Tulisan ini akan saya awali dengan kalimat alhamdulillah. Karena banyak sekali yang dapat kita syukuri dalam hidup ini, termasuk dengan dituliskannya semua narasi ini, ya bisa dikatakan bahwa ini hanya sebuah cerita singkat dari saya sekaligus sharing terkait dengan pengalaman yang telah saya lalui. Mungkin banyak dari kalian yang mengaggap ini hanya sebuah tulisan tidak penting, tidak ada gunanya. Memang benar adanya seperti itu. Pun saya ketika mengetik tulisan ini, entah apa tujuannya, dan, hei, lihatlah betapa buruknya kata-kata yang saya rangkai ini. Saya pun juga tertawa ketika membaca dari awal semua ketikan saya ini. Namun diluar itu semua, izinkan saya untuk memulai sebuah narasi singkat ini. Semoga ada sesuatu yang bisa dipetik dari apa yang saya ketikkan ini.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat sekali, bagai melesat tak terlihat. Anak-anak mulai beranjak remaja, orang tua sudah mulai menunjukkan ubannya, bahkan saya sendiri pun tidak menyadari telah menginjak masa dewasa. Hingga sekarang kita telah memasuki bulan yang penuh kemuliaan, bulan penuh ampunan, yakni bulan Ramadhan. Bulan yang dinanti-nanti oleh umat islam terutama, sebab banyak sekali keutamaan yang ada di bulan ini. Diantaranya ada ampunan dosa yang luas, pahala yang berlipat-lipat, dan masih banyak lagi.
Meskipun diluar bulan Ramadhan juga terdapat amalan-amalan yang menunjang, tetapi khusus di bulan ini Allah S.W.T menambahkan lebih banyak keutamaan-keutamaan yang lain, eksklusif. Bahkan Rasulullah S.A.W, di bulan Ramadhan ini lebih meningkatkan lagi amalan dan juga ibadahnya. Biasanya beliau qiyamullail hanya disepertiga malam, beliau menambahkan menjadi sepanjang malam. Pada di hari biasanya beliau tadarus sehari khatam 2-3 kali, di bulan Ramadhan ini beliau bisa mengkhatamkan bisa 5 hingga 10 kali. Sungguh luar biasa keutamaan di bulan ini.
Jika dipikirkan kembali, rasanya sayang sekali ketika kita melewatkan momen-momen di bulan Ramadhan ini. Rasanya akan rugi sekali ketika kita tidak memaksimalkan amalan di bulan penuh berkah ini. Begitupun saya yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi, bukan hanya di bulan Ramadhan saja. Namun untuk bulan Ramadhan ini rasanya sayang sekali ketika terlewat dan kita belum memaksimalkan amalan kita. Sebagai sesama mahasiswa, saya ingin berbagi cerita yang mungkin barangkali bisa sedikit dipetik selama menjalani perkuliahan di bulan Ramadhan ini, yang paling tidak kita bisa beramal semampu kita.
Diawali dengan sahur. Awal pertama sahur, saya benar-benar bingung karena harus mencari makan sahur sendiri, yang biasanya di rumah sudah dihidangkan sedap oleh ibu. Namun ketika saya mencoba keluar dari kost, saya mendapati banyak sekali warung-warung yang buka di pinggir jalan. Dan tidak terlepas juga, menu yang dihidangkan juga menarik. Tentunya sebagai anak kost, saya mencari warung yang sesuai dengan budget. tidak perlu mahal, yang penting cukup untuk memenuhi kebutuhan sahur.
Tidak lupa sebelum shubuh, saya menyempatkan untuk sholat tahajud minimal dua rakaat. Setelah melaksanakan sholat shubuh berjamaah, sempatkan untuk mengaji paling tidak setengah atau satu juz sebelum berangkat kuliah. Setelah mengaji, persiapan untuk masuk kuliah. Jika sempat, sebelum masuk kuliah lakukan olahraga tipis supaya badan tetap terjaga kebugarannya. Lalu disaat jam istirahat kuliah, sempatkan sholat dhuha minimal dua rakaat, lebih dari itu lebih baik. Lanjut ke waktu dhuhur. Setelah sholat dhuhur berjamaah, sempatkan untuk mengaji, sedikitpun tidak mengapa.
Setelah selesai mengikuti agenda perkuliahan, tibalah saatnya untuk berbuka puasa. Biasanya para mahasiswa akan beramai-ramai mencari takjil yang ada di masjid-masjid maupun di pinggir jalan. Tak terkecuali saya yang sering mencari takjil di masjid. Setelah itu lanjut sholat maghrib berjamaah. Selesai sholat, sebisa mungkin sempatkan mengaji meskipun sedikit. Lalu, setelah melaksanakan sholat isya dan tarawih, bisa dilanjutkan untuk mengaji. Baru setelah itu bisa dimanfaatkan waktunya untuk belajar.
Mungkin dalam keseharian itu saya lebih banyak menekankan untuk mengaji karena menurut saya memang susah untuk mencari waktu untuk sekedar mengaji. Untuk amalan yang lain bisa kalian lakukan disela-sela waktu, seperti sedekah, berdzikir dan lain sebagainya.
Apa yang saya tuliskan ini bukan menjadi patokan. Jika kalian punya keseharian yang lebih baik dari saya, bisa kalian sharing-kan ke teman-teman yang lain. Intinya, mari sama-sama kita tingkatkan amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini meskipun banyak tantangan yang kita hadapi. Tetap semangat menjalani hidup.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”