Kamu mungkin tak percaya, tapi bagiku yang terlalu sering ditinggalkan, kehilangan itu nyata.


Aku senang menemukanmu dan kembali merasakan jatuh cinta lagi. Aku menikmati debar di dada serta wajah yang perlahan merona saat menemukan namamu muncul di layar notifikasi. Aku selalu menyukai kala kita berbincang lewat telepon hingga berjam-jam, membicarakan banyak hal mulai dari isu politik hingga lawakan receh kelas rendah.

Advertisement


Lalu perlahan-lahan, aku semakin jatuh terlalu dalam.


Aku yang pernah ditinggalkan dan kehilangan memiliki ketakutan kelak kau akan melakukan hal yang sama. Aku takut kelak kau membuka mata dan menyadari perasaan untukku yang tak lagi sama. Aku masih belum bisa menghadapi kenyataan bahwa suatu hari nanti kau akan seperti mereka: lelah dan bosan kemudian meninggalkanku begitu saja.

Sebab bukankah tak semua cerita memang selamanya indah? Sebab bukankah semua orang juga berkata akan selalu ada pada awalnya, untuk kemudian melangkah pergi pada akhirnya?

Advertisement

Aku yang terlalu sering kehilangan, hanya takut pada akhirnya kau juga kan tinggalkan.

Jadi kumohon, bisakah kau yakinkan aku bahwa kau takkan pergi dan meninggalkan seperti yang mereka sudah lakukan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya