Hai, mas…

Saat kamu membaca ini, ku pastikan dirimu sedang berbahagia dengan-Nya disana. Maka, ku kirimkan segenap rindu dan asa yang tertinggal dari 515 hariku bersamamu.

Untukmu yang ku perjuangkan dengan sungguh selama 515 hari ini, percayalah aku masih betah tidur sambil memeluk jaketmu. Aku masih menggantung seragam mu di balik pintu kamarku. Aku masih betah memandangi benda-benda yang sengaja kau tinggalkan sebagai penawar rindu. Aku masih setia mengelilingi setiap sudut Jogja yang kau sebut istimewa. Aku masih mengingat dengan jelas kalimatmu, "Ini Jogja, ya".

Hai, genggamable-ku. Aku ingat, bagaimana semua bermula di kota sederhana nan bersahaja ini. Aku ingat, bagaimana aku pernah memuja cintamu dengan sungguh. Dan aku ingat, bagaimana tangisku dipelukanmu terasa begitu mematikan.

Bukan sepenuhnya salahmu yang memulai cerita kita. Bukan juga salahmu jika takdir terlambat mempertemukan kita. Terimakasih telah membawaku melihat dunia dengan sudut pandang baru selama 515 hari ini.

Advertisement

Terimakasih telah menorehkan tinta warna-warni di kanvasku. Terimakasih untuk sempat menjadi penyemangat sebelum akhirnya kanvas itu menjadi lukisan yang hanya akan terkenang.