Ini sudah hari ke-19 sejak kamu pergi meninggalkanku, kamu tiba-tiba menghilang tanpa kata perpisahan dan mendelete-ku dari kontak bbm-mu. Sejak kejadian malam itu kamu benar-benar pergi menjauhiku. 

Tidak lagi menyapaku seperti biasa, tidak ada lagi pesan singkat darimu yang biasanya membuatku bersemangat. Kini hari-hariku sepi senyap.

Tidak ada lagi kamu yang biasanya membuatku betah berlama-lama melihat layar handphoneku dan membuatku senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Tidak ada lagi suara bising motormu yang membuatku secepatnya berlari menghampirimu.

Tidak ada kamu yang biasanya aku peluk erat saat kamu mengendarai motormu dengan kecepatan tinggi dan membuatku berteriak Inget kamu lagi bawa oraang dan kamu semakin menggodaku dengan menambah kecepatannya.

Tidak ada lagi kamu yang biasanya menemani setiap malamku.
Tidak ada lagi kamu yang mengganggu tidurku dengan rentetan teleponmu. Tidak ada lagi kamu yang tiba-tiba datang kerumahku untuk sekedar bercanda gurau. Tidak ada lagi kamu yang membuatku rela bergadang hanya sekedar menghapus rindu lewat suara.

Advertisement

Aku merindukanmu.. sungguh sangat merindukanmu. Apakah kamu juga merindukanku ?

Aku merindukan hangat pelukmu. Aku merindukan saat kamu mencubit pipiku padahal biasanya aku sangat benci saat kamu dengan gemasnya mencubit pipiku yang katamu sangat chubby. Aku merindukan saat aku ingin diet kamu melarangku dengan berkata berat badanku sudah sangat pas dan tidak perlu diet. 

Aku merindukan saat kamu memintaku untuk menemanimu menghabiskan waktu atau saat kamu memintaku untuk menemanimu mengerjakan skripsimu. Aku juga merindukan saat aku memintamu untuk menjemputku dan kamu dengan segeranya datang menjemputku. Saat aku sedang bosan kamu datang menemaniku.Aku rindu semua kenangan saat masa-masa kita bersama.

Mengingat semua kenangan manis itu membuat dadaku terasa sesak

Terkadang saat aku sedang membaca ulang semua pesan singkatmu arimata ini jatuh dengan sendirinya, betapa manisnya kita dulu. betapa bahagianya aku memilikimu Lelaki yang selalu ada untukku. Begitu banyak waktu yang kita habiskan bersama hingga membuatku sulit untuk menghapusmu dari otak dan hatiku.

Bisakah kamu mendengar jerit hatiku yang memanggil pilu namamu?

                   

Dari wanita yang berusaha bangkit dari kenangan manis bersamamu.