Tuhan, Bisakah Aku Bersinar Lagi

Bukannya aku hendak memamerkan apa yg telah aku capai, hanya saja sekarang aku merasa sedikit kosong.

Halo aku Dinda Kusuma, hanyalah penulis pemula, bukan orang hebat.

Advertisement

Yang ku tahu dari diriku adalah bahwasanya aku suka menulis, itu saja.

Sekarang, aku ingin sedikit bercerita. Semoga kalian berkenan untuk membaca dan meluangkan sedikit waktu.

Akhir tahun yang lalu, aku bertemu dengan Hipwee Creator Community ini, saat itu keadaanku cukup tidak baik baik saja.

Advertisement

Saat itu aku menulis karena aku berusaha bangkit dan menyembuhkan luka dan juga pikiranku yang berisik.

Ditambah lagi ada beberapa event hipwee yang bisa mendapatkan point', sehingga aku bisa mendapatkan uang dari sana, uang itu kupergunakan juga untuk sedikit membantu keluargaku.

Advertisement

Waktu berjalan, aku semangat menulis, karena memang aku tidak mempunyai kesibukan apa apa lagi, hanya menulis dan berjualan online kecil kecilan.

Tak ku sangka, ternyata pada bulan Februari aku terpilih menjadi konten kreator terbaik, aku sungguh sangat haru, aku merasa kembali berharga.

Aku seakan kembali menemukan nilai dari diriku yang mungkin telah hilang karena terkikis oleh keadaan yang membuat rasa minder ku mengusir jati diriku.

Saat itu, ketika aku mulai mendapatkan penghargaan, dan ditambah lagi memenangkan berbagai challenge hipwee, aku merasa sangat bahagia, kepalaku tidak seberisik dulu lagi, aku bisa menguatkan diriku bahwa aku bisa, aku berharga.

Akupun menulis dengan sangat bahagia hampir setiap harinya.

Namun, ujian kembali datang, dan aku kini disibukkan dengan mengurus berbagai hal dan mencari uang.

Aku kehabisan energi, aku tidak ada waktu untuk membaca buku dan menulis lagi, aku sangat sedih, melihat hadiah hadiah challenge dari hipwee rasanya membuat ku ingin menangis.

Kini aku kehilangan sebagian dari diriku lagi.

Ingin sekali rasanya aku kembali membaca buku, dan aktif menulis dan juga berkreasi.

Tapi di satu sisi aku juga harus mencari uang untuk memenuhi kebutuhan ku.


Ku coba bertanya kepada diriku sendiri.



Apakah aku ingin meninggalkan dunia kepenulisan ini?



Apakah aku benar benar ingin menyerah?



Apakah aku yakin untuk pergi dari hal yang dulu adalah hal yang membuatku bangkit dari masa terpurukku dan menemukan jati diriku sendiri?


Seketika air mataku pun menetes, dan hati kecilku seakan berteriak..


Tidakk..


Untuk itu, aku menulis tulisan ini.

Aku beritahukan kepada semua yang membaca artikel ini.

Terimakasih atas waktu yang kau perkenankan untukku.

Aku akan berjuang sekali lagi.

Entah apa yang terjadi esok hari.

Entah kemana tulisan ini akan membawaku pergi.

Aku akan terus menulis, belajar, dan membaca.

Di sela senggang ku, di waktu istirahatku.

Aku berjanji tidak akan berhenti berkarya.

Karena dari sini aku bisa berbicara dan menguatkan orang orang juga, walau aku tak ada di samping mereka, atau ketika aku sudah berpulang ke muara Tuhan.


  • Teringat sebuah pesan yang entah siapa pengarangnya, ia mengatakan "Kau akan di lupakan, tetapi karyamu akan membuatmu abadi"

Dan juga, karena yang aku tahu pun cuma satu.

Yakni, yang terpenting adalah, terus belajar dan tidak pernah menyerah.

Entah itu mau menangis dulu, istirahat dulu, atau rehat dulu, atau mencari modal dulu, tak apa, yang terpenting hanyalah satu.

Tidak pernah menyerah.

Dan satu doa untuk Tuhanku

Tuhan, semoga aku bisa bersinar lagi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

if one day i was gone, and then u miss me, just read my writing, cause i was in there.

CLOSE