Faktor keamanan wisata menjadi isu yang menarik untuk kami bahas di sini. Terutama di Terminal Bertais dan Pelabuhan Penyebarangan Lembar. Saya rasa beberapa kawan pernah mendapatkan pengalaman yang tidak enak dengan premanisme, pemalakan, pemakasaan calo tiket, dan lainnya.

Betul memang sering kali kejadian kejahatan yang dialami oleh wisatawan terjadi di dua tempat itu dan pihak yang kita harapkan membantu menuntup mata dengan kondisi tersebut. Beberapa kali saya menyampaikan hal ini kepada Dinas Pariwisata, baik kabupaten maupun provinsi. Tapi sepertinya ranah terminal dan transportasi perlu dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan. Secara tidak formal saya juga pernah menyampaikan kondisi yang membuat image Lombok di luar menjadi buruk. Tapi sepertinya kondisi itu sampai sekarang tidak ada tindak lanjut.


"Transportasi umum ke tempat wisata sulit, transportasi umum dari pelabuhan saat malam hari langka, hanya ada mobil carteran dengan biaya yg cukup mahal."


Begitu ungkap Om Duta Lombok Here, seorang pegiat Pariwisata di Lombok. Berikut ini Om Duta akan memberikan tips untuk backpackeran ke Lombok. Di sini mungkin kami tidak bisa memberikan perubahan yang besar untuk kondisi itu namun berusaha memberikan tips menghadapi calo, premanisme, dan pemalakan, baik di terminal maupun pelabuhan.

1. Usahakan jangan datang malam hari di Pelabuhan Lembar, karena tidak ada angkutan umum ke kota atau ke tempat wisata. Keluar dulu dari area pelabuhan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter dan anda dapat mencari angkutan umum bemo. Sebisa mungkin kawan kawan beralasan punya kerabat, teman atau sahabat yang akan dituju di Lombok. Boleh mengatakan akan ke Rumah Singgah Lombok di Jalan Bangil V Nomor 6 BTN Taman Baru Mataram, katakan ada saudara di sana.

Advertisement

2. Di Terminal Bertais, saran saya jangan buru-buru turun dari kendaraan, cari teman jalan di dalam bus. Jika ingin ke Rinjani cari angkutan engkel yang biasanya berwarna merah marun, dan usahakan tetap tenang. Jika kawan-kawan hendak pulang ke Pulau Jawa, jangan katakan akan menyebrang ke luar pulau, jangan bilang akan ke Pelabuhan Lembar tapi ke tempat lain.

3. Jaga tas dan barang bawaan yang berharga, jangan sampai mereka mengambil dan membawa tas ransel kawan-kawan itu ke bus yg mereka inginkan. Berpura-pura tidak ada uang juga jadi alasan yg baik, sediakan sebungkus rokok walaupun kawan-kawan tidak merokok, karena lebih aman “menawarkan” rokok kepada mereka daripada rugi yang lebih besar.

4. Usahakan mencari tau banyak informasi tentang Lombok, jalin persahabatan dengan kawan di Lombok, sehingga minimal jika ada kejadian yang tidak kita prediksikan ada yang bisa membantu. Kami di sini dengan senang hati bersedia menjadi sahabat yang dapat kawan-kawan hubungi jika perlu, dan sebisa mungkin akan kami bantu.

Demikian kiranya yang dapat saya sampaikan. Semoga kejadian buruk kawan-kawan yang berwisata di Lombok tidak menjadi sebab kawan-kawan tidak ingin kembali datang berlibur dan bersilaturahmi ke Lombok lagi.

Jika ada tips lain dari kawan-kawan yang pernah mengalami silahkan dapat menambahkan. Semoga bermanfaat dan jangan lupa berlibur ke Lombok.