Opini: Menimbang-nimbang Terobosan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan

Terobosan Mendikbud Nadiem Makarim

Seperti yang kita tau bahwa presiden baru Indonesia terpilih, Pak Jokowi telah mengumumkan jajaran nama-nama menteri di kabinet kerjanya yang baru, yakni Kabinet Indonesia Maju. Dari sekian banyak nama menteri yang diumumkan, ada yang menarik perhatian para netijen. Yap, selain dari kalangan politisi, menteri-menteri di kabinet kerja Pak Jokowi kali ini juga ada yang berasal dari akademisi dan pengusaha.

Advertisement

Nadiem Makarim, yang dikenal sebagai CEO Gojek terpilih sebagai salah seorang menteri di Kabinet Indonesia Maju. Nadiem, menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan a.k.a Mendikbud. Hal ini menjadikannya sebagai menteri termuda dalam sejarah pemerintahan di Indonesia. Lalu banyak pertanyaan berseliweran dibenak warganet. 

Terkenal sebagai seorang lulusan Harvard yang notabene melek teknologi, akankah Nadiem akan mengubah wajah baru pendidikan di Indonesia kelak? Misalnya di sistem pendidikan Indonesia kelak apakah bakalan muncul sistem pembayaran sekolah pake Go-Pay gitu mungkin? Atau bakalan ada kartu-kartu sakti yang akan bersanding dengan Kartu Indonesia Pintar? Kan sekarang udah zaman digital. Apa-apa serba mudah dan para millennial sukanya yang serba instan.

Pendidikan di Indonesia ini masih butuh perhatian yang cukup. Kalau zaman saya sekolah dulu internet masih baru-baru muncul, belum seperti sekarang. Sinyalnya masih ngadat. Nah ini, zaman sekarang internet termasuk udah cukup lumayan menyebar merata, tapi sayangnya masih ada beberapa sekolah yang belum mumpuni akses teknologinya. 

Advertisement

Kemarin-kemarin kita sibuk memperdebatkan antara sekolah yang bertaraf internasional dan bertaraf nasional dengan sekolah yang biasa-biasa saja. Setelah ada sistem zonasi ketika pendaftaran sekolah kemarin, kembali kita sibuk mempermasalahkan antara nilai yang kita miliki dengan harapan untuk bisa bersekolah di sekolah favorit berbanding terbalik dengan kenyataan, karena terhalang sistem zonasi. Ah, apapun yang terhalang itu memang nggak enak~

Pak Jokowi mempercayakan pada Mas Nadiem ini untuk mengembangkan terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM yang siap kerja, siap usaha, dan adanya link and match antara pendidikan dengan dunia industri. Ya, bisa dibilang Pak Jokowi ini akan membuat gebrakan baru dalam dunia pendidikan kedepannya melalui Mas Nadiem. Gebrakan seperti apa? Ya kita tunggu saja~

Sebenarnya bicara masalah pendidikan, kembali lagi ke kita. Mau adanya gebrakan dan inovasi secanggih apapun, kalau kita malas belajar, ya tetap aja itu nggak ngaruh sama masa depan kita. Dikasih teknologi canggih kayak apapun kalau kita malas baca dan malas berfikir, ya nggak bakalan jadi pinter-pinter kita. Wong gimana mau berubah masa depan, kalau hari-hari yang dilakukan aktivitasnya cuma asyik chattingan, gegoleran, main game melulu. 

Ya, kayak yang dibilang sama Mas Alit, si penulis Skripshit sih, “Hidupmu bakalan gitu-gitu aja, kalau kalau yang kamu lakuin cuma itu-itu aja”. Jadi, mau siapapun menteri pendidikannya, apapun kebijakan dan inovasi terobosannya, yag paling penting itu seharusnya kita mau terus belajar, jangan malas mengembangkan potensi diri selagi masih muda dan punya banyak kesempatan. Pada tau kan, hampir sama kayak penyakit patah hati, malas itu nggak ada obatnya, nggak bakalan ada yang bisa menyembuhkannya selain diri kita sendiri.                      

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

penyuka sastra dan senja

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE