Menjalani cinta sembunyi-sembunyi denganmu sungguh menyakiti hatiku. Aku harus menahan diri untuk tidak marah ketika kamu sedang menggoda wanita lain di depan teman-temanmu. Aku menahan diri untuk tidak menangis saat kamu menyebut kita hanya teman di depan semua orang. Aku yang kamu sembunyikan, menahan rasa sakit yang teramat saat aku tidak bisa merangkulmu, tidak bisa memelukmu di depan semua orang, tidak bisa menunjukan dengan bangga pada semesta jika kamu adalah kekasihku.

Biarkan hanya kita dan Tuhan yang tahu, betapa dekatnya kita. Betapa kita saling mencintai satu sama lain. Biarkan semuanya menjadi rahasia yang tak seorangpun tahu, jika sebenarnya kita ini sepasang kekasih. Ya, pasangan kekasih rahasia.

Kita sama-sama sudah memiliki kekasih. Aku bahagia dengan lelakiku, begitu pun kamu dengan wanitamu. Tapi kenapa kita masih sangat merasa nyaman oleh hubungan yang sembunyi-sembunyi ini? Aku tahu, aku hanyalah pelarianmu untuk menghilangkan kebosananmu dengan kekasihmu yang super cerewet itu. Saking cerewetnya dia sehingga kita menamainya ibu tiri.

Kita selalu tertawa bersama ketika mengingat kamu harus ditelepon olehnya karena mem-posting foto berdua denganku, yang katanya begitu mesra. Dia sangat marah besar dan mengomelimu habis-habisan sehingga kamu tidak nafsu untuk makan. Aku harus merayumu untuk makan. Tragedi itu kita namakan tragedi puncak. Begitupun aku menghempaskan rasa frustasiku karena memiliki lelaki yang super sibuk dan protektif.

Lelaki yang jarang ada waktu untukku, tapi selalu melarangku ini dan itu. Sehingga dengan terpaksa, aku harus membohonginya jika ingin pergi bersama teman-temanku. Sampai kapan hubungan kita ini tetap menjadi rahasia? Sampai kapan kita terjebak oleh rasa nyaman ini? Kamu selalu aku nomorsatukan. Aku selalu lebih memilih untuk menghabiskan waktu denganmu dibanding dengan dia. Hingga kadang, aku membuatnya marah besar. Lucu, ya?

Advertisement

Begitu banyak waktu yang kita habiskan bersama. Aku selalu merindukan pelukanmu, tapi kamu selalu tidak ingin memelukku karena kamu tidak suka dengan wangi parfumku yang membuatmu mual. Ya, kamu memang tidak suka parfum karena menurutmu wanginya selalu membuatmu sakit kepala. Aku rindu saat bersandar di bahumu dan kamu mencium keningku. Aku juga rindu saat aku bermanja-manja denganmu.

Aku rindu saat aku duduk di belakang punggungmu dan memelukmu erat, saat kamu mengendarai sepeda motormu yang memiliki suara super berisik itu. Kamu memacunya dengan kecepatan tinggi. Aku tertawa dan memelukmu erat sekali. Atau kamu ingat, saat kamu memacu mobilmu di jalan tol seperti pembalap F1 yang membuatku berteriak dan tertawa lepas?

Aku rindu semua hal tentang kamu, yang selalu membuatku tersenyum saat mengingatnya.

Aku mencintaimu dan juga mencintai kekasihku. Aku terlalu takut untuk memilih. Aku tidak bisa melepaskan kekasihku dan aku pun tidak bisa meninggalkan kamu. Begitupun kamu tidak ingin meninggalkan aku dan melepaskan kekasihmu. Biarkan semuanya abadi dalam ingatan kita, tanpa seorangpun yang tahu. Biarkan aku terus menggenggam tanganmu walaupun harus sembunyi-sembunyi. Biarkan aku tetap mencintaimu dalam diam. Biarkan kamu tetap jadi pacar rahasiaku.

Aku tahu rasa ini salah. Tapi aku masih belum sanggup untuk melepasmu.

Dari aku,

Wanitamu yang selalu ingin dekat denganmu.