Hai, kamu.

Apa kabarmu sekarang? Semoga baik baik saja. Semoga kau tetap hangat seperti yang ku kenal dahulu. Semoga hidupmu tetap terberkahi seperti dahulu. 

Advertisement

Entahlah, kenapa aku hari ini merindukanmu lagi. Akhir-akhir ini kamu hadir di mimpiku lagi. Apakah kamu juga sering memimpikanku? Apakah kau juga masih merindukanku? Mungkin jejak yang kamu buat begitu indah dan kuat sehingga aku susah melupakan. Kenangan-kenangan yang kamu berikan masih tergambar jelas di ingatanku.

Tempat-tempat yang dulu pernah kita kunjungi menjadi saksi bisu kedekatan kita, terkadang sering aku lewati demi menjaga ingatanku tentang kita dahulu. Nostalgia saat kita masih bersama mengunjungi tempat indah, lesung senyumanmu saat kau tertawa dengan lelucon kita, aroma tubuhmu yang sangat khas hingga saat ini aku membeli parfum sepertimu agar aku bisa menghirup aromamu lagi saat aku merindukan, dan logat cara bicaramu masih terngiang jelas dalam pikiranku. 

Mungkin kisah kita memang harus diakhiri. Kita yang dulu sempat saling menggenggam kini menjadi asing. Kita yang dulu sempat erat kini menjadi jauh. Kita yang dulu pernah saling mengisi kini menjadi arang. Tapi tak apa, harus kuterima itu semua karena waktu kita untuk bersama sudah berakhir. Semesta sudah tak mengizinkan kita untuk saling mengisi lagi. Kini kita harus merelakan berjalan mengikuti alur hidupnya masing masing meskipun kadang ego ku masih menginginkan kita bersama.

Advertisement

Walaupun kini kita tidak bisa saling bersama, tapi asalkan kamu masih ada di atas bumi, sehat, dan bahagia bagiku itu sudah cukup. Hanya melihat tawa dan candamu dari kejauhan sudah bisa meredamkan gejolak rinduku untukmu.

Ketahuilah, jika kau bersedih atau terluka aku akan menjadi orang yang lebih terluka lagi. Aku tidak akan rela jika melihat raut kesedihan di wajahmu. Aku selalu berdoa semoga semesta selalu menjagamu karena kini aku sudah tidak bisa lagi di sampingmu. Kelak jika kau bersama pendampingmu yang baru aku berharap dia bisa mencintaimu dan menjagamu sepenuh hati tanpa pernah melukaimu sepertiku. Karena kau tidak pantas terluka.

Dalam kisah singkat ini aku bersyukur semesta pernah memberi kesempatan kita walau hanya sejenak beriringan bersama. Engkau sungguh istimewa. Semoga kebahagiaan selalu menaungimu. Terimakasih telah meninggalkan jejak indah di hidupku.

With love,

Orang yang selalu mendoakanmu.

PS : Terimakasih sudah menjadi inspirasi tulisan-tulisanku selama ini. Semoga di hari kedepan engkau sudah tidak sedingin hari ini. Aku masih menunggumu untuk bertegur sapa lagi.  

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya