"Sayang kapan pulang?"

Mungkin sudah puluhan kali kamu mendengar pertanyaan yang hampir setiap video call aku tanyakan. Dan meski aku tahu jawaban kamu selalu sama, "Akhir Maret atau awal April sayang". Kumohon jangan bosan ya sayang. Aku hanya rindu, ingin segera bertemu.

Advertisement

Dititnggal kerja berbulan-bulan dan menjalani LDR dengan jarak puluhan ribu kilometer dan perbedaan waktu yang membingungkan adalah konsekuensi yang harus aku terima untuk bersama kamu yang kerja di kapal pesiar. Menunggu 8 hingga 9 bulan bukanlah hal yang mudah. Ditambah rasa rindu yang kian bertumpuk seiring berjalannya waktu. Apalagi waktu yang kita miliki untuk bertatap jauh lebih sedikit dibandingkan saat kita terpisah.

DItambah rasa sedih saat orang-orang berkata miring tentang pekerjaan kamu. Stigma pekerja kapal memanglah tidak sebaik mereka yang bekerja di gedung tinggi berbaju rapi. Orang bilang para pekerja kapal itu doyan mabuk, tukang selingkuh, suka judi, dan masih banyak lagi. Mungkin pekerja kapal yang mereka temui beberapa seperti itu. Tetapi, bukan berarti semua sama.


Aku selalu berdoa agar Tuhan menlindungimu dari sakit, marabahaya dan godaan-godaan buruk.


Advertisement

"Sayang aku abis dari mall. Aku baper liat orang pacaran."

Terkadang rengekan akan hal yang tak penting keluar dari mulutku saat bercerita bertukar kisah hari itu via video call. Lalu kamu akan bilang "Ini kan kita lagi pacaran sayang, tiap hari ketemu." Ku tak akan membantah, aku sadar, kamu meluangkan 1 jam waktu istirahatmu hanya untuk berkomunikasi denganku. Tak mungkin aku sia-siakan untuk merengek atau marah panjang lebar. Meski kadang 1 jam terasa tidak cukup, rasa rindu memuncak dan membuatku meneteskan air mata. Aku tahu tak seharusnya aku meneteskan air mata di depanmu. Kamu terlalu jauh untuk bisa menghapusnya.


Sempat kubertanya pada diriku sendiri, apakah aku mampu menunggu kamu? Apakah bersamamu adalah pilihan yang tepat? Apakah benar kamu mencintai aku? Apakah kita akan selalu bersama? Karena aku tak ingin jadi sementara. Aku berharap selalu ada 'kita' di masa depan.


Untuk kamu yang kini ada di tengah samudra, jaga kesehatanmu, jaga hatimu, aku menunggumu pulang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya