Hatiku yang penuh dengan sukacita ketika pertama kali mengenalmu, seperti layaknya semua orang yang baru pertama kali mengenal perempuan yang disukainya. Hari demi hari dilalui dengan keceriaan dan kesenangan. Bertukar pesan di gawai, saling menanyakan kabar satu sama lain menjadi rutinitas tambahan di dalam hidupku. Aku yang telah lama menutup hati kecil ini akhirnya merasakan kalau kini ada setitik harapan baru datang di dalam hidupku.

Aku masih ingat jelas pertemuan pertama kita, engkau yang hanya memakai baju putih dan jeans pada saat itu membuatku terpana. Canda tawa, guyonan yang kita lakukan sungguh memberikan kesan tersendiri dan makin memantapkanku untuk terus mengejarmu.

Advertisement

Namun terlalu naif bagiku untuk percaya bahwa di setiap hubungan itu selalu sempurna. Engkau yang hendak mengejar impianmu memutuskan untuk merelakan hubungan ini. Jujur, hati kecil ini merasa sakit namun aku tetap akan mendukungmu, bukankah hidup tanpa suatu tujuan adalah hidup yang membosankan? Bukankah ketika kita benar-benar mencintai seseorang, kita juga harus wajib mendukungnya sepanjang yang dilakukannya adalah sesuatu yang positif? Dalam kesendirianku, aku berharap masih ada sedikit ruang kecil untuk selalu berusaha untukmu. Aku tidak akan mundur hanya karena engkau akan pergi mengejar mimpimu, terlebih engkau sendiri juga mempunyai perasaan yang sama terhadapku.

Entah apa yang ada di pikiranku saat ini. Emosi, terharu, benci dengan diriku sendiri yang semua bercampur aduk di dalam hati kecil ini. Semuanya lenyap ketika aku tahu engkau yang selama ini dekat denganku akan pergi. Aku tahu kalau setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Hidup ini layaknya seperti sandiwara, bertemu dengan siapa dan berteman dengan siapa adalah takdir yang telah diatur oleh yang Maha Kuasa. Aku tidak menyesal mengenalmu di perempatan jalan hidup ini. Setidaknya aku mengenal seseorang yang baru, memberikan warna di dalam hidupku, mengajarkanku bagaimana untuk berusaha dan berjuang.

Aku doakan yang terbaik untukmu, semoga apa yang menjadi impianmu kelak bisa terwujud di kemudian hari. Mungkin ini adalah perpisahan sementara, mungkin juga untuk selamanya. Terima kasih telah membuatku menjadi orang yang lebih kuat. Untukmu yang hendak pergi mengejar impian, selamat berjuang dan sampai bertemu lagi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya