Surat Terbuka untuk Pasangan yang Menikah Tahun Ini. Selamat, Kalian Berdua Istimewa Sekali

menikah masa pandemi

Pernikahan adalah impian setiap orang. Mereka yang menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih pasti mengharapkan hubungannya sampai ke jenjang pernikahan. Berbagai persiapan dilakukan demi terwujudnya pernikahan impian.

Advertisement

Bahkan persiapan dilakukan jauh sebelum hari bahagia itu tiba. Mulai dari mempersiapkan baju pernikahan, memesan gedung, catering, undangan, seragam keluarga, souvenir, dan lain-lainnya. Semua itu dilakukan demi momen terbaik sekali seumur hidup.

Setiap pernikahan umumnya berlangsung meriah dihadiri semua keluarga, kerabat, teman, dan sahabat. Beberapa juga melangsungkan pernikahan dengan mewah. Namun, untuk pasangan yang menikah di tahun 2020 mereka merasakan hal yang sangat berbeda. Kemeriahan dari sebuah pesta pernikahan harus dibatasi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tingkat penyebaran COVID-19 karena pandemi belum selesai.

Pernikahan di tahun 2020 harus mengikuti protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang sudah ditetapkan. Hal ini berlaku untuk tuan rumah dan tamu undangan juga semua yang terlibat dalam acara tersebut. Mulai dari menyiapkan tempat yang terbuka dan cukup luas agar social distancing dapat diterapkan, tempat cuci tangan lengkap dengan sabun dan air mengalir, hand sanitizer, masker, sarung tangan, dan membatasi jumlah undangan yang hadir. Mereka juga harus menunda resepsi alias hanya boleh melaksanakan akad nikah.

Advertisement

Pernikahan tahun 2020 memang istimewa. Pengantin, keluarga, dan tamu undangan harus selalu mengenakan masker termasuk saat pelaksanaan ijab qobul. Tidak ada jabat tangan dan pelukan dari para tamu seperti penikahan pada umumnya. Beberapa juga menayangkan pernikahan mereka melalui live Instagram atau platform digital lainnya. Dengan tujuan, keluarga atau teman yang tidak bisa hadir secara langsung tetap bisa menyaksikan peristiwa bahagia sekali seumur hidup ini. Tetapi tidak mengapa, karena semua itu juga demi kebaikan semua orang. Yang terpenting adalah makna dari pernikahan tersebut.

Tuhan sedang menguji kita melalui pandemi COVID-19 ini. Kita harus menyikapinya dengan bijak. Pernikahan adalah hal yang mulia, tetapi kita juga tidak boleh menyakiti orang lain. Misalnya, mengabaikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 saat menyelenggarakan pernikahan atau saat menjadi tamu undangan. Sebagai tamu undangan, juga harus melaksanan protokol kesehatan yaitu dengan menggunakan masker saat mengadiri acara, mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan, dan tetap menjaga jarak dengan yang lainnya. Meskipun sangat ingin untuk bersalaman dengan pengantin untuk memberi ucapan selamat, cukup diganti dengan menelungkupkan tangan di depan dada. Bukan berarti kita sombong, justru karena kita menyayangi mereka.


“Selamat menempuh hidup baru untuk teman-teman yang menikah di tahun 2020. Kalian istimewa!”


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE