksamu untuk mencintai dan mengasihiku. Kamu dan aku berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari apa yang pernah kita jalani. Kamu berhak memilih orang yang pantas kamu jadikan pasangan. Saya pernah berpikir untuk menyalahkan jarak yang terbentang diantara kita. Tetapi apakah itu adil? Tidakā€¦. Saya pikir kalau kamu memang sudah memiliki komitmen yang sungguh-sungguh dengan saya kamu tidak akan berpaling sekalipun jarak dan godaan-godaan lain menghampirimu. Tetapi yang terjadi apa sekarang? Kita lebih memilih begini kan?

Benar katamu kita harus memikirkan masa depan dan study kita sekarang. Terima kasih untuk itu, satu hal yang perlu kamu ingat saya selalu mengutamakan study saya apapun yang terjadi so tidak perlu untuk mengingatkannya. Kalau saya tahu dari dulu saya adalah penghalang dan beban dalam hidupmu terutama untuk studymu saya lebih memilih untuk tidak hadir dalam kehidupan kamu. Sangat disayangkan karena saya mengetahui itu semua saat kita sudah berpisah. Tetapi tidak apalah, itu semua sudah terjadi, penyesalah tidak akan mengubah apa-apa.

Sekali lagi terima kasih untuk setiap kesempatan, kejujuran dan kebohongan yang mungkin pernah kita jalani bersama. Ini saatnya untuk katakan selamat tinggal untuk menatap masa depan. Sudah cukup untuk setiap luka dan tawa yang kamu berikan. Mungkin saya terlalu bodoh sehingga bisa terantuk di batu yang sama.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya