Tulisan Untuk Mantanku; Saat Aku Membacanya di Masa Depan dan Akan Ikut Menertawakan

Tulisan Untuk Mantanku

Aku memang tak melihat langsung kamu bersanding dengan orang lain di pelaminan,

Aku tak melihat langsung kamu dijodohkan dengan orang tuamu,

Aku juga tak pernah melihat langsung bagaimana bentuk wajahmu,

Advertisement

Hanya saja aku bisa melihat semua tugas kuliahmu dulu. Berarti, aku melihat kebaikan dan ketulusanmu. Dan itu membuat aku susah lupa apa lagi perkataaan manis tentang kehaluan masa depan kita, dan ternyata harus tidak sama dengan realitanya. 

Bagaimana bisa seseorang yang tak pernah ditemui bisa bertitel "mantan kekasih?"

Ditambah "yang tidak bisa dilupakan" kemudian tiba-tiba membuat hati sakit dan sesak tak beralasan, membuat aku dikhawatirkan orang tuaku karena menangis sesak berulang kali. Membuat ayah harus membawaku jalan-jalan melihat pohon teh, tadinya ingin berteriak tapi aku masih tahu malu. Bagaimana bisa orang yang tidak pernah aku temui membuat aku segila itu dahulu? Sampai sekarang juga sih, aku gila dibuat ingat harapan sendiri.

Advertisement

Tetapi tenang, kegilaan itu tersalurkan dengan baik melalui tulisan. Benar kata Pak BJ Habibie. Untuk mencegah menjadi gila aku menulis. Pak Habibie menulis buku tentang kisahnya bersama Ibu Ainun saat di fase Pak Habibie sangat kehilangan karena ditinggal untuk selama-lamanya oleh Ibu Ainun. yang akhirnya menjadi buku "Habibie dan Ainun" yang sudah di film kan itu.

Kemudian aku menuliskan beberapa kisah cinta tak sampai versiku ke dalam tulisan, yang sudah lewat aku tertawakan karena aku merasa bodoh pernah melakukan beberapa hal bodoh. Pernah berharap dengan tulus selama beberapa tahun kepada seaeorang yang akhirnya menjadi suami orang. Dan entah ini kisah yang terakhir bagaimana aku akan menertawakannya.

Advertisement

Namun, aku kuat. Aku tetap keren. Meski setelahnya belum bisa jatuh cinta lagi. Saat sebuah tweet bertanya "apa yang kamu kejar?" Aku menjawab "gelar Magister" di saat yang lain menjawab "mengejar dia yang bla bla bla" iya isinya tentang mengejar cinta. Hello, hidup akan terus berjalan tanpa melihat perasaan kita, tanpa melihat siapa yang datang dan pergi semua akan menjadi masa lalu pada akhirnya. Dan masa lalu itu akan baik dikenang. Hal bodoh ditertawakan, yang menyenangkan ditertawakan, yang sedih pun ditertawakan.

Masa lalu akan berlalu, tertinggal di belakang kita. Dan kita tak boleh menengoknya untuk mencoba jatuh. Bukankah sejarah ada untuk sebuah pembelajaran yang tak boleh terulang di masa depan? 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Full-time Japanese Language Teacher And Postgraduate Student.

CLOSE