Kak Mega adalah salah satu pemilik usaha busana muslim yang sukses di Yogyakarta, dia di kenal dengan kedermawanannya, seakan-akan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.

Ringan baginya membuka kotak tabungannya, gampang baginya merogoh kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.

Advertisement

Inilah mungkin sosok nyata orang yang menganggap dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.

Suatu ketika saya sedang berbincang-bincang dengannya,

“Ajarkan pada saya, Kak,” kata saya, “bagaimana caranya agar saya seperti kak Mega. Bisa bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan. Saya ingin seperti Kakak, yang bila bersedekah terasa ringan.”

Advertisement

“Wah,” seketika kakak saya tertawa, “Kamu salah alamat!”

“Lho?”

“Lha iya. Kamu datang pada orang yang salah. Lha saya ini sangat sayang dan mencintai harta saya. Saya ini sangat mencintai asset yang saya miliki”

“Lho..?”

“Sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta-harta saya, sampai-sampai saya tidak rela meninggalkan harta saya di dunia ini. Harta saya akan saya bawa mati. Saya akan terkubur bersama harta bisnis saya"

“Saya itu tidak mau berpisah dengan kekayaan saya. Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu

Saya titipkan pada masjid,

Titip pada anak yatim,

Titip pada fakir miskin,

Titip pada pejuang fii sabilillah.

Titip pada yayasan atau baitul maal.

Titip pada guru-guru agama dan karyawan yang rajin ibadah

Titip pada saudara dan karyawan yang dirawat sakit.

Alhamdulillah masih ada yang berkenan mau dititipi harta saya, saya senang sekali.

Alhamdulillah ada yang sudi diamanati, saya bahagia sekali.

“Pokoknya di akhirat nanti mau saya ambil lagi titipan titipan saya. Tapi, dengan saya tidak amnil pula harta-harta saya akan kembali kepada saya dengan sendirinya"

Saya sudah bekerja keras puluhan tahun di dunia, maka ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di alam kubur dan di akhirat nanti. “Maka siapa bilang harta tidak dibawa mati? Harta itu dibawa mati. Caranya? Jangan bawa sendiri. Minta tolong dibawakan oleh fakir miskin, anak yatim, orang-orang yang berjuang di jalan-Nya, yayasan atau baitul maal. Dan jangan pula saya berzakat atas semua harta kekayaan saya. Sekarang menghitung zakat saya sangat di mudahkan dengan aplikasi panduan muslim, karena di dalamnya terdapat fitur kalkulator zakat yang dapat saya pergunakan untuk menghitung semua zakat. Karena anak dan keluarga saya cuma kasih kain putih tok.”

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya