Bukan ku masih mengharapkan dirimu, hanya saja diri ini masih menyimpan kenangan akan indahnya cinta masa lalu.


Hai dirimu, iya dirimu yang pernah menemani hari-hari menjadi lebih berwarna. Apa kabar dirimu sekarang? Aku tahu, pertanyaan itu sudah basi dan terlalu mudah ditebak. Tapi apakah kamu tahu, jika satu kalimat itu memiliki banyak makna. Dari sanalah ada sejuta harapan yang ingin tersampaikan dan juga rindu yang telah menganyun lembut, mengusik ketenangan dan mengharapkan kehadiran dirimu. 

Advertisement

Aku sadar bahwa akau bukanlah siapa-siapanya dirimu lagi, masih dianggap temanpun aku masih sangat bersyukur. Bodoh ya jika aku masih mengharapkan kamu untuk hadir dan menemaniku lagi seperti dulu. Di saat kenyataan mengatakan bahwa ini semua sudah berubah. Ya, begitu juga dengan dirimu di sana yang ku tahu sudah banyak berubah begitu juga dengan hatimu yang bukan lagi untuk diriku. Kan ku doakan kau berbahagia selalu dengan pilihanmu sekarang. 

Jangan pikirkan aku di sini, toh aku sudah bilang berulang kali bahwa aku sudah mampu move on dan mulai menjalani kehidupan baru. Iya hidup baru tanpa kamu, yang telah mengajarkanku akan manisnya cinta. Namun tanpa ku duga akan berakhir menjadi sebuah kenangan, yang ku akui kenangan itu begitu sulit untuk kubawa terbang. Dan sekarang aku lebih memilih untuk menghanyutkannya saja bersama dengan alur yang tak kutahu akan kemanakah perginya.

Aku tak pernah menyesal mengenal dirimu,  darimu lah aku mengenal apa itu cinta. Terimakasih ya sudah mampu singgah meski cuma sebentar, kenangan akan bersama dirimu tidak akan mudah kulupakan begitu saja. Bukannya aku masih mengharapkan akan kehadiran dirimu, hanya saja semua itu butuh yang namanya proses. Dan aku merupakan orang yang begitu menikmati sebuah proses. 

Advertisement

Aku percaya bahwa untuk menjadi indah itu, tidak ada yang instan. Ya, semua butuh proses. Termasuk diriku yang membutuhkan proses untuk bisa bangkit dan berjuang kembali, mendamaikan hati yang terasa perih. Meskipun begitu, aku akan tetap menikmatinya dan sekarang ku akui aku sudah mampu bangkit dan mampu untuk mendamaikan hati. Bukan dengan mencari yang baru, tapi lebih pada kesadaran bahwa semua ini ada hikmahnya dan percayalah nanti akan menemukan sandaran yang tepat, yang mampu memberikan semangat dan tak membiarkan ada tetes air yang mengalir begitu saja. 


Makasih sudah mengenalkanku akan manisnya mencintai, meski pada akhirnya hanya menjadi sebuah kenangan


Teruntuk kamu yang pernah hadir pada masa laluku, di sini aku mau bilang terima kasih karena darimu lah aku tahu bagaimana indahnya mencintai, meskipun itu sudah menjadi kenangan. Dan semoga kita diperkenankan lagi untuk bertukar sapa dan saling tersenyum bahagia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya